Mereka berdua sampai rumah hampir tengah malam, karena Cia ingin kulineran di alun-alun kota. Dan sekarang, tanpa merasa keberatan, Arka menggendong Cia yang dari tadi sudah terlelap untuk masuk ke dalam rumah.
"Arka?" Seorang pria yang tidak dikenal tiba-tiba mendekati Arka yang baru saja masuk rumah.
Arka memandang pria asing itu heran, sembari mengelus punggung Cia lembut karena merasa tidurnya terusik.
"Sebentar." Karena takut Cia tidak nyaman, Arka segera menidurkan Cia di kamarnya.
--------
"Ada yang bisa saya bantu?" Tanya Arka yang duduk di depan pria asing itu.
Arka mengedarkan pandangan, ia tidak menemukan Sheila di rumah, di dalam kamarnya pun saat ia menidurkan Cia, Sheila tidak ada.
"Arka, aku Andre anak dari adik nenekmu." Kata pria itu membuat Arka tersadar dari lamunannya.
Arka memandangi Andre, menunggu kelanjutan ceritanya.
"Kamu tahu Cia bukan adik kandungmu?"
Arka mengangguk, masih menunggu apa saja yang akan diutarakan Andre.
"Ini, surat buatmu." Andre menyerahkan sebuah surat yang segera dibuka Arka.
Dear our beloved son,
Sayang, maaf, dulu kami tidak memberi tahu yang sebenarnya tentang Alecia. Karena kami menginginkan kamu menyayangi Cia seperti adik kandungmu sendiri. Sayang, Cia lahir dari rahim seorang wanita luar biasa bernama Anna, dia adalah sahabat mom sewaktu kuliah, dan kami dipertemukan lagi di New York. Waktu itu kami mengira Anna bekerja di sana, tetapi tebakan kami salah, Anna sedang meminta pertanggung jawaban seorang lelaki yang telah menghamilinya, laki-laki itu adalah mantan pacarnya sewaktu kuliah, dan mereka dipertemukan lagi di Indonesia, tetapi dengan paksaan, laki-laki itu menghamili Anna, lalu meninggalkannya ke US. Sayang, sekarang Cia ada bersamamu, kami percaya kamu akan menjaganya, selalu buat dia bahagia, dan jangan pernah buat dia terluka, better, pada waktunya nanti, nikahilah Cia, kami lebih percaya padamu untuk menjaganya.
Kami yang mencintaimu,
Mom and Dad.
Arka tertegun sejenak setelah membaca surat itu, bahkan setelah Arka membacanya, Andre menyerahkan beberapa surat dan beberapa foto.
"Actually, ada banyak hal yang belum kamu ketahui, dan sepertinya saya tidak berhak memberitahu karena nanti pasti ada saat kamu mengetahui hal-hal itu sendiri."
--------
Cia menggeliatkan badannya, rasanya ia tadi masih di dalam mobil, tapi kenapa sekarang dia sudah ada di kamar, yang sudah pasti bukan kamarnya----kamar Arka----dan Sheila.
Karena malas terlalu lama di kamar Arka dan Sheila, Cia memilih keluar dari kamar Arka dan menuju dapur karena merasa sangat haus.
"Apa kamu sudah menikah?"
Cia menghentikan langkahnya saat mendengar suara dari ruang tamu. Ia berjalan ke ruang tamu sambil berusaha merapikan rambutnya yang berantakan.
"Kak?" Panggil Cia, yang membuat kedua pria yang sedang duduk berhadapan itu bersamaan mengalihkan pandangan ke Cia.
KAMU SEDANG MEMBACA
Brother Conflict (sudah terbit ebook)
Randomlink ebook : https://play.google.com/store/books/details?id=HOX5DwAAQBAJ Arka memiliki adik yang sangat disayanginya, 2 tahun lalu orang tuanya meninggal karena kecelakaan mobil dalam perjalanan menuju hotel di New York untuk melanjutkan proyek aya...
