Epilog

263 35 39
                                        

Gue ngerasa ini kayak mimpi sumpah, akhirnya keinginan gue terwujud. Gue bisa sabar dan tabah melewati masalah ini. Gue bisa melawan penyakit gue dengan suka dan duka, berkat dukungan kalian. Dan jujur persahabatan ini yang paling gue inginkan sejak lama, yaitu ketika ada masalah datang hingga semuanya berubah dan bertengkar, tapi nyatanya diakhir ini mereka datang dan meminta maaf. -Alfia


Gak nyangka gue, Alfia bisa maafin kesalahan Kak Iva dan gue. Hati dia terbuat dari apa sih? Padahal dia yang paling banyak kena masalah daripada yang lainnya. Sekarang hati gue bener-bener tulus menerima kalian. Kalian adalah sahabat gue -Gifta

Aku juga gak nyangka. Dulu aku bisa membantu mereka diam-diam, walaupun awalnya aku ragu. Tapi berkat ada orang-orang yang mendukungku di belakang, aku jadi Hany yang pemberani untuk mengumpulkan fakta-fakta itu. Seperti video Clarissa dan Chika contohnya. Dan karena mereka berdua, aku ngerti bagaimana cara menyatukan semuanya kembali. Hingga sampai akhir ini, tugasku selesai. -Hany

Dulu gue inget, pas awal kita ketemu. Entah kenapa kita gak ngerasa canggung dan ngerasa kalo kita udah kenal lamaaa banget. Dan gue juga inget, waktu gue marahan sama Ajeng akibat masalah sepele. Ternyata mereka ngasih kejutan yang saat itu tanggal ulang tahun gue sama Ajeng barengan, meski kenyataannya pikiran mereka tidak tertuju kesitu. Ah pokoknya gue kangen masa-masa awal. -Felina

Besar nanti kita bisa nggak ya kayak gini? Apa kita harus berpisah? Dan yang gue pernah denger katanya Alfia akan tinggal di Jerman untuk selamanya, tapi sampai saat ini gue gak tau kepindahan dia kapan. Oh ya, gue inget banget Taman Bintara. Itu adalah satu-satunya taman terbaik yang pernah gue kenal dimana disana adalah tempat pertama kali kita kunjungi. -Ajeng

Awalnya gue gak yakin kita akan bisa berbaikan karena masalahnya udah beraaattt banget. Tapi pikiran gue salah ternyata FAGLAH masih bisa bertahan karena  mereka memiliki hati yang tulus untuk memaafkan. Terimakasih FAGLAH -Luna

Dewasa nanti mungkinkah kisah persahabatan ini tetap masih bertahan?

Hanya satu harapan yakni kesetiaan. Dan kesetiaan itu ditangan mereka sendiri.

***

Hujan telah reda. Namun masih terlihat bekas hujan tadi. Keenamnya berjalan dengan santai layaknya tidak peduli dengan baju mereka yang basah, sehingga dapat menarik perhatian orang-orang disekitarnya.

Jalan yang kini mereka lewati, air bekas hujan agak naik, kira-kira lewat sedikit di atas mata kaki.

Hingga di pertigaan, mereka bertemu dengan Fahri dan Raefal yang tengah berjalan. Terlihat Raefal membawa pel-pelan pada tangan kanannya, lantas membingungkan mereka.

"HALO KAK FAHRI, KAK RAEFAL!" Teriak Luna membuat telinga bagi yang mendengarnya langsung nyut-nyutan. Karena mereka sudah jarang mendengar mendengar teriakan Luna.

Raefal dan Fahri langsung tersadar. "HALOOOO!" Ucap kedua cowok itu kompak dan langsung menghampiri mereka.

"Kak Raefal ngapain bawa pel-pelan?" Tanya Ajeng penasaran.

"Ooh ini buat nyangkul." Jawab Raefal asal menunjukkan pel-pelan dan mereka mengangguk mengerti, padahal itu bukan asli jawabannya.

Kami Sahabat Sejati [COMPLETED]Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang