Sheila sedang mencepol rambutnya saat Arka tiba-tiba memasuki kamar.
"Udah bangun?" Tanya Arka yang membuat Sheila menatap ke arahnya.
Sheila mendekat ke arah Arka, dengan tiba-tiba mencium pipinya. "Aku mau babymoon sayang."
Arka mengernyit mendengar permintaan Sheila. "Kamu habis ke eropa, mau babymoon kemana lagi?"
"Kapan kamu nikahin aku?" Ujar Sheila yang melenceng dari pembahasan sebelumnya.
"Nunggu anak itu lahir aja, ribet kalau kamu nikah disaat kamu hamil besar gitu."
--------
Hera mengerjabkan matanya, merasa asing dengan tempat yang dibuatnya untuk tidur.
"Ci?" Panggil Hera pada Cia yang terlihat sedang mencari baju di lemarinya.
Cia menoleh ke arah Hera. "Lah, udah bangun? Betah amat sih tidur."
"Ya gimana, gue ngantuk."
"Ummm." Gumam Cia yang masih berusaha mencari jaket denim warna maroon yang baru saja minggu lalu baru saja dibelinya dari salah satu situs belanja online.
"Jadi nginep rumah gue nggak nih?"
Cia menoleh kebelakang karena posisinya yang membelakangi Hera. "Nggak, ah. Gue mau dating sama big bro tercinta."
"Gaya lo, neng." Ejek Hera yang sebenarnya sedikit bingung dengan tingkah Cia terhadap kakaknya. "Asal nggak bertiga aja tuh sama si Sheila hahahaha."
"Anjir, lo!"
-------
"Mau kemana?" Tanya Sheila yang melihat Arka sedang menyemprotkan parfum di beberapa bagian tubuhnya.
"Mau main."
Sheila menatap Arka heran, bisa-bisanya Arka mau main padahal akhir-akhir ini ia sangat susah diajak keluar berdua, apalagi permintaan babymoonnya baru saja ditolak Arka.
"Enggak, lo di rumah aja."
Sheila memperlihatkan muka memelasnya, membuat Arka mendekatinya. "Kamu di rumah aja, baru keluar dari rumah sakit juga, kapan-kapan deh kita jalan berdua."
"Ya udah, hati-hati." Ujar Sheila sedikit tidak rela, tapi biarlah toh dia sudah terbiasa sendiri dan malahan bisa bebas tanpa adanya Arka.
-------
Cia mengantar Hera ke depan dengan ia yang sudah rapi.
"Selamat senang-senang sama your beloved brother." Hera menepuk kepala Cia yang membuat Cia mendengus.
"Sana pulang, hati-hati gak usah sedih karena gue gak jadi nginep."
Hera melambaikan tangan ke arah Cia.
--------
Cia memasuki rumah bertepatan dengan Arka yang baru saja turun dari kamarnya.
"Udah rapi aja kamu." Kata Arka seraya lebih mendekat ke arah Cia.
"Hehe iya dong. Ayok, Cia udah siap." Cia menggandeng lengan Arka, hari ini moodnya sedang sangat baik.
KAMU SEDANG MEMBACA
Brother Conflict (sudah terbit ebook)
Randomlink ebook : https://play.google.com/store/books/details?id=HOX5DwAAQBAJ Arka memiliki adik yang sangat disayanginya, 2 tahun lalu orang tuanya meninggal karena kecelakaan mobil dalam perjalanan menuju hotel di New York untuk melanjutkan proyek aya...
