35

5.8K 245 6
                                        

"Aku di sini lebih lama ya. Sukak sama suasananya. Kamu kalo kangen nyusul aja."

"Hmmmm." Gumam Arka saat mendapat telfon dari Sheila, ah sepertinya jika wanita itu tidak mengaku tengah mengandung anaknya, dia tidak akan peduli Sheila akan pergi kemana.

--------
Cia merengut kesal melihat kakaknya menerima telfon di halaman samping sambil masih tetap membawa kembang gulanya.

"Ra, beli lagi yok!" Celetuk Cia yang membuat Hera mengernyit bingung.

"Beli apa?"

"Beli kembang gula."

"Arum manis?"

Sekarang, Cia yang mengernitkan dahinya.

"Itu nama orang?"

"Bukan, di daerah gue kayak gitu namanya arum manis."

"Ohh, cotton candy itu sama dengan arum manis gitu ya."

Hera terkekeh sambil mengangguk. "Hahaha iya."

--------
"Malem ini kita mau kemana?" Tanya Arka saat mereka berempat berkumpul di depan ruang TV.

Cia tidak menghiraukan pertanyaan Arka dan malah asyik memainkan ponselnya.

"Ke alun-alun boljug." Seru Hera.

"Iya tuh, besok malem kita masih mau nginep ga nih? Apa ini malam terakhir?"

Arka menatap Doni, sebenarnya ia masih ingin menikmati suasana kota malang, apalagi di villa yang mereka tempati masih asri dan cocok untuk refreshing, tapi bagaimana lagi, kerjaannya sudah menunggu.

"Besok masih nginep kok." Kata Cia tiba-tiba, membuat Arka menghembuskan nafasnya. Mana bisa ia membantah adik kesayangannya itu.

Arka menggaruk tengkuknya yang tidak gatal. "Iya besok masih kok."

Brother Conflict (sudah terbit ebook)Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang