Siapa yang udah nunggu ADIREN update?
Ada yang langsung baca dijam ADIREN update?
Ramaikan setiap paragraf dan jangan lupa VOTE!!!
****
"BISA GAK SIH LO TUH GAK USAH MODUS DEKET DEKET GUE!"
"SIAPA YANG MODUSIN LO MARKONAH! JELAS-JELAS GUE CUMA MAU BANTUIN LO!"
Konflik pagi ini. Di parkiran sekolah dua insan tengah berseteru hebat. Semua berawal dari Franky yang memaksa Sabrina untuk berangkat sekolah bersama. Bukan sengaja, tapi melihat mobil cewek itu yang mogok di jalan membuat hati kecilnya bergerak untuk menolong meski cewek itu sudah menolak berkali-kali karena gengsi. Franky tidak tinggal diam. Ia tak tega meninggalkan cewek yang bisa disebut mantan itu sendiri. Alhasil dia terus memaksa sampai Sabrina tak lagi menolak.
"GUE TAU LO TUH GAK BISA MOVE ON DARI GUE KAAANN!" tuding Sabrina membuat Franky mendengkus.
"Ngomong sekali lagi gue lakban mulut lo! Udah persis toa pasar loak!"
Sabrina menyibakkan rambut panjangnya. "Bodoo yang penting cantik."
"Kayak ada yang mau aja lu."
"JELAS ADA LAH!! JANGAN SALAH YA, GEBETAN GUE ITU JAUH LEBIH GANTENG DAN KEREN DARI LO! DIBANDINGIN SAMA LO MAH GAK ADA APA-APANYA!"
Franky mendelik. Menonyor kepala Sabrina pelan. "Bangun woy, ngehalu mulu."
Sabrina memukul bahu Franky keras. Entah kenapa dekat dengan Franky bawaannya pengen marah-marah terus. Padahal dulu tidak ada hari tanpa bersama. Iya, dulu.
"FRANKYY SUMPAH YA GUE TUH JENGKEL BANGET SAMA LO!" ketus Sabrina sembari terus memukul tubuh Franky sekenanya.
"Sakit Sab."
"Bodo!!"
"Sabrinaaa! Frankyyy! kapan sih kalian itu akur. Dinda pusing lihat kalian ribut mulu!"
Dinda yang baru datang langsung menghampiri keduanya. Ada perasaan muak melihat mereka kelahi hampir disetiap hari. "Dinda jadi yakin kalau kalian ini sebenarnya masih saling cinta, cuma gengsi aja dibesarin."
"GAK!" jawab Franky dan Sabrina serempak. Hal itu membuat Dinda tersenyum lalu menunjuk keduanya.
"Tuh kaann! Ngomongnya aja bisa barengan."
Sabrina mendelik. "Siapa juga yang mau sama cowok sok ganteng kek dia. Yang ada diselingkuhin mulu."
"Heh, dengerin ya. Gue itu gak pernah selingkuh! Lo nya aja yang cemburuan!" ketus Franky. Sorot matanya berubah tajam. Bukannya takut Sabrina justru membalas tatapan itu tak kalah tajam.
"Ohh ya? Alesan lo basi banget sih! Udah kegep masih aja ngeles."
Mendengarnya Dinda geleng kepala. Menutup telinga lalu memilih pergi. Bisa stress dia pagi-pagi udah denger teriakan sahabatnya itu. Tadi ia berangkat bersama Kelvin. Tapi saat turun dari motor Dinda langsung menghampiri Sabrina dan Franky. Jadi dia tidak tau setelah memarkirkan motor cowok itu pergi ke mana.
Melihat arloji putih yang melingkar di pergelangan tangan kiri Dinda membuat cewek itu memilih untuk mampir dulu ke kelas terpojok di SMA Harapan Bangsa. Kelas XI-IPS 2. Tujuannya menemui Rendy kali ini adalah untuk mengembalikan hoodie cowok itu yang dipinjamnya semalam. Sampai rumah Dinda memang langsung mencucinya.
Belum sampai di tempat yang dituju langkah Dinda terhenti tepat di koridor sepi antara kelas XI-IPS 2 dan gudang. Melihat siapa yang ada di sana membuat Dinda membelalakkan mata terkejut. "Mereka ngapain?" Kembali rasa penasaran Dinda menyuruh cewek itu untuk tetap berada di sana. Mencari tau apa yang tengah orang itu permasalahkan.
KAMU SEDANG MEMBACA
𝐀𝐃𝐈𝐑𝐄𝐍
Teen Fiction[FOLLOW DULU SEBELUM MEMBACA] "Ada yang lebih simpel. Gue minyak, lo kecap Indomie, gak akan pernah nyatu."-Bukan Mariposa Rendy Arselio. Cowok pendiam penuh misteri. Memiliki aura lain membuat orang-orang takut untuk mendekati. Selain sifat diam-di...
