Foto keluarga berukuran besar di ruang tamu membuat Gifta sedih ketika terus memperhatikannya. Foto orang tuanya dan dirinya sendiri yang tengah tersenyum bahagia. Namun yang ia sedihkan yaitu kedua orangtuanya pergi bekerja ke luar kota kurang lebih satu Minggu. Jadi dirumah ini tidak ada orang selain Gifta.
Makanya itu, Gifta mengajak Hany, Alfia dan Luna untuk kesini agar ada yang menemani. Oh ya... Walaupun sendirian di rumah yang lumayan besar ini, Gifta tidak takut sama sekali apalagi kalau di malam hari. Bisa dibilang sih Gifta terlalu berani sendirian di rumah ini, padahal usianya baru memasuki remaja.
Gifta mengaduk jus jeruk di gelas, lalu ia meminumnya. Jam sudah menunjukkan pukul 03.55 sore. Berarti sebentar lagi mereka akan datang.
Beberapa menit kemudian, benar saja apa yang dipikirkan oleh Gifta. Bel rumahnya berbunyi berkali-kali disertai dengan suara teriakan seseorang yang berhasil mengejutkan Gifta.
"ASSALAMUALAIKUM GIFTAAAA. LO ADA DI RUMAH ENGGAK?"
Gifta hampir saja menyemburkan minumannya dan mengelus dada sabar. Kemudian ia segera berdiri dan langsung membukakan pintu dengan kesal akibat teriakan yang ia yakini berasal dari Luna.
"GIF..." Luna berhenti berteriak ketika pintu telah terbuka dan mendapati sosok pemilik rumah yang tengah dicarinya.
"Apa?" Gifta bersidekap dada.
"Lo ada dirumah gak?" Luna justru mengulang pertanyaan dari Luna. Padahal jelas sekali Gifta berdiri dihadapannya.
Gifta memutar bola matanya malas. "Masuk!" Gadis itu tidak menjawab pertanyaan Luna dan lebih memilih mempersilahkan nya masuk ke dalam.
Luna merasa kesal akibat pertanyaan yang menurutnya sangat penting itu tidak dijawab oleh Gifta. Namun ia hanya memendamkan kekesalannya di dalam hati daripada marah-marah tak jelas.
Luna menduduki sofa setelah dipersilahkan untuk duduk.
"Mau minum apa?" Tawar Gifta.
"Es air panas." Jawab Luna cepat. Otaknya tiba-tiba memunculkan itu, jadi ia langsung menjawabnya.
"Hah?" Gifta melongo, terheran-heran.
Luna menutup mulutnya yang asal nyeplos. "Ehhhh gak jadi. Jus jeruk aja deh." Ulang Luna.
Akhirnya Gifta pergi menuju ke dapur.
Daripada bosan, lebih baik Luna memainkan ponsel. Ia tersadar akan sesuatu lalu pandangannya beralih menatap keseluruhan isi ruangan ini dan pandangannya berhenti pada foto besar yang terpajang di dinding. "Orangtuanya Gifta kemana?" Tanyanya kepada dirinya sendiri.
***
Hany mengendap-endap keluar dari rumahnya, walaupun Anin sudah pergi keluar untuk ikut arisan, tetapi gadis itu tetap memperhatikan langkahnya lalu ia mengunci rumahnya terlebih dahulu.
Saat ia ingin menelpon sopirnya untuk ke rumah, Hany menemukan Felina yang sedang menyiram bunga. Felina terlihat berseri-seri seperti tidak ada masalah yang tengah melandanya.
Hany tak bisa menahan diri untuk menyapa Felina. Ia sengaja mencoba memanggil Felina autuk mengetahui mungkinkan dia merespon?
KAMU SEDANG MEMBACA
Kami Sahabat Sejati [COMPLETED]
General Fiction"Persahabatan sejati kami tidak akan mudah hancur bila tak ada satu pengkhianat." Berawal dari Hany, Felina, Ajeng, Alfia, Luna dan Gifta memasuki SMP Winanta. Mereka menjadi sebuah sahabat sejati dan berjanji akan saling menjaga satu sama lain. Ala...
![Kami Sahabat Sejati [COMPLETED]](https://img.wattpad.com/cover/205211547-64-k671310.jpg)