Chapter 9

319 38 9
                                        

Sinar matahari perlahan memasuki celah-celah kamar membuat Hany terbangun dari mimpi indahnya. Pertama yang ia lihat adalah sahabatnya yang tidur sekamar dengan Hany. Kebetulan kamar Hany sangat luas jadi mereka bisa tidur bersama.

Kedua, Hany melihat jam di dinding kamarnya yang menunjukkan pukul 04.00 yang artinya ia harus mandi terlebih dahulu. Lalu, ia melaksanakan kewajibannya sebagai seorang muslim yaitu shalat shubuh.

Hany kembali ke kamar dan membangunkan semua sahabatnya. Felina terbangun lebih dulu. Lalu Felina berjalan ke kamar mandi dengan mata yang masih terpejam, Hany yang melihatnya hanya bisa menggeleng-geleng saja.

"Aduh!" Tanpa sengaja kepalanya terbentur dinding, lalu ia meraba permukaan dinding tersebut seraya berkata. "Tembok awas gue mau lewat! Jangan ngalangin langkah gue napa! Nyebelin banget sih lo!" Felina berbicara dengan tembok yang tentu saja tidak akan dibalas oleh temboknya sendiri. Lalu ia berjalan keluar dari kamar.

Hany tertawa kecil. Kemudian pandangannya beralih ke Gifta dan Ajeng yang posisi tidurnya bersebelahan berniat membangunkan dari tidur. Ia menyenggol lengan mereka dan berkata, "Gifta, Ajeng! Bangun udah pagi."

Gifta dan Ajeng hanya berdeham, kemudian mereka bangkit dari tidur dan langsung menuju kamar mandi lantai satu di rumahnya.

"Alfia, Luna! Bangun." Ucap Hany tetapi tidak ada pergerakan dari mereka berdua.

"Alfia! Luna! Mau sekolah gak?!" Teriak Hany cukup menggelegar.

"Emang ini jam berapa?" Tanya Luna dengan suara yang lirih seperti masih berada di alam mimpi.

"Jam enam." Jawab Hany singkat dan jelas.

"Jama enam sore kan? Yaelah santuy, kita sekolah pagi bukan sore." Jawab Luna seakan tidak mengerti apa yang sedang terjadi.

"Ini udah pagi, Luna!"

"Bentar ah, gue lagi nonton konser BTS dulu, ada Oppa Jungkook disana." Ucap Luna ngawur masih terbawa mimpi.

Hany menggarukkan kepala tanda tak paham. Di otaknya banyak pertanyaan mengenai siapakah BTS itu?

Felina memasuki kamar Hany kembali dengan keadaan yang berbeda dari bangun tidur, ia berdecak ketika Alfia dan Luna masih terlelap dalam tidurnya sedangkan sang pemilik kamar sibuk membangunkan mereka.

Felina sudah menyiapkan ancang-ancang berteriak dan mengeluarkan tenaga extra full. "ALFIA! LUNA! KEBAKARAN! ADA KEBAKARAN HUTAN DISINI! CEPET LO BERDUA BANGUN KALO GAK MAU TENGGELEM DI AIR!" Teriaknya. Untung saja, orang tua Hany sudah pergi keluar kota setelah perayaan ulang tahun yang diselenggarakan semalam.

Yap! Jurus yang dikeluarkan Felina ternyata ampuh membangunkan dua makhluk yang mempunyai kesamaan yaitu sama-sama susah dibanguni kalau lagi tidur.

"APA?! KEBAKARAN?" Teriak Alfia shock.

"KITA HARUS SIAPIN PELAMPUNG! BIAR GAK TENGGELAM DI API!" Teriak Luna sedikit gesrek dengan menggebu-gebu.

Alfia dan Luna berlari-larian tak jelas kesana-kemari dengan memasang wajah panik dan mata masih terpejam. Entahlah mereka bermimpi tentang apa sehingga sangat susah sekali dibangunkan.

Felina dan Hany memasang wajah datar dan semakin kesal, namun keduanya masih terdiam di tempat, tak melakukan pergerakan atau berniat untuk memberitahu yang sebenarnya.

Kami Sahabat Sejati [COMPLETED]Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang