Sekitar dua bulan lebih mereka benar-benar menjauh, terutama Alfia. Padahal satu Minggu lagi kepulangan Ajeng dan Hany ke Indonesia selepas mengikuti pertukaran pelajar. Jika keduanya mengetahui kondisi saat ini, pasti keduanya akan kecewa berat karena mereka tidak bisa menepati janji.
Dan hari ini adalah hari Senin, dimana sekarang adalah semua murid SMP Winanta melaksanakan UKK serempak untuk menentukan nasib akhir peserta didik karenanya harus sungguh-sungguh belajar dan berkonsentrasi dalam menyelesaikan soal.
"Manfaatkan waktu yang tersedia untuk memikirkan jawaban dari soal yang tersedia dan bersikap jujur." Pesan guru yang menjaga kelas 7-2. "Jika ada soal yang membingungkan, tanya sama saya! Jangan tanya sama temannya!"
"Baik, Bu." Jawab semua murid bersamaan. Setelahnya fokus terhadap kertas yang telah diberikan.
Tapi baru lima belas menit menit waktu mengerjakan, Felina berdiri dari kursinya lalu berjalan ke depan dengan membawa kertas ulangannya.
"Bu, nomer tujuh sebenarnya hitung Aljabar atau himpunan? Kok membingungkan banget sih?" Felina memperlihat nomor tujuh kepada Bu Lita.
"Maaf ya, saya bukan guru matematika. Jadi saya gak bisa ngeralat soal." Jawab Bu Lita karena dia adalah guru seni.
"Oh oke, Bu. Makasih." Jawab Felina dengan hati kecewa dan kembali ke tempat duduknya. Bukannya tadi disuruh bertanya kan? Huh untung saja guru. Sabar Fel.
"Shtt. shtt." Fikar memberikan kode kepada Felina yang menjadi teman sebangkunya. Tatapan mata Fikar masih tertuju kepada kertas agar tidak terlihat mengobrol.
Felina menengok. "Hah?"
"Nomer sembilan kenapa jawabannya ada dua?" Tanya Fikar sembari memerhatikan soal.
"Bentar dulu." Kertas milik Felina segera dibalik untuk melihat soal nomor 9 dan benar apa yang dikatakan oleh Fikar kalau jawaban yang sama di pilihan ganda. "Menurut gue sih pilih salah satu aja." Bisik Felina dengan suara yang kecil.
"Hah?"
"Pilih salah satu."
Brak!
Bu Lita menggebrak meja sehingga membuat Felina dan Fikar terkejut. Tidak hanya mereka saja, tapi semuanya juga. "Baris ke empat, meja ke dua, kenapa kalian ngobrol!? Kan saya sudah bilang diawal tadi, kalo ada soal yang membingungkan tanya aja sama saya!" Marahnya.
Tatapan semua murid langsung tertuju kepada meja Felina dan Fikar.
Fikar berdiri dari tempat duduk dan berjalan ke meja Bu Lita, tak lupa dengan membawa soal. "Bu, nomer 9 kok jawabannya ada dua?"
Bu Lita merebut soal tersebut dan langsung mengamati. "Aduh, maaf ya saya bukan guru matematika. Jadi saya gak bisa ngeralat soal. Tunggu aja guru piket datang kesini, nanti baru tanya." Guru itu menyerahkan kembali soal itu ke tangan Fikar.
Fikar membalikkan badan dan raut wajahnya langsung kecewa, persis seperti Felina. Serasa diprank sama guru. Batin Fikar kesal.
Sementara semua murid berusaha menahan tawa yang siap membludak. Jika ada yang ketahuan ketawa, pasti disuruh keluar sama Bu Lita.
Tapi tidak dengan dua orang. Diam-diam Gifta melempar tatapan sinis kepada Alfia walau ditengah-tengah dia mengerjakan soal. Itu sebabnya membuat Alfia tak nyaman di posisinya hingga konsentrasi langsung berantakan.
***
"Yey, Indonesia. I really miss this country! Huhu" Jerit Hany yang sekarang ini dia sudah tiba di Bandara bersama dengan yang lainnya. "Em, why they are not here?" Tanya Hany baru sadar jika tidak ada keluarga dan sahabatnya yang menunggu disini.
KAMU SEDANG MEMBACA
Kami Sahabat Sejati [COMPLETED]
Ficção Geral"Persahabatan sejati kami tidak akan mudah hancur bila tak ada satu pengkhianat." Berawal dari Hany, Felina, Ajeng, Alfia, Luna dan Gifta memasuki SMP Winanta. Mereka menjadi sebuah sahabat sejati dan berjanji akan saling menjaga satu sama lain. Ala...
![Kami Sahabat Sejati [COMPLETED]](https://img.wattpad.com/cover/205211547-64-k671310.jpg)