Chapter 33

165 42 3
                                        

"Tidak semudah itu, Kalissa." Karena terlalu semangatnya Felina melempar tikus mainan ke arah Clarissa, ia jadi salah menyebutkan nama gadis yang hendak menyemprotkan antis ke Gifta. Pada saat yang bersamaan, Gifta mulai melepas jambakannya, namun itu belum selesai. Clarissa membuka mulut selebar-lebarnya menatap tikus di atas kepalanya.

Dalam hitungan detik Clarissa menjerit, "OH MY GOD! WHAT HAVE YOU DONE? THIS RAT IS VERY DISGUTING!" Clarissa mengira kalau itu adalah tikus asli, maka ia langsung melempar tikus itu dengan wajah amarah. Hanya karena ia pindahan dari Jerman, ia mengucapkan bahasa Inggris membuat semuanya bingung. Niatnya Felina dan yang lainnya ingin tertawa, sekarang justru mereka bingung.

"My friend just wants to throw rat at your head. Kamu kenapa teriak? Apakah kepalamu berdarah akibat tikus ma---" Mulut Hany langsung dibekap oleh Felina. Hampir saja, Hany keceplosan menyebutkan tikus mainan.

"I DON'T LIKE RAT! I think i need clean my hair now!" Clarissa langsung berlari dan menutupi wajahnya yang malu karena semua pandangan murid yang berada di Kantin mengarah kepadanya.

"TUNGGU PEMBALASAN GUE, ALFIA!"

Kepergian Clarissa meninggalkan jejak kebingungan antara mereka terkecuali Alfia. Yang membuat bingungnya begini lho, kenapa Clarissa dan Alfia terlihat saling mengenal?

Pandangan Alfia teralihkan karena ia tau pasti mereka tengah menatap dirinya meminta penjelasan. Alfia pura-pura tidak tau sambil melihat pergelangan tangan bermaksud mengetahui jam berapa sekarang, walaupun kini Alfia tidak memakai jam tangan. 'Dia jadi tau kan siapa gue?' Batinnya dan menghela napas pelan.

"Akhirnya Kalissa pergi juga. Siapa dulu dong yang ngalahin? Felina..." Ucap Felina kepedaan, gayanya bagaikan pahlawan tanpa ngaku-ngaku, melupakan tikus mainan yang lebih dulu mengalahkan Clarissa.
Kemudian ia mengambil tikus mainan yang tergeletak di tanah.

"Clarissa, Fel, bukan Kalissa." Hany meralat omongan Felina yang salah menyebutkan nama orang.

"Iya. Melissa." Ucap Felina , masih salah juga.

Gifta menjitak kening Felina. "Clarissa, bukan Kalissa atau Melissa." Ujar Gifta.

Felina menjawab dengan malas sambil mengusap keningnya. "Gue tau, Clarissa. Gak sengaja kepleset. Oh ya, ngomong-ngomong Lo gak kenapa-napa kan, Diva?" Tanya Felina.

Diva mengusap matanya yang tadi terdapat air mata sehabis menangis diakibatkan terkena antisnya Clarissa. Namun jawaban ini membuat mereka terkejut. "Gue udah gak kenapa-napa kok. Sebenernya tadi gue pura-pura nangis, tapi karena dia nyemprot antis ke mata gue. Jadinya gue nangis beneran." Ucapnya begitu. "Makasih ya."

"Sama-sama. Intinya Lo nangis!" Jawab Gifta sedikit ketus.

"Kalo gitu gue balik ke kelas  ya." Diva meninggalkan Kantin setelah dijawab anggukan oleh Gifta, Felina dan Hany, sementara Alfia masih melamun.

Felina hendak bertanya, "Alfia, kenapa Clarissa---"

"Udah yok, kita lanjut makan lagi." Sambar Alfia dan langsung duluan melengos pergi menuju kursi yang tadi ia duduki. Felina, Gifta dan Hany memberikan pandangan to mengerti.

"Bener kata lo, Lun. Es batu kalo dicocol saus. Enak... tapi lumayan aneh." Ucap Ajeng lalu memeletkan lidahnya diam-diam tanpa dilihat oleh Luna. Kenapa waktu dicoba lidahnya langsung sepet.

Kami Sahabat Sejati [COMPLETED]Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang