11

7.8K 351 8
                                        

Cia yang tadi ingin mengambil handuk baru di lemari, menghentikan pergerakan saat mendengar ucapan Hera.

Tanpa permisi, Arka masuk ke kamar Cia dan duduk di sebelah Hera.

"Ra, gue mandi dulu." Kata Cia, ia masih sedikit marah dengan Arka.

"Eh, iya."

Arka memandang punggung Cia yang baru saja memasuki kamar mandi, ia tidak tahu apalagi yang harus dilakukannya agar Cia kembali seperti Cia yang dulu.

"Ujiannya kalian selesai kapan, Ra?" Tanya Arka pada Hera, membuyarkan lamunan Hera tentang hubungan kakak-adik Cia dan Arka yang penuh drama.

"2 hari lagi mungkin, Kak. Emang kenapa?"

"Kakak mau ngajakin kamu sama Cia piknik gitu."

Hera mengernyit, maksud piknik yang dikatakan Arka itu, dengan Sheila juga?

"Kemana, Kak?"

"Mungkin kita bisa ngecamp di gunung atau nyewa villa di puncak."

Bersamaan Hera akan menimpali perkataan Arka, Cia keluar dari kamar mandi dengan handuk yang terlilit di tubuhnya.

"Kakak keluar dulu gih, aku mau ganti." Cia memberi isyarat agar Arka keluar dari kamarnya.

Arka hanya mengangguk dan keluar dari kamar Cia.

---------
"Sayang!"

Arka yang sedang menuruni tangga karena ingin ke lantai bawah untuk sarapan, mendengus mendengar panggilan yang lebih mirip teriakan dari kamarnya.

Sheila dengan dress tanpa lengan yang super pendek, merentangkan tangannya minta dipeluk saat Arka memasuki kamar.

Dengan terpaksa, Arka memeluk Sheila.

"Sayang, kita pindah rumah yuk, yang cuma ada kita berdua sama nanti anak kita, kayaknya rumah ini terlalu sempit buat nanti main anak-anak kita."

Anak-anak kita?

Arka berusaha melepaskan pelukannya pada Sheila, tidak habis fikir dengan Sheila yang memintanya meninggalkan rumah dan hidup hanya dengan Sheila, dan tunggu----anak-anak kita?, bahkan kalau bukan karena terpaksa, Arka tidak akan pernah mau berurusan lagi dengan Sheila.

Sheila memasang ekspresi sok imut saat di tatap Arka.

"Eh iya, kamu temenin aku periksain anak kita bisa? Sama nikahnya kita dicepetin bisa? "

Arka melebarkan matanya saat mendengar perkataan Sheila, padahal ia sengaja menghindar dengan bahasan pernikahan karena memang tidak berniat menikahi Sheila, toh kemungkinan besar anak yang dikandung Sheila bukanlah anaknya.

Brother Conflict (sudah terbit ebook)Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang