Terpaksa dijodohin sama siKetos letoy, Elisa rasanya hampir gila!
Elisa si troublemaker disekolahnya. Suatu hari dijodohkan dengan Reynald ketos ramah namun judes hanya pada Elisa saja.
"Senyumnya gak usah lebar-lebar kali entar robek tuh mulut baru...
"Assalamualaikum Yundha!" ujar seseorang datang kerumah sambil membawa sekotak makanan
"Loh budhe Sri?" Elisa melihat kaget pada wanita paruh baya tersebut
"Eh ada neng Elisa juga"
"Budhe sri lagi main disini?" tanya Elisa padanya yang notebennya tante Ayundha, kakak ibunya
"Iya tadi pagi nih anak nelpon budhe buat dateng kesini" Tunjuk budhe ke Ayundha yang tersenyum malu
"Biasa emak sama bapaknya Ayundha gak pulang lagi" lanjut budhe mengingat kedua orangtua Ayundha yang sering banget keluar masuk kota karna urusan pekerjaan. Bahkan kadang sampai tiga bulan tidak pulang
Elisa dan Ayundha berpandangan
"Budhe" panggil mereka bersamaan sembari menatap budhe Sri dengan tatapan berkaca-kaca
Budhe Sri langsung menghela nafas "Oh jangan lagi"
Budhe mah paham maksutnya kalau mereka udah ngeliat kek kucing pengen ditampol gitu. Artinya mereka minta dibuatin kue. Budhe Sri memang pembuat kue yang enak, beliau juga udah buka toko kue yang laku banget dipasaran
Kedua gadis itu masih menatap budhe dengan berkaca-kaca. Budhe Sri melengos dan jalan masuk kerumah
"Yaudah ayok"
"Yeayy!!"
Mereka berdua mengikuti budhe kedapur rumah Ayundha yang terkesan mewah. Gak kalah sama dapur Reynald. Dan mereka mulai membuat adonan kue. Tapi ditengah-tengah Elisa tersenyum miring karena ide yang terlintas diotak kecilnya
Tak lama ia menyolek pipi Ayundha pake tepung yang dipegangnya