Mereka berempat menuju gunung bromo dengan berjalan kaki. Cia dengan syal dan parka tebal serta baggy pants motif polkadot serta animal hatnya, terlihat menggemaskan.
"Dek, sini nanti kamu ilang!" Seru Arka yang dibalas dengusan oleh Cia.
Cia memeluk Arka erat karena memang hawa terasa sangat dingin.
"Pak, ini nanti ga ada hewan atau pocong gitu kan pak?" Tanya Doni pada bapak-bapak pemandu acara muncak mereka.
Bapak-bapak yang bernama Widodo itu terkekeh. "Enggak, mas. Disini udah aman."
---------
Arka merangkul bahu Cia erat, takut adiknya itu hilang padahal mereka berjalan berdekatan, bahkan sangat berdekatan.
"Masih jauh ya, Pak?" Tanya Hera yang mulai takut dan mulai pegal karena perjalanan memang terasa jauh.
"Ya kaya gini mbak." Jawab Pak Widodo sambil menyenteri sekitarnya, bodohnya, mereka memang tidak membawa senter dan hanya pak Widodo yang membawanya.
"Mau digendong?" Tawar Doni lalu semakin mendekat ke arah Hera.
"Ga usah, kak." Tolak Hera halus yang membuat Arka dan Cia tertawa.
"Di tolak sakit bro!"
"Anjing!"
KAMU SEDANG MEMBACA
Brother Conflict (sudah terbit ebook)
Acaklink ebook : https://play.google.com/store/books/details?id=HOX5DwAAQBAJ Arka memiliki adik yang sangat disayanginya, 2 tahun lalu orang tuanya meninggal karena kecelakaan mobil dalam perjalanan menuju hotel di New York untuk melanjutkan proyek aya...
