Cia menggendong tas ranselnya lalu sekilas memandangi dirinya di depan cermin, memastikan bahwa penampilannya sudah rapi , rambutnya ia kepang satu di belakang, dan poninya ia jepit ke atas, entah kenapa hari ini ia merasa sangat bahagia, mungkin karena hari ini adalah hari terakhir UKK dilaksanakan dan besok sudah libur.
"Just something i can turn to somebody i can kiss, i won't something just like this. Doo doo doo doo." Cia bersenandung keras sambil menuruni tangga, membulatkan mata ketika melihat Sheila sedang berdiri di bawah tangga dan didepannya terdapat 2 koper besar-besar.
"Mau kemana lo?" Tanya Cia ketus, Sheila tersenyum manis yang menurut Cia malah mirip nenek sihir di kartun oki dan nirmala.
"Mau ke Paris nih, mau nitip apa dek?" Sheila mendekat ke arah Cia, membuat Cia mendengus degan Sheila yang sok baik padanya.
"Gue nitip lo ga usah pulang kesini lagi itu udah cukup."
"Dek, udah sarapan?" Arka turun dari tangga dengan penampilannya yang cukup rapi, dengan celana kain selutut, sneakers putih serta atasan kaos hitam yang dengan outer bomber army, padahal biasanya ia akan mengantarkan Cia hanya dengan boxer, bahkan terkadang sehabis bangun tidur tanpa mencuci muka terlebih dahulu.
"Belom." Jawab Cia, memandang penampilan Arka dari atas sampai bawah.
"Ayo sarapan dulu." Tangan kanan Arka merangkul pundak Cia untuk diajaknya sarapan di meja makan, tanpa mempedulikan Sheila yang daritadi melihat perlakuan Arka pada Cia. Kok gue jadi iri sama Cia?
Cia memakan nasi dengan lauk nugget nya dengan lahap, tidak menyadari bahwa sedaritadi Arka memandangnya. "Nanti kamu bareng Hera ya pulangnya, sekalian aja ke rumah Hera, terus nanti kita berangkat bareng ke puncak."
Cia tersedak makanan lalu dengan cepat Arka menyerahkan gelas yang berisi air putih pada adiknya itu. "Hmmm oke oke."
---------
"Kakak mau nganter kamu sekalian nganter Sheila ke bandara." Ujar Arka saat akan membukakan pintu mobil untuk Cia.
Cia hanya mengangguk, pantas saja penampilan Arka terlihat rapi, karena akan mengantar calon istrinya ternyata.
"Sayangg, aku duduk di depan." Teriak Sheila yang sedang berbincang dengan Pak Wadi yang meletakkan kopernya di bagasi.
Cia yang baru saja akan masuk di pintu depan yang dibukakan Arka tadi, keluar dan memilih duduk di belakang.
"Eh-eh dek."
KAMU SEDANG MEMBACA
Brother Conflict (sudah terbit ebook)
Randomlink ebook : https://play.google.com/store/books/details?id=HOX5DwAAQBAJ Arka memiliki adik yang sangat disayanginya, 2 tahun lalu orang tuanya meninggal karena kecelakaan mobil dalam perjalanan menuju hotel di New York untuk melanjutkan proyek aya...
