Hari Senin biasanya menjadi hari yang paling di benci oleh sebagian orang. Karena kemarinnya hari Minggu dimana hari yang cocok untuk bermalas-malasan melakukan sesuatu alias menjadi kaum rebahan, entah dari kalangan pelajar maupun kalangan umum.
Felina termasuk salah satu kaum rebahan menyetujui alasan tersebut. Bagaimana dengan kalian?
Jika saja Fahri tidak membangunkan Felina, pasti Felina memilih untuk tidak masuk sekolah dengan embel-embel sakit. Tapi karena Fahri termasuk anggota OSIS di sekolah, bisa saja mungkin Fahri akan melaporkan kepada Bu Mira kalau Felina malas ke sekolah.
Jadi jangan macam-macam sama Fahri, oke!
Felina mengambil laptopnya untuk dibawa ke sekolah karena ada tugas bahasa Inggris yang harus dikumpulkan hari ini. Kemudian Felina mengambil tas ransel lalu ia keluar dari kamar sambil menenteng laptop.
"Mama! Aku mau berangkat sekolah dulu ya." Felina menyalimi tangan Dania, sementara wanita itu hanya berdehem tanpa menengok Felina. Karena Dania tengah menonton sinetron.
Sebenarnya Felina ingin ikutan, tapi karena sudah jam segini, terpaksa Felina harus berangkat ke sekolah, sebelum gerbang ditutup.
"Assalamualaikum." Felina mengucapkan salam lalu segera berjalan menuju pintu utama.
"Waalaikumsalam."
Saat Felina sudah berada diluar, ia tidak melihat Fahri. Padahal tadi abangnya sudah bilang akan berangkat bersama. Dan itu artinya Felina harus berangkat menggunakan angkot karena mobil Dania dibawa oleh Fahri dan sopirnya. Hm.. gak ngajak-ngajak nih.
"Ah, cobaan apalagi ini!" Protes Felina kesal menghentak-hentakkan kakinya ke tanah sambil berjalan menuju halte yang jaraknya lumayan dekat dari rumah. Namun sial ditambah sial, disana ada Hany yang tengah berdiri sembari menengok arah kanan.
"Kenapa sih gue harus ketemu Hany!?" Dumal Felina kesal dengan wajah cemberut. Pagi-pagi saja moodnya sudah hancur duluan. Ini semua salah Fahri! Cowok itu yang pantas untuk disalahkan!
Felina berdiri di samping Hany berjarak dua meter. Felina menggosok-gosok pergelangan tangannya sambil melirik kanan-kiri, menunggu angkot. Menunggu tanpa kepastian itu memang berat.
Pandangan Felina dan Hany bertemu secara tak sengaja, namun Hany yang lebih dulu mengalihkan pandangannya membuat alis Felina mengernyit. Tumben. Batinnya begitu. Biasanya Hany bertemu sama orang yang dia kenal, pasti nyapa.
Tapi bodoamat lah. Bukannya itu bagus? Memangnya Felina mengharap disapa Hany? Ihh ogah amat. Felina mengedikkan bahu dan menggelengkan kepala ogah-ogahan. Sementara tangannya mulai pegal karena digunakan untuk menenteng laptop.
Dari kejauhan terlihat angkot mengarah kesini dan kemudian berhenti tepat di depan Felina dan Hany. Terlihat hanya tiga orang saja yang berada di dalamnya.
Felina menghela napas lega. Ada jaminan untuk tidak duduk disampingnya Hany. Felina segera naik dan duduk paling pojok, baru kemudian Hany. Dia memilih duduk didekat pintu.
Selama angkot berjalan, suasana hening terjadi. Semuanya memilih diam dan sibuk sendiri-sendiri.
Hingga beberapa menit kemudian angkot berhenti tepat didepan sekolah. Nampaknya Hany ingin terburu-buru turun dari sini, setelah dia membayar, dia berlari memasuki area sekolah.
Felina memilih turun paling terakhir agar tidak terburu-buru. Setelah membayar, Felina memasuki sekolah dengan berjalan santai. Pandangannya tiba-tiba tertuju ke pinggir lapangan, dimana Felina menemukan Fahri dan Raefal yang tengah bermain lari-larian. Mungkin saja mereka lagi mencari target.
KAMU SEDANG MEMBACA
Kami Sahabat Sejati [COMPLETED]
General Fiction"Persahabatan sejati kami tidak akan mudah hancur bila tak ada satu pengkhianat." Berawal dari Hany, Felina, Ajeng, Alfia, Luna dan Gifta memasuki SMP Winanta. Mereka menjadi sebuah sahabat sejati dan berjanji akan saling menjaga satu sama lain. Ala...
![Kami Sahabat Sejati [COMPLETED]](https://img.wattpad.com/cover/205211547-64-k671310.jpg)