AL-49. Step 2: Perbaiki Mulai Dari Ini

25.8K 2.1K 204
                                        

"Assalamualaykum.. akhi," Yanuar menyambut kedatangan Rayhan dengan senyum lebar.

Rayhan tersenyum kikuk, menjawab salam lalu menjabat tangan Yanuar yang mengajaknya bersalaman.

"Udah muhasabahnya?" Yanuar menepuk pudak Rayhan.

Yang ditanya hanya mengangguk kaku.

Malam tadi, genap sudah tekadnya. Ia sudah menemukan arah untuk langkahnya kini. Rayhan benar-benar ingin berubah. Rayhan ingin benar-benar belajar agama dan menjadi pribadi yang lebih baik.

Dan itu semua ia lakukan karena Allah. Rayhan ingin mengejar ridha Allah. Agar menjadi manusia yang dicintai Allah.

Ya, sudah sebulat itu tekadnya.

Saat ini mereka sudah berada di masjid untuk pertemuan selanjutnya. Ketika bel istirahat berdering, Rayhan buru-buru keluar kelas untuk menemui Yanuar sesuai janji kemarin.

"Kita mulai belajar dari mana?" Rayhan bertanya serius. Semangatnya untuk belajar agama sedang berkobar-kobar.

Yanuar tersenyum lagi. "Kita mulai dari diri sendiri dulu."

Rayhan mengernyit. "Maksudnya?"

"Kamu pernah denger gak Ray, orang yang hendak memperbaiki diri, hal apa yang pertama harus ia perbaiki?"

"Hm.. penampilan?" Rayhan menerka-nerka. Biasanya, orang yang berhijrah itu kan merubah diri jadi lebih alim gitu. Memanjangkan jilbab, pakai gamis, deker, dan lain-lain.

Yanuar tertawa pelan mendengar jawabannya. "Hm.. itu masuk aspek lain. Hijrah itu tidak hanya dilihat dari luar, kan? Namun dalamnya lebih penting.

Tentu mengubah penampilan jadi syar'i itu penting dan harus. Namun yang perlu diperbaiki itu fondasinya dulu,"

Rayhan mendengarkan.

"Ada kalimat yang bilang, kalau ingin memperbaiki hidup, mulailah dengan memperbaiki shalat kita."

Yanuar membuka Alquran di sebelahnya.

"Hai orang-orang yang beriman, jadikanlah sabar dan shalat sebagai penolongmu, sesungguhnya Allah beserta orang-orang yang sabar." (Al Baqarah : 153)

"Allah kasih kita pertolongan dengan sabar dan shalat. Dan kata Rasulullah juga, amalan yang paling utama adalah shalat. Kamu juga tau kan, ada hadits yang bilang kalau shalat itu mencegah perbuatan keji dan munkar?"

Rayhan mengangguk.

"Perkara yang pertama kali dihisab dari seorang hamba pada hari kiamat adalah shalat. Apabila shalatnya baik maka seluruh amalnya pun baik. Apabila shalatnya buruk maka seluruh amalnya pun akan buruk.”

(Silsilah Al-Ahadits Ash- Shahihah, no. 1358)

"Sekarang aku tanya. Kamu shalat lima waktu, paham arti bacaannya atau enggak?"

Hmm.. Rayhan berpikir. "Enggak."

"Tuhkan." Yanuar menjentikkan jari.

"Kesalahan umat islam itu seperti itu. Kebanyakan dari kita ga memahami arti dari bacaan shalat kita sendiri. Padahal, shalat itu doa. Perantara kita dengan Allah.."

Rayhan menggaruk-garuk kepalanya yang tidak gatal. Gengsi, bro.

"Gimana shalat kita bisa mencegah dari hal yang keji dan munkar kalo artinya aja kita ga tau? Gimana bisa jadi penolong kalau shalatnya aja ga khusyuk? Gimana diri kita bisa jadi baik di aspek yang lain?

Iya ga?"

Rayhan mengangguk-angguk.

"Berarti.. sekarang gue harus ngapain?" Rayhan bertanya lagi dengan wajah polos.

AfterlightTempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang