"Luna lama banget! Udah 30 menit, gak balik-balik!" Protes Gifta kepada Luna yang ternyata benar melupakan membawa barang-barang tersebut. Gifta mengira jika Luna tidak membawanya, bisa saja Luna menyuruh sopirnya untuk diantarkan ke Sekolah. Tetapi secara keseluruhan ynang dipikirkan oleh pikiran Gifta, tak ada yang benar.
"Huhh, tau nih. Gue jadi ngantuk." Alfia menguap mulutnya lebar-lebar dan menutupnya dengan satu tangan. Kali aja, ada lalat masuk kalau tidak di tutup. Alfia memejamkan matanya dan bersenderan pada bangku yang sebelahnya.
Hany mendorong bahu Alfia lumayan kencang membuat Alfia hampir terhuyung jatuh. "Jangan merem, nanti ketiduran lho." Ucapnya khawatir akan Alfia yang cepat tertidur dan sudah dipastikan susah dibangunkan.
"Iya, iya." Jawab Alfia kesal.
"Gue juga ngantuk, Al, Han. Tapi ya gitu, gue berusaha gak merem dari tadi." Ucap Gifta.
Kalau semuanya gagal, percuma sudah begadang sampai malam dan akhirnya tidur jam 3 pagi demi chatan di grup yang baru dibuat semalam untuk bertanya-tanya mengenai sekarang. Misalkan gagal, ya terpaksa persahabatan ini tidak bisa terbentuk sepertia awal pertemuan yang tenang tidak terkena masalah. Sekarang ini adalah waktu yang tepat untuk menghilangkan kesalahpahaman.
Kini, mereka memilih berkumpul terlebih dahulu di taman ini yaitu taman yang pernah dikunjungi oleh mereka untuk bertemuan sebelum pergi bersama ke Mall Gandaria City. Masih ingat kah?
"GIFTA, HANY, ALFIA, GUE UDAH AMBIL BARANG INI NIH!" Teriak Luna dari kejauhan dan turun dari mobilnya lalu berlari menuju keberadaan mereka.
"JANGAN LARI LUN, NANTI MALAH RUSAK ISINYA." Teriak Alfia khawatir dengan yang dibawa Luna bukan orang yang bawanya.
"Pinter, Lo kasih tau Luna." Puji Gifta, tapi entah kenapa ia justru menjitak Alfia.
"Aduh duh kok gue dijitak?" Tanya Alfia menaikkan nadanya.
Luna menghampiri mereka dengan membawa kantung kresek hitam. "Kayaknya gue kecepetan deh dateng kesini. Gapapa deh, yang penting kalian gak nungguin lama." Ucap Luna.
"Iya cepet banget Luna. Aku aja gak nyangka lho." Ucap Hany berbinar-binar.
Gifta mendengus sebal. "Mujinya nanti Han. Kita siap-siap dulu!" Perintah Gifta.
"Aku nanti dulu." Hany berdiri. "Soalnya aku mau ke kamar mandi." Ia langsung lari terbirit-birit tanpa mau mendengar ucapan Gifta.
"Kalo begitu ayo kita duluan kesana." Ajak Gifta.
"Gue--emm-- gue juga nanti dulu." Ucapnya dengan ragu, lalu memalingkan wajah kesana.
"Oke. Kita duluan yaaaa." Luna berjalan bersama Gifta.
Alfia menatap mereka dari kejauhan. Entahlah apa yang tengah dipikirkannya.
***
Sebuah headset tersumpal di telinganya. Ia tidak memedulikan dengan suruhan ke tempat itu. Katakan saja ia malas dan egois, baginya tidak peduli kalau mereka menyebutnya begitu.
Ia juga tak berani sendirian ke Mall. Toh, lagian kenapa harus mengajak bertemuan kesana? Seingat Ajeng, Mall Gandaria City adalah tempat yang pertama kali mereka kunjungi atau bermain bersama, menikmati wahana Timezone dan menonton bioskop disana.
KAMU SEDANG MEMBACA
Kami Sahabat Sejati [COMPLETED]
General Fiction"Persahabatan sejati kami tidak akan mudah hancur bila tak ada satu pengkhianat." Berawal dari Hany, Felina, Ajeng, Alfia, Luna dan Gifta memasuki SMP Winanta. Mereka menjadi sebuah sahabat sejati dan berjanji akan saling menjaga satu sama lain. Ala...
![Kami Sahabat Sejati [COMPLETED]](https://img.wattpad.com/cover/205211547-64-k671310.jpg)