Setelah beberapa hari mengurusi Sheila dengan laki-laki yang baru diketahui Arka bernama Satya itu, kini dia membantu Sheila membereskan semua barang-barangnya yang berada di kamar Arka, bagaimanapun ia saat ini sangat muak terhadap Sheila, tetaplah wanita itu pernah menggoreskan kenangan dalam hidupnya.
"Maaf ya. " ucap Sheila lirih entah sudah ke berapa kalinya. Seminggu lagi, Sheila akan menikah dengan Satya, setelah keluar hasil tes DNA Arka terhadap Baby K, Satya melakukan tes DNA untuk membuktikan bahwa Kaila adalah darah dagingnya, sepertinya Sheila juga mulai sadar bahwa memang Arka hanya mempermainkannya, sedangkan Kaila butuh sosok ayah dalam hidupnya.
Kehadiran Satya yang tiba-tiba menemuinya setelah meninggalkan disaat Sheila memberitahu dirinya hamil, membuat hati Sheila kacau, dalam lubuk hatinya masih tersimpan kekecewaan mendalam bagaimana Satya butuh waktu untuk bertanggung jawab tetapi malah hilang jejak entah kemana. Tetapi, akhir-akhir ini dengan intens Satya menemuinya, menemui Kaila, berusaha mengambil hati Sheila yang sudah luka sebegitu dalamnya, dan dengan jaminan Satya tidak akan pernah lagi meninggalkannya, Sheila bersedia menerima pinangan Satya, karena ia tahu, Arka bukanlah untuknya.
---------
Arka menjemput Cia yang hari ini melaksanakan Ujian Akhir Semester, sekarang Cia sudah kelas 12, sebentar lagi lulus SMA dan Arka akan segera melamarnya-Eh.
"Kak mau cireng." pinta Cia sambil merapikan kuncir kudanya.
"Cireng apa? Nggak mau pamit sama Baby K dulu aja?"
Arka sengaja menyuruh Sheila menunggu Cia pulang sekolah dulu agar Cia bisa berpamitan pada Kaila, sejak ada Kaila di rumah, gadis itu terlihat ceria seakan mendapat mainan baru.
Cia mengangguk.
---------
Baby K masih berada digendongan Mbak Lastri saat Cia berlari ke dalam rumah karena ingin segera melihatnya, kenapa bayi itu gemesin banget sih.
"Kamu disini aja sama Kakak Cia ya, K. " kata Cia sambil memainkan jari-jari mungil Kaila.
Sheila tersenyum melihat Cia yang terlihat sangat menyayangi Kaila, ah ia menyesal pernah berfikiran bahwa Cia pasti akan merusak hubungannya dengan Arka.
"Maaf Ka, aku tahu Cia itu bukan adik kandung kamu tapi aku menyembunyikan fakta itu."
Arka memutar bola matanya jengah, sudah malas mendengar perkataan maaf dari Sheila, nggak usah diulang-ulang juga bakal dia maafin kok.
"Iya, masalah itu nggak usah diungkit lah, orang gue juga udah tahu."
Satya dengan tiba-tiba datang dan merangkul bahu Sheila, bahkan mereka tidak tahu kapan Satya salam.
"Ayo kita keluar dari rumah ini, sayang. " kata Satya sambil menatap Arka, sepertinya ia sangat merasa cemburu saat Sheila dekat-dekat dengan Arka.
"Gak sopan amat sih, lo. "
"Apa? Terima kasih sudah menjaga istri dan anak saya. "
Arka mendengus, Istri katanya.
"Iya sama-sama."
Cia yang baru saja melihat kedatangan Satya, mengalihkan atensinya pada Sheila, Arka dan Satya yang sudah duduk di sofa sambil berbincang.
"Udah mau dijemput nih, Om? " tanya Cia.
Satya mengangguk.
"Yaah. Baby K buat Cia aja ya, Om. "
"Habis kamu lulus juga kamu bakal punya bayi sendiri, Dek. "
Sheila terkikik, Satya diam, dan Cia tidak paham apa yang dikatakan kakaknya itu.
---------
"Kak, sering-sering main kesini ajak K, ya. " kata Cia dengan posisi masih saling berpelukan dengan Sheila.
Cia sebenarnya sedikit ragu dengan perubahan Sheila, tapi setelah dia tahu, memang aslinya Sheila itu baik, namun dia berusaha mencari perhatian orang-orang disekitarnya, dia memang anak rantau yang kesepian, kedua orang tuanya sibuk mengurusi bisnis.
"Iyaa, kamu juga baik-baik sama Arka. Undang ya kalau udah mau married. "
Cia mengernyit, married sama siapa coba.
Mbak Lastri ikut pindah bersama Sheila dan Baby K, ia sudah Sheila patenkan untuk menjadi baby sitter Kaila.
"Terima kasih Arka, Cia, sudah menjaga Sheila dan Kaila dengan baik."
Cia dan Arka mengangguk, mereka mengamati mobil yang ditumpangi Sheila dan Baby K sampai keluar dari gerbang, hidup mereka tenang sekarang.
Arka merangkul bahu Cia.
"Masih mau cireng? "
Cia mengangguk, menoleh ke arah Arka yang masih merangkulnya dan entah bagaimana mereka bertatapan, Arka mengunci tatapan mata Cia, sepersekian detik berikutnya, benda kenyal menempel di bibir Cia.
Manis.
----------
KAMU SEDANG MEMBACA
Brother Conflict (sudah terbit ebook)
Casualelink ebook : https://play.google.com/store/books/details?id=HOX5DwAAQBAJ Arka memiliki adik yang sangat disayanginya, 2 tahun lalu orang tuanya meninggal karena kecelakaan mobil dalam perjalanan menuju hotel di New York untuk melanjutkan proyek aya...
