Arka membawakan beberapa bungkus makanan, menyerahkan satu kotak nasi dengan sayur dan lauk tahu tempe pada Cia, dan selebihnya diberikan pada Doni agar dibagi sendiri dengan Hera.
"Ra, lauk lo apa?" Tanya Cia yang seketika mengernyit karena setelah membuka kotak nasinya, ia hanya menemukan nasi dengan lauk sayur dan tahu tempe.
Apa-apaan sih Arka?
Hera memperlihatkan tumis sosis bakso yang membuat Cia mendelik tajam ke arah Arka di sampingnya. Arka yang ditatap seperti itu balik menatap Cia bingung, kemudian malah merapikan anak rambut Cia.
"Ini kok beda sama punya Hera?" Cia menyerahkan nasi kotak yang sudah dibukanya pada Arka.
"Enak punya kamu kok." Kata Arka yang membuat Cia mendengus.
Cia memilih memakan makanannya dalam diam meskipun sama sekali tidak disukainya, karena ia memang sudah lapar dan malas meladeni Arka yang pasti akan mengomeli bahwa sayur lebih baik untuk dirinya.
--------
"Siapa, Ka?" Tanya Doni setelah Arka menerima telefon, mereka berdua duduk di kantin rumah sakit, meninggalkan Sheila sendirian. Cia dan Hera pulang ke rumah untuk mandi dan berganti pakaian.
Arka menghembuskan asap rokoknya. "Andre."
Doni mengernyit sambil menatap Arka. "Siapa?"
"Andre, anak dari adik nenek gue katanya. Dia nyimpen banyak tentang keluarga gue, Don."
"Tentang Cia?"
Arka mengangguk lalu menghela nafas pelan. "Katanya-"
"Kak?"
Arka menghentikan pembicaraannya saat melihat Cia dan Hera sudah ada di depan mata mereka. Memang kantin rumah sakit terletak di grand floor menghadap parkiran, apalagi mereka berdua memilih tempat di luar yang tentunya berhadapan langsung dengan parkiran.
"Siapa Andre?"
-----
Aku up segini dulu. Lagi bingung menyusun kata-kata
KAMU SEDANG MEMBACA
Brother Conflict (sudah terbit ebook)
Randomlink ebook : https://play.google.com/store/books/details?id=HOX5DwAAQBAJ Arka memiliki adik yang sangat disayanginya, 2 tahun lalu orang tuanya meninggal karena kecelakaan mobil dalam perjalanan menuju hotel di New York untuk melanjutkan proyek aya...
