(20) festival kelabu

1.5K 111 14
                                        

Suasana kos deven sore itu seketika berubah sendu setelah aku dengar pengakuan andrew pada dewa dan toni tadi. Sifat melankolisku kembali terkuak, aku bingung harus bagaimana, tidak mungkin aku menceritakan pada deven secepat ini. Aku tidak mau merusak persahabatan yang baru mereka bangun, walaupun sikap andrew sendiripun dapat meruntuhkannya.

"Yaudah aku pulang sama clinton ya please" pintaku. Aku sedang tidak ingin bersama deven saat ini. Aku ingin lepas sejenak darinya dan dari andrew. Aku tahu deven pasti sangat bingung dengan sikapku yang tiba-tiba berubah, bahkan menangis memohon untuk tidak diantarnya.

Maafkan aku dev....

"Clin, jangan langsung pulang, gue pengen cerita sama lo" pintaku saat aku dan clinton sedang perjalanan menuju kosku.

"Yaudah kemana dulu neth? tapi kamu bilang dulu ke deven". Pesannya.

"Belok ke waroeng steak aja clin" ucapku. Clinton membelokkan motornya menuju arah yang aku inginkan.

"Gue chicken single pake nasi apa tenderloin double yaa...." gumamku.

"Busyeett dah wanita ini.. !! Perasaan habis makan bakso pake nasi neth" herannya.

"Aah perasaanmu aja.. Gue minumnya avocado float deh. Eehmm sama tenderloin double" pesanku. Clinton hanya menurutiku sambil geleng-geleng heran.

"Eh sama air mineral 1" tambahku.

"Jadi gimana neth, mau cerita apa?" sergapnya setelah selesai memesan.

"Yaaa soal tadi itu clin, si andrew. Tadi kan gue nguping dewa sama dia di luar dan denger kalo intinya dia suka sama gue".

"Laah lo baru tau ? Ketauan kali neth dari awal kalo dia ngajak ngomong lo gitu. Apalagi pas outbond tadi pagi. Geram sendiri gue" jawabnya.

"Deven ada curiga nggak clin?" sergapku.

"Kalo liat dari sikapnya sih deven nggak tau. Ya kan lo paham deven sepolos apa. Tapi lo sama deven sehat-sehat aja kan?" timpalnya.

Aku menundukkan wajahku memikirkan jawabannya, lalu menggeleng pelan. "Gue sebenernya nggak ada masalah sama deven, tapi kok gue ngerasa hambar gitu pas udah kuliah ini. Hubungannya normal, tapi apa saking normalnya jadi terkesan gitu-gitu aja clin, bingung gue jelasinnya" keluhku.

"Lo bosen ke deven? Atau ada yang lain di kampus lo?" telaknya.

"Yaa mungkin gitu, jenuh. Tapi nggak ada yang lain. Sebenernya gue dari kemarin kepikiran pengen udahan aja sama deven. Tapi atas dasar apa aku menyudahinya clin, deven nggak ada salah apapun. Dia terlalu perfect. Tapi disaat gue lagi mikir cara buat udahan, malah andrew dateng pengen milikin gue." jelasku.

"Terus lo mau putisin deven pake andrew?" tanyanya.

Aku mendelik ke arah clinton. "Sinting..!! Nggak mungkin lah. Gue aja takut kalo deven tau perasaan andrew ke gue. Gue pengen udahan sama deven, tapi gue nggak pengen ada andrew. Gue nggak mau ada yang tertawa diatas luka deven" tegasku.

"Neth, setiap hubungan itu ada uji cobanya. gue sama aura juga gitu. Lo harusnya bersyukur lo masih bisa sering ketemu deven, bisa berbagi kisah secara langsung, nggak kaya gue yang LDR. Jenuh di suatu hubungan itu wajar neth, tapi itu hanya ujian yang numpang lewat, kalo lo bisa menang dari iklan sampah yang berjudul JENUH itu lo bakal makin sayang banget ke deven. Percaya apa kata gue" yakinnya.

"Thanks ya clin..." ucapku tulus.

"Santai neth, gue mah pihak netral antara lo sama deven, jadi sebisa mungkin gue akan bantuin lo berdua" Jawabnya.

Kemarin LusaCerita yang bikin terobses. Temukan sekarang