Chapter 20

223 42 2
                                        

Matahari yang tadinya tertutup oleh awan gelap, perlahan menampakkan dirinya kembali, mengeluarkan sinarnya yang bermanfaat bagi makhluk hidup.

Langit yang awalnya gelap, menjadi terang kembali.

Setetes embun jatuh dari daun pohon cemara.

"Katanya buku ini ketinggalan disini ya?" Gumam Ajeng, mengunjungi Taman belakang sekolah yang asri dan bersih biasanya ramai dengan para murid yang bermain disini. Tapi karena tanahnya becek sehabis terkena air hujan, maka mereka enggan kesini.

"Kenapa juga Felina nulis kertas ini dan dia nulis nama gue di depannya, terus diselip-selip di dalam buku ini?" Gadis itu bertanya-tanya, ia berjalan menuju kursi panjang di tengah taman ini.

Sebelum mendudukinya, Ajeng merogoh saku untuk mengambil tisu, lalu mengelap sisa air hujan di kursi ini, setelah kering ia baru mendudukinya.

Tisu itu ia buang ke tempat sampah berwarna hijau, kemudian Ajeng meletalakkan buku diary disampingnya. Gadis itu membuka lipatan kertas, membaca seluruh is tulisan ini.

Sedetik kemudian, menganga tak percaya sambil membaca seluruh tulisan ini.

Gue benci Ajeng!
Tau gak sih? Dia itu kayak sampah di tengah persahabatan kami
Selain gue; Gifta dan Luna juga benci sama dia
Ajeng suka baperan!
Ajeng sok cakep!
Sokap!
Dasar pengganggu, hama!
Pokoknya banyak yang gue benci dari lo, Jeng

Selagi Ajeng gak lihat tulisan ini
Gue bisa maki-maki dia sepuasnya, Haha!
D

ia emang terlalu bodoh, Ups

I'M FELINA
I HATE YOU, AJENG!
Lo GAK PANTES sahabatan sama KAMI!!

Deg!

Setetes air mata turun dari pelupuk mata Ajeng. Ia sangat sedih jika sahabat yang paling di percaya, ternyata tidak menyukai dalam diam.

"Jadi... Kalian semua gak suka sama gue?"

"Kenapa kalian gak bilang dari awal?"

Ajeng melipat kembali kertas tersebut dan diselipkan kembali kedalam buku tersebut dengan tangan gemetaran.

"Kamu udah sahabatan sama mereka berapa hari?"

"Tujuh hari."

"Masih baru kan?"

Ajeng kembali mengangguk.

"Dengerin ucapan Mami ya. Persahabatan kamu sama mereka kan masih baru. Mami minta jangan terlalu percaya banget, tapi cukup percaya aja. Mami takut misalkan kamu dikhianati oleh sahabatmu sendiri kamu pasti bakal marah besar. Kan juga kalian juga masih baru kenal." Ucapan Sofi membuat kepala Ajeng penuh dengan tanda tanya.

"Jadi Ajeng gak boleh sahabatan sama mereka?"

"Bukan gitu. Kamu boleh sahabatan sama siapa aja. Tapi kamu juga harus bisa jaga-jaga diri."

"Maksud Mami apasih?"

"Jika memang itu bakal terjadi. Kamu akan segera mengetahuinya karena persahabatan baru itu harus menghadapi suatu masalah."

Kami Sahabat Sejati [COMPLETED]Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang