Jam 8 pagi ini di Bandara Soekarno-Hatta, Felina hendak menjemput abangnya bernama Fahri yang mengikuti pertukaran pelajar mewakili SMP Winanta ke negara yang masih di Asia tenggara yaitu Singapura. Sekarang abangnya kelas 8 SMP, beda satu tahun dari Felina.
Felina tak menyangka abangnya merupakan salah satu murid yang terpilih. Menurutnya, abangnya hanya memiliki otak pas-pasan dan juga bukan murid teladan. Apalagi kalau ia mengingat sifat pecicilannya dan senang menjahili guru membuat Felina merasa tak yakin. Mungkin saja Fahri kebetulan terpilih. Dan ia sangat yakin, ketika Fahri berada di Singapura, pasti masih menjahili guru-guru disana.
Hari ini Felina izin untuk tidak bersekolah melalui surat izin.
Kini mobil milik Felina-ralat-milik Mamanya Felina berhenti dan sudah terparkir di tempat khusus parkiran disana. Gadis itu lupa meminta izin untuk meminjam mobil ini kepada Mamanya. Pasti sekarang Mamanya tengah kebingungan akan menggunakan alat transportasi apa untuk menuju kantor. Huh, dasar Felina.
"Tunggu dulu non!" Cegat Pak Abdul ketika Felina ingin membuka pintu mobil membuat gadis itu menghentikan langkahnya.
"Ada apa Pak Abdul? Kaos kaki saya beda warna lagi?" Felina menunduk untuk melihat kakinya, padahal ia hanya memakai sepatu sneakers tanpa kaus kaki. Gadis itu sudah biasa tak memakai kaus kaki ketika berpergian, selain ke Sekolah.
"Bukan itu. Nyonya gak bakal marah kan?" Tanya Pak Abdul.
"Saya jamin Mama gak bakal marah. Paling cuman komplain dikit doang." Ucap Felina, ia ingin membuka pintu mobil.
"Non Felina berani kesananya sendirian?"
Felina tak jadi membuka pintu mobil. "Berani." Jawabnya singkat.
"Non Felina." Panggil Pak Abdul lagi.
"Ada apa lagi?"
"Ini beneran nyonya gak bakal marah?" Tanya Pak Abdul yang sepertinya kurang percaya.
"Gak bakal pak. Mama orangnya baik, Pak Abdul kayak gak tau sifat Mama aja. Kalo masih tetep gak percaya, mending Pak Abdul cepetan jemput Mama." Saran Felina, kemudian membuka pintu mobilnya.
***
Felina duduk di kursi panjang, menunggu kemunculan Fahri yang sudah 15 menit ini tidak terlihat kehadiran cowok itu. Pandangannya yang terus bercelingak-celinguk dan seketika terhenti melihat orang yang dicarinya itu tengah bersama salah satu cowok dan dua cewek yang tak dikenalnya mengobrol dengan wanita tua berhijab. Felina pikir itu pasti guru yang memantau anak didiknya belajar di Singapura.
Lalu guru dan dua cewek itu pergi, tersisa Fahri dan satu cowok asing yang masih mengobrol dan tertawa seperti sedang menceritakan sesuatu.
Akhirnya Felina memilih berdiri dan berjalan menuju ke tempat Fahri, namun Fahri belum menyadari betul akan kehadiran Felina.
Samar-samar Felina mendengar.
"Parah banget Lo ngerjain guru disana sampai segitunya. Untung aja gurunya pada baik." Ucap temannya Fahri.
"Gapapa lah buat kenang-kenangan. Siapa tau nantinya guru-guru pada kangen sama gue yang pendiem." Ucap Fahri.
"Yoi." Jawab temannya Fahri, lalu mereka tertawa.
Makin mendekat, Felina langsung berlari dan memeluk tubuh Fahri.
KAMU SEDANG MEMBACA
Kami Sahabat Sejati [COMPLETED]
Genel Kurgu"Persahabatan sejati kami tidak akan mudah hancur bila tak ada satu pengkhianat." Berawal dari Hany, Felina, Ajeng, Alfia, Luna dan Gifta memasuki SMP Winanta. Mereka menjadi sebuah sahabat sejati dan berjanji akan saling menjaga satu sama lain. Ala...
![Kami Sahabat Sejati [COMPLETED]](https://img.wattpad.com/cover/205211547-64-k671310.jpg)