Chapter 60

109 32 2
                                        

Jika saja aku sudah tiada, mungkinkah mereka akan menyesal?

Menyesal atau tidak pun, tetap pandanganku disini tidak berubah.

Hei cahaya, kamu dimana?

Izinkan aku agar bisa membuka mataku kembali.

Aku mohon...

Disini aku ketakutan karena aku tidak bisa melihat apa-apa.

Disini gelap gulita. Entah kenapa aku jadi rindu dengan cahaya yang selalu menerangi dan menemani akhir-akhirku.

Dan kenapa aku mendengar suara Isak tangis.

Hei, ada apa?

Jangan membuatku khawatir!

Aku disini baik-baik saja, hanya saja aku kebingungan bagaimana aku bisa membuka mata untuk melihat suasana.

Aku ada dimana?

Kenapa tubuhku seperti tengah berjalan?

Kenapa suara tangisan itu semakin kencang?

Bunda! Aku tau itu tangisan Bunda!

Sudah ku bilang aku baik-baik saja!

Jika jiwaku hidup, aku pasti akan memelukmu Bunda.

Tapi maaf, aku tidak bisa.

Tubuhku sangat rapuh untuk menahan rasa kesakitan yang meronta-ronta di bagian kepala.

Aku bukan orang sehat seperti pada umumnya.

Huh, kenapa hidupku semuanya nampak sangat menyakitkan?

Dimana semua orang yang dulunya bersamaku? Apakah mereka kesini atau mereka tidak peduli, lebih memilih membenciku?

Disini aku hanya bisa mendoakan semoga kalian baik-baik saja, dan tidak seperti aku yang lemah ini.


Mungkinkah ini sudah berakhir atau tetap berlanjut?

Bagaimana kabar Ajeng dan Hany?

Mungkin saja aku tidak lagi bisa berbincang dengan mereka.

Sayang sekali, padahal aku dan Ajeng baru berbaikan. Tapi waktu tidak mengizinkan kita untuk berbincang lama-lama.

Ini waktuku untuk, pergi?

Jika aku pergi. Aku akan ikhlas.

Selamat tinggal semuanya.

Entahlah apakah aku bisa sadar dari kehidupan ini?

AKU SUDAH TIDAK TAHAN  MERASAKAN PENYAKIT INI SEJAK LAMA!

AKU MUAK!

Kami Sahabat Sejati [COMPLETED]Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang