Cia sudah beberapa kali mendengus saat melihat Sheila yang bergelendot pada lengan kakaknya, padahal Arka sedang menyetir, dan anehnya, Arka terlihat menikmati perlakuan Sheila yang terlihat dimata Cia persis seperti seorang wanita penggoda.
"Berhenti Kak." Kata Cia, karena sudah sampai di depan gerbang sekolahnya.
Arka menoleh ke jok belakang. "Bentar kakak bukain." Ucap Arka, kebiasaannya adalah membukakan pintu mobil untuk adiknya, walaupun Cia pun bisa melakukannya sendiri, apalagi posisinya yang berada di jok belakang.
"Ga usah! Bisa sendiri."
Arka menghela nafas mendengar tolakan adiknya, ia tahu adiknya memang merasa tidak nyaman jika ada Sheila, apalagi saat Sheila sedang manja padanya.
"Ya udah, hati-hati sayang." Arka membuka kaca mobil dan melambaikan tangan pada Cia, walaupun tidak digubris oleh Cia yang sudah memasuki gerbang.
---------
"Sarapan dulu ya sayang." Sheila dengan mini dress yang terlihat menggoda itu memandang Arka yang sedang fokus menyetir.
Arka hanya mengangguk, melajukan mobilnya pelan karena memang masih lama waktu keberangkatan Sheila ke Paris.
---------
"Yeee besok kita libur." Hera berteriak girang sambil menari-nari di depan Cia.
"B aja Raaa." Cia yang sedang duduk menarik-narik rok Hera yang sedang berdiri.
"Ya biarin, gue kurang tidur nih, kurang piknik jugaa."
"Nenek lu kurang tidur! Lo baru masuk kelas aja udah langsung nyenyak tidur!"
Hera terkekeh lalu mencubit pipi Cia gemas. "Wkwkwk lutunaaa."
KAMU SEDANG MEMBACA
Brother Conflict (sudah terbit ebook)
Randomlink ebook : https://play.google.com/store/books/details?id=HOX5DwAAQBAJ Arka memiliki adik yang sangat disayanginya, 2 tahun lalu orang tuanya meninggal karena kecelakaan mobil dalam perjalanan menuju hotel di New York untuk melanjutkan proyek aya...
