Tatapan kosong tertuju kepada enam murid yang bermain lompat tali dengan ceria dilihat dari kejauhan kalau dilihat dari kursi panjang yang tengah Alfia duduki. Itu cukup membuat Alfia mengulas senyum tulus walaupun senyumnya sangat tipis. Melihat mereka yang tertawa, Alfia kembali bernostalgia dengan sahabatnya--eh maaf kalau ia sudah tak punya sahabat lagi.
Alfia terus berlari tak tentu arah demi Luna tak bisa mengenainya. "NOOO! Lo jangan ngejar gue terus, Lun!" Protes Alfia tak terima. Ia masih berusaha berlari, terkadang melirik ke belakang, takutnya Luna dapat menyusulnya.
Sementara yang lainnya, Alfia pikir mereka tengah bersembunyi di suatu tempat. Dasar sahabat biadab!
Ah, kalau tahu begini, seharusnya Alfia lebih dulu bersembunyi saat menemukan celah. Tapi sepertinya tak akan bisa sembunyi deh, Lunanya mainnya nginceran.
"GUE NGEJAR LO TERUS, SOALNYA LO PALING DEKET!"
Yaiyalah deket, Lunanya yang mulai duluan!
Alfia tak mau tau pokoknya harus lolos dari kejaran Luna, kalau tidak ya cari keberadaan mereka yang lagi ngumpet. Kan curang banget gitu, masa main 'kena jaga' kok malah jadi pada 'ngumpet'. Untungnya larinya Alfia lebih cepat dari siput, Azhekkk...
Demi kaleng Kong Khong Guan yang isi didalamnya rengginang, Alfia akan menuju ke gudang Sekolah yang sepertinya menjadi tempat persembunyian mereka. Enak aja, mentang-mentang Alfia yang jadi inceran, terus mereka gak gantian gitu yang jaga? Emangnya Alfia boneka!
Langkah Alfia membawanya ke gudang Sekolah dan alangkah terkejutnya melihat karung yang biasanya digunakan untuk lomba agustusan itu gerak-gerak sendiri di pojokan sana. Awalnya Alfia takut, tapi kalau dipikir mungkin saja sebagian ada yang sembunyi disitu, apalagi karungnya ada yang bolong.
"Lo semua--"
"KENA, ALFIA JAGA!"
Bodohnya Alfia enggak ngumpet dulu gitu, waktu Lunanya belum sampai disini, malah mau bertanya dulu. Haduuuhhh. Nah kan Luna datang tanpa ketuk pintu dan mengejutkan Alfia.
Alfia tak tinggal diam, Alfia membalas mengenai Luna, tapi sepertinya ini lebih tepatnya Alfia memukul terlalu keras. Reflek kali ya. Tapi Luna gak protes gitu, Bravo!
Kemudian Alfia berbicara dengan pelan sebagai rencananya, dan Luna masih belum sadar juga ada mereka yang lagi ngumpet. "Lun, kenain mereka tuh yang lagi ngumpet di karung." Alfia sengaja mengompori dan mengunjuk-unjuk. Entahlah sebagian mereka ada yang tersadar atau belum.
"Oke." Boleh juga nih menurut Luna untuk ngagetin mereka lalu Luna berjalan lamban kesana. Kedua tangannya siap menggelitik mereka, haha!
Mendapat kesempatan paling bagus saat Luna lengah dan gampang tertipu, Alfia langsung kabur ke kelas. Bodoamat kalau beberapa detik lagi ada atraksi seru yang paling rusuh. Alfia ingin berbalik ke kelas untuk menemui Bundanya yang katanya mau menemui Clarissa. Yap, makanya Alfia harus siap siaga sebelum terjadi pertempuran dahsyat. Heleh lebay banget.
"Hahaha, mau kemana kalian?" Luna tertawa renyah, perlahan tapi pasti langkahnya kian mendekat dan salah satu karung ada yang bergerak-gerak.
"Hayo itu siapa?" Sedikit Luna ingin menyentuh karung yang bergerak tadi.
"SERANG!"
Tiba-tiba suara dari samping terdengar hingga mengejutkannya dan karung itu lebih dulu terbuka yang ternyata sebagai tempat persembunyian Ajeng. Rupanya mereka telah bekerja sama untuk menyerang balik Luna.
KAMU SEDANG MEMBACA
Kami Sahabat Sejati [COMPLETED]
General Fiction"Persahabatan sejati kami tidak akan mudah hancur bila tak ada satu pengkhianat." Berawal dari Hany, Felina, Ajeng, Alfia, Luna dan Gifta memasuki SMP Winanta. Mereka menjadi sebuah sahabat sejati dan berjanji akan saling menjaga satu sama lain. Ala...
![Kami Sahabat Sejati [COMPLETED]](https://img.wattpad.com/cover/205211547-64-k671310.jpg)