Kelas 8-1, yakni kelasnya Raefal dan Fahri kini sangat berisik dan berantakan. Meja dan kursi sudah tidak berada di tempatnya lagi, pokoknya acak-acakan dan siswa maupun siswi berbaur menjadi satu untuk mengadakan konser dadakan di dalam kelas.
Sebab guru yang mengajar tidak masuk lantaran sakit, jadi ini adalah kesempatan terbaik untuk mengadakan konser tanpa ketahuan oleh guru. Namun sebelum dimulai, Fahri mengunci pintu dulu agar tidak ada yang melihat kegiatan semua anak kelas 8-1 saat ini.
Ratu, siswi pemilik suara terbagus langsung digeret maju ke depan oleh teman sebangkunya dan tak lupa membawa mikrofon. Empat siswa bertugas memegang sapu sebagai pengganti gitar, dua siswa memegang galon sebagai ganti gendang dan ada juga yang membawa ember dan pel-pelan.
"Sudah siap semuanya?" Teriak Ratu dengan percaya dirinya berdiri diatas meja seakan tugas dia lebih tinggi dari yang lainnya. Semuanya langsung bersorak dengan membunyikan barang yang dipegangnya.
Pokoknya suasananya pecah banget. Entahlah bagaimana kelas ini bisa menjadi tempat konser saat jamkos tiba. Hanya mereka dan tuhan yang tahu alasannya.
"Akang gendang.” Teriak Ratu justru mengikuti Tiktok yang sedang viral. Sebagian dari mereka memukul-mukul meja, galon, ember dan yang lainnya. "Kalo saya bilang muter, muter ya." Perintahnya.
"Em muter muter muter---" Ketika Ratu baru setengah muter-muter, tiba-tiba terdengar celotehan Raefal yang membuatnya langsung berhenti.
"Ini mau konser atau mau tiktokan?" Celoteh Raefal bermaksud menyindir. Cowok itu sudah menenteng galon sambil duduk di lantai. Semuanya menyoraki Raefal karena telah menghentikan suasana tadi. "Apa sih!? Apa?" Tanyanya sok galak.
"Yaudah deh langsung aja mulai." Jawab Ratu merengut lalu kelas kembali berisik karena mereka membunyikan barang-barang, membayangkan itu sebagai alat musik.
"EVERYTHING HAS CHANGED. IT ALL HAPPENED FOR A REASON. DOWN FROM THE FIRST STAGE. IT ISN'T SOMETHING WE FOUGHT FOR." Teriak Ratu sambil memejamkan mata menikmati bait lagu. Lagu Lathi-Weird Genius membawanya seperti tengah konser di atas panggung.
"NEVER WANTED THIS KIND OF PAIN. TURNED MYSELF SO COLD AND HEARTLESS. BUT ONE THING YOU SHOULD KNOW." Ucapnya semakin keras dan musik pun juga ikutan semakin ramai karena sudah mau memasuki reff.
"KOWE RA ISO MLAYU SAKA KESALAHAN, AJINING DIRI ANA ING LATHI." Semuanya ikut-ikutan bernyanyi. Mereka tak sadar jika sedari tadi, suaranya sudah sampai ke kelas sebelah.
"TENG. TENG. TENGTENGTENGTENGTENGTENGTENGTENG. TENG. TENGTENGTENGTENGTENGTENGTENGTENG. TENG. TENG. TENGTENG" Ucap semuanya secara bersamaan. Memang di kelas ini selalu mengutamakan kekompakan dan keakuran satu sama lain, jadi jangan heran jika tidak ditemukan murid pendiam disini. Karena julukan murid pendiam sudah ternodai oleh ajakan Ratu, Fahri, Raefal dan kawan-kawan.
Tok.. Tok.. Tok..
Pintu diketuk sebanyak tiga kali membuat suasana kelas yang ramai berubah menjadi awkward dan terdiam sejenak.
Semuanya langsung lari dengan memasang wajah panik. Duduk di tempat masing-masing sambil merapikan tempatnya. Ratu pun turun dari meja lalu ia menarik meja itu ke tempat asalnya, hampir saja mikrofon yang ia pegang terjatuh.
"Ah ilah. Lagi suasananya begini, pake ada yang ngetok-ngetok segala! Siapa sih? Pengen gue tonjok orangnya!" Fahri segera memasukkan kunci ke lubangnya dengan cepat karena pintu kembali diketuk.
"Iya tunggu." Ucapnya malas, sementara semuanya sudah duduk dan ada yang tengah menahan tawa.
Akhirnya pintu terbuka dan Fahri menganga terkejut ketika melihat Pak Bohit dengan kepala bersinarnya, berdiri dan tak lupa memasang tatapan tajam. "Tadi kamu bilang, mau tonjok saya!?" Tanyanya marah.
KAMU SEDANG MEMBACA
Kami Sahabat Sejati [COMPLETED]
General Fiction"Persahabatan sejati kami tidak akan mudah hancur bila tak ada satu pengkhianat." Berawal dari Hany, Felina, Ajeng, Alfia, Luna dan Gifta memasuki SMP Winanta. Mereka menjadi sebuah sahabat sejati dan berjanji akan saling menjaga satu sama lain. Ala...
![Kami Sahabat Sejati [COMPLETED]](https://img.wattpad.com/cover/205211547-64-k671310.jpg)