Chapter 24

191 43 3
                                        

Kringgggg....

Kringg.....

Jam weker terus berbunyi keras di ruangan ini. Gadis itu mendengus dan langsung mematikan jam weker yang memekikkan telinga dengan mata masih terpejam. Ia belum benar-benar siap menyambut indahnya pagi hari ini.

"Ini udah jam berapa sih?" Gumamnya pelan. Ia mengerjakan matanya berkali-kali menerima cahaya lampu yang masuk ke dalam retina matanya. Setelah dirasa sadar sepenuhnya, ia melihat jam weker tersebut.

"APA?!" Pekiknya kaget saat melihat jarum jam yang menunjukkan pukul setengah tujuh. Perasaan semalam, ia memasang jam weker ini sekitaran jam 4. Sekarang, ia melewatkan kewajiban bagi muslim. Oh no! Apa yang terjadi denganmu Felina?

Felina tak mengerti kenapa bisa telat bangun. Sementara semalam ia tertidur diatas jam delapan.
Namun sekarang ia justru kesiangan dan dijamin akan mendapat kejutan mengejutkan yang akan di terima di Sekolahnya nanti ataukah akan diomeli habis-habisan oleh Mamanya.

Dengan gerakan cepat tanpa bertele-tele, Felina turun dari kasur, melipat selimutnya terbaru-buru lalu mempersiapkan pakaian Sekolah.

Seluruh tenaga sudah Felina siapkan untuk tidak terlambat ke sekolah walau berbagai bencana yang nantinya akan menimpanya. Seandainya Doraemon itu nyata, ia pasti akan meminjam pintu kemana saja atau baling-baling bambu. Tetapi ia sadar, kalau ini dunia nyata bukan animasi.

Dan ia harus ikhlas untuk hari ini.

Sebelum memasuki kamar mandi, Felina sempat berteriak memanggil Mamanya yang sama sekali tidak membangunkannya. "MAMA! KOK GAK BANGUNIN AKU SIH?" Teriaknya menggebu-gebu.

Langsung saja di jawab oleh Mamanya Felina dengan suara teriakan juga. "BUKANNYA SEKARANG TANGGAL TUA?"

Felina mematung, seakan dunianya telah berhenti.

***

"Aku pergi dulu Ma!!" Felina langsung berlari dan melupakan sesuatu penting karena dipikirannya ia ingin mengejar waktu.

Tetapi beberapa langkah ketika ingin menaiki mobil, ia membalikkan badan dan kembali lagi menuju Mamanya, Dania yang bersidekap dada di pintu.

"Hehe... Lupa, Ma." Felina cengengesan lalu menyalimi tangan Dania agar tidak terkena sial saat nantinya tiba di Sekolah.

"Dari tadi Mama liatin." Sahut Dania membuat Felina merasa sedikit bersalah.

Felina segera berlari setelah mengucapkan salam kemudian memasuki mobilnya yang sudah terparkir disana dengan suara mesin mobil yang menyala. "Jalan, Pak." Suruh gadis itu tergesa-gesa kepada Pak Sopir di depannya.

"Tapi non..." Pak Abdul ingin memberitahu tetapi dicegat oleh Felina.

"Ngasih taunya nanti aja, Pak. Saya udah telat nih." Sambar Felina.

"Baik non."

Mobil mulai bergerak meninggalkan pekarangan rumah Felina. Ia melambaikan tangan kepada Mamanya yang semakin jauh dari pandangannya.

Kemudian ia menatap langit cerah. 'Kalau ada Hany, gue pasti gak akan kesiangan.' Baginya. Sebab jika Felina hampir kesiangan pasti Hany datang menghampiri rumah Felina dan membangunkannya dengan cara tak ada rasa manusiawi.

Kami Sahabat Sejati [COMPLETED]Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang