Chapter 1

1.3K 57 9
                                        

Langit cerah berawan menghiasi bumi dan sekitarnya, lebih tepatnya SMP Winanta di Lapangan utama yang terhampar luas sedang dilaksanakan Upacara pembukaan Most dipimpin oleh sang Ketua Osis. Kepala sekolah dan para Guru berdiri di pinggir Lapangan Sekolah.

Terdengar suara tepukan riuh akibat Kepala Sekolah yang mengakhiri pidato mengenai ucapan terimakasih dan permohonan kepada para murid baru di tahun ajaran ini yang telah masuk ke Sekolah terelit se-Jakarta dan berharap agar bisa menjaga nama baik dekolah ini sampai lulus nanti.

Gadis yang memakai name tag berwarna merah muda bertali hitam yang melingkar di lehernya bernama Hany tengah bercelingak-celinguk mencari kenalan agar tidak kesepian di dalam kelas. Namun, ia harus mengurungkan niatnya.

Sifatnya yang sangat pendiam membuatnya susah mencari teman baru, bahkan rasanya enggan untuk sekedar mengobrol kepada orang lain. Jujur saja, Hany tidak bisa beradaptasi di lingkungan baru.

Hany menatap ke barisan paling depan, terdapat dua orang siswi yang sedang bercakap ria dan tertawa bersama. Lalu, ia mengedarkan kembali pandangannya ke barisan paling belakang. Seorang siswi itu terdiam tanpa mengobrol kepada orang lain dengan kepala sedikit tertunduk. Sepertinya dia enggan untuk berbicara.

Hany menyipitkan matanya unuk memperjelas pandangan untuk melihat name tag gadis itu. Tertera 'Ajeng' di kertas berwarna merah muda tersebut. Ingin sekali Hany berkenalan dengan dia, tapi ia kurang percaya diri. Hany lebih memilih diam dan memerhatikan ke depan.

Setelah 30 menit, akhirnya Upacara selesai. Kegiatan selanjutnya yaitu masuk ke kelas masing-masing untuk diperkenalkan wali kelas yang akan siap mengajar selama satu tahun ke depan dan diberi pengarahan belajar efektif.

Tapi, Hany ingin ke toilet, bukan ke kelas!

Tanpa pikir panjang, Hany langsung berlari meninggalkan barisannya setelah meminta izin kepada salah satu Osis yang berjaga di barisan paling belakang.

Oh no! Sekarang ia berada di koridor. Hany tidak tau letak toilet. Ia lupa menanyakan kepada Kakak Osis tadi. Hany bingung memilih dua arah belokan apalagi disini sepi, ia tidak bisa bertanya kepada seseorang. Akhirnya, Hany mengikuti firasatnya untuk berbelok ke kanan.

Di koridor yang sama, terdapat seorang siswi yang tengah berlari dengan terburu-buru. Karena mereka tak saling melihat satu sama lain dan akhirnya...

Brak!

"Aduh!!" Mereka tertabrak dan Hany terjatuh menduduki lantai. Untung saja ia dapat menahan dengan kedua tangannya sehingga punggungnya tak terbentur dinding.

Saat itu, tiba-tiba ada dua Kakak Kelas berjenis kelamin laki-laki lewat di hadapan mereka.

"Aku terjatuh dan tak bisa bangkit lagi🎶." Salah satu diantaranya bernyanyi sambil berjalan dengan suara yang euh... Fals. Kemudian mereka benar-benar hilang dari pandangan.

Tersadar dari lamunan, siswi yang tak dikenalnya segera mengulurkan tangan untuk membantu Hany berdiri. Dia berkata, "Eh, sorry ya. Gue gak sengaja karena buru-buru tadi." Siswi itu menunjukkan raut wajah bersalahnya.

Hany menerima ulurannya dan berdiri. "A-ku juga minta maaf." Ujarnya sambil tersenyum canggung dan menundukkan kepala.

"Gak usah gugup juga kali. Tenang aja, gue gak bakal gigit kok." Ucap gadis itu tertawa garing.

Lalu, Hany menaikkan kepala. Alangkah terkejut ketika melihat siapa yang berdiri di depannya. "FELINA?" Teriaknya dan menunjukkan ekspresi senang dan menganga lebar.

Felina bingung mengapa gadis didepannya mengetahui namanya? Ia juga merasa perenah ketemu. Tetapi, beberapa detik kemudian ia berteriak, "HANY? LO HANY? BENERAN? GUE GAK LAGI MIMPI KAN?"

Kami Sahabat Sejati [COMPLETED]Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang