Hari ini merupakan hari terakhir most. Dimana para murid akan melakukan pembelajaran setelah most berakhir. Para siswi agak bersedih karena mereka tidak akan bisa melihat Kakak kelasnya yang cogan-cogan.
Disinilah siswa-siswi sedang melakukan upacara penutupan most. Lalu, dilanjutkan dengan Demos yang ditampilkan oleh Kakak kelas mereka. Sesudah Demos berlangsung, mereka mengakhirinya dengan tepuk tangan yang cukup meriah.
Para muris mulai mengatur barisan untuk memasuki kelas masing-masing. Mereka berjalan dengan sangat tertib.
Felina, Gifta, Ajeng, Alfia, Luna dan Hany telah berada di kelas. Seperti ada yang berbeda hari ini. Tampaknya mereka semua tidak bercanda ria seperti kemarin.
"Fel." Panggil Hany.
"Apaan sih?" Jawab Felina ketus dengan mata yang sangat sinis.
"Gak jadi." sergah Hany mulai takut dengan ekspresi Felina yang menurutnya menyeramkan.
Felina berdiri lalu bertukar posisi dengan anak perempuan yang memakai kacamata di pojok belakang. Hany yang melihatnya hanya bisa menghela nafas.
"Hai kenalin namaku, Chika." gadis yang mengaku bernama Chika itu mengulurkan tangannya.
"Aku Hany." Balas Hany dengan mengulurkan tangan kembali.
Kemudian Hany melirik ke belakang, menanyakan apa yang sedang terjadi sekarang. Mengapa sikap Felina berbeda?
"Lun, Gif." Panggil Hany kepada Luna dan Gifta
"Berisik banget sih lo, Han!" Bentak Gifta membuat Hany takut.
Hany membalikkan badannya ke depan kembali menghela nafas. Chika melihat Hany merasa kasihan.
"Han, kamu punya nomor Watshapp, gak?" tanya Chika berusaha mencairkan suasana.
"Punya." Jawab Hany.
"Bagi nomornya." Pinta Chika.
Hany menulis nomornya dikertas selembar. Lalu, ia memberikannya kepada Chika yang dibalas senyuman dari Chika.
***
Ajeng dan Alfia sedang ke toilet. Mereka berdua menemukan Hany yang sedang mencuci muka. Hany yang melihat mereka berdua dari cermin menengok ke belakang. Tetapi, Ajeng dan Alfia mengabaikan dirinya.
"Ajeng, Alfia." Sapa Hany dengan tersenyum cerah. Ajeng dan Alfia pura-pura tidak mendengar sapaan Hany.
Hany menjadi sedih karena merasa diabaikan oleh kelima sahabatnya. Tetapi, ia berusaha menghilangkan pikiran buruk dari otaknya. Ia berjalan keluar menuju ke Kantin.
Dari kejauhan ia melihat Luna, Felina dan Gifta sedang menertawakan sesuatu. Hany mendekat ke arah mereka.
"Ngakak Gue." Ujar Gifta tertawa terpingkal-pingkal disusul dengan tawa Felina dan Luna.
Ketika Hany duduk suasana itu tiba-tiba hilang menyisakan kesunyian. Gifta dan Luna tak peduli kedatangan Hany. Sedangkan Felina dengan mata sinis menatap Hany.
Hany yang merasa ditatap seperti itu mengerutkan dahi. Bingung. Ia memberanikan diri bertanya yang membuatnya penasaran dari tadi.
"Kenapa sih Fel, kamu natapin aku sinis begitu? Ada masalah?" tanya Hany.
"Tanya aja sama diri Lo sendiri." Jawab Felina sinis lalu pergi meninggalkan Hany yang berdiam diri tersebut. Gifta dan Luna mengikuti dibelakangnya.
Jleb!
Hany seperti sudah tak mengenal sifat Felina. Sahabat kecilnya itu sangat berbeda dari hari sebelumnya.
Hany tambah bingung. Salah apa dirinya? Sampai ia diabaikan oleh sahabat sendiri. Terakhir ia masih akrab waktu bermain dirumah Felina. Tetapi, ia tak mengingat satupun dimana letak kesalahannya. Kalau ada salah ia pasti akan segera meminta maaf.
KAMU SEDANG MEMBACA
Kami Sahabat Sejati [COMPLETED]
Ficción General"Persahabatan sejati kami tidak akan mudah hancur bila tak ada satu pengkhianat." Berawal dari Hany, Felina, Ajeng, Alfia, Luna dan Gifta memasuki SMP Winanta. Mereka menjadi sebuah sahabat sejati dan berjanji akan saling menjaga satu sama lain. Ala...
![Kami Sahabat Sejati [COMPLETED]](https://img.wattpad.com/cover/205211547-64-k671310.jpg)