Part spesial karena kamu sabar menanti lama. Panjang nih.
Selamat membaca💕
***
Di suatu pagi.
"Kak, makann!! Telor ceploknya udah mateng," Nadin, pagi itu dengan baju cemong terkena cipratan minyak sedang sibuk mengangkat teflon. Uap panas mengepul begitu ia memindahkan telur yang baru matang ke piring.
Rayhan yang sedang rebahan di sofa seketika mendongak, kepalanya tertuju pada gadis yang sedang khusyuk di meja makan. Senyumnya terangkat. Ia bangun dan bergabung mengambil kursi untuk duduk.
"Telor doang gak papa ya? Sayuran habis, Nadin lupa. Besok Bibi katanya baru mau kesini," ujar Nadin sambil menuangkan nasi di piring Rayhan. Yang ditanya hanya mengangguk saja. "Ini juga enak," ucapnya.
Semenjak Nadin pulang, Tante Rina jadi lebih memperhatikan kondisi rumah mereka berdua, setelah sebelumnya Rayhan tidak terurus haha. Dulu pembantu hanya datang seminggu sekali untuk membereskan rumah, selebihnya urusan cuci baju diserahkan pada laundry. Kini pun demikian, ada Bi Ratmi yang setiap pekan datang untuk mengisi kulkas dan membereskan rumah. Namun pekerjaan umum seperti memasak, mengepel, dan lainnya masih diurus Nadin sendiri. Ia tidak ingin bermanja pada kemewahan yang diberikan Tante Rina.
Ups, Mama, maksudnya. Nadin suka kelepasan masih memanggil tante.
"Ini jam berapa, sih? Nadin ada ulangan di jam pertama, mau belajar dulu sama Fita."
Rayhan mengendikkan bahu, lalu melirik jam dinding di dekat tangga. "Tuh." Jawabnya.
Nadin menoleh menatap jam, lantas mendelik. "Astaghfirullah udah hampir setengah tujuh! Ayo Kak, makannya buruan ya abis itu anterin Nadinnya ngebut!"
Ia buru-buru menjejalkan makanan di depannya, lalu meneguk beberapa teguk air. Terburu-buru, ia lalu menaruh piring di tempat cucian hingga menimbulkan suara terbanting. Lantas ia berlari menaiki tangga dan menuju kamar untuk bersiap memakai seragam rapi. Rayhan geleng-geleng kepala, sudah tak heran.
Memang semakin lama, akan semakin terlihat sifat asli pasangan. Menikah itu seperti itu. Tidak semua baik-baik, namun sifat yang jelek juga akan keluar. Namun pernikahan bukan untuk mencari yang sempurna, tapi bagaimana agar bisa melengkapi kekurangan pasangannya. Sebagaimana Nadin menerima Rayhan, dan Rayhan menyempurnakan Nadin. \uwu/
Lima belas menit kemudian, gadis itu turun dengan seragam lengkap. "Kak ayo! Jangan lama, nanti aku telat," ujarnya buru-buru. Rayhan menghela nafas, padahal mah dia sudah siap dari tadi.
"Silakan, tuan putri.." Rayhan membukakan pintu. Nadin cengengesan, merasa bersalah karena sedari tadi memburu-buru. Mereka kemudian melaju ke SMA Persada untuk mengantar tuan putri kesiangan itu.
Hari itu, hampir dua bulan sejak Nadin pulang. Mereka kini lebih terbiasa menjalani hari berdua. Nadin yang mulai sibuk belajar di semester baru, dan Rayhan yang kini jadi pengacara. Maksudnya, pengangguran banyak acara. Hihi
Karena perkuliahan belum dimulai, Rayhan masih jadi pengangguran. Ia yang lolos SNMPTN masih punya waktu beberapa bulan sebelum resmi masuk kuliah. Kini pekerjaannya masih sibuk belajar bisnis dengan Papa. Saat ini Rayhan sedang 'internship tidak resmi' di perusahaan Papa, mencoba ikut mengelola satu cabang toko di sudut kota.
Pagi dan sore, pekerjaannya adalah menjadi supir pribadi Nadin. Kalau malam, kadang ia menjadi guru les pribadi Nadin mengajari materi pelajaran. Tidak digaji pulak.
Untung cinta.. untung sayang.
Gerbang sekolah sudah terlihat.
"Makasih Kak! Assalamualaykum!"
Nadin buru-buru keluar mobil, lalu berlari menuju gerbang yang nampak mulai ramai. Sama sekali tak sempat menatap Rayhan, yang kini keki. Sebab ia sudah menjulurkan tangannya untuk disalimi, ehh Nadinnya keburu pergi duluan. Sabar ya bangg wkwk. Ia sedikit sebal, karena biasanya Nadin tak pernah lupa untuk menyaliminya setiap mau pergi. Pagi itu ia nelangsa sekali.
KAMU SEDANG MEMBACA
Afterlight
SpiritualBagaimana perasaanmu kalau siswa paling bandel di sekolahmu, ternyata adalah suamimu? Nadina, umur 17 tahun, tahu jawabannya. Bukan dijodohkan, apalagi married by accident. Ia sadar se sadar-sadarnya, dan menerima permintaan orang yang amat berjasa...
