"Din, lo mau mak...."
Kalimat Syila menggantung saat melihat Dinda tidak ada di mobilnya. Dahi Syila mengernyit, perasaan terakhir kali dia lihat cewek itu masih di sini, apa Syila terlalu lama makanya Dinda cari hiburan? Syila mengambil ponselnya, menelfon Dinda.
Satu kali
Tiga kali
Lima kali
Telpon tersambung tapi tidak diangkat. Syila bingung, apa Dinda pulang duluan?
Tanpa banyak berpikir Syila memasuki mobil hendak ke rumah Dinda, dia harus memastikan keberadaan Dinda karena itu tanggung jawabnya sudah mengajak Dinda pulang bersama.
"Dinda ke mana sih? Kenapa gak bilang dulu coba kalau mau pulang duluan."
Sampai di rumah Dinda, Syila bergegas memencet bel memanggil sang penghuni rumah. Tak beberapa lama setelahnya pintu terbuka, tapi hal itu justru mengejutkannya. Kenapa harus Kelvin?
"Kenapa?" tanya Kelvin membuyarkan lamunan Syila.
"A-em anu, Dinda sudah pulang kah? Soalnya tadi dia pulang sama gue tapi pas gue tinggal ngambil barang dia gak tau kemana, gue pikir dia pulang duluan."
Tampak kernyitan di dahi Kelvin, cowok itu masih mencerna ucapan cewek di hadapannya. "Dinda gak ada di rumah."
Deg
Jantung Syila berdetak cepat, apa tadi? Dinda tidak ada di rumah? Lalu, kemana cewek itu?
"Seriusan Dinda gak ada di rumah?"
"Buat apa gue bohong."
Oke, ekspresi Kelvin menunjukkan bahwa cowok itu bersungguh-sungguh dengan ucapannya. Tapi, di mana Dinda?
"Coba lo telepon, siapa tau kejebak di kandang topeng monyet."
"Kembaran sendiri lo nistain."
Kelvin mengangkat bahu tak acuh, bersandar pada pintu rumah memperhatikan Syila yang sibuk dengan ponselnya. Syila sudah mencoba menghubungi Dinda berkali-kali tapi tidak diangkat, bahkan kali ini sudah tidak aktif. Syila ganti menelfon Sabrina dan Feysi, siapa tau Dinda sedang bersama mereka.
"Hallo Fey, lo lagi sama Dinda gak?"
"Loh, bukannya Dinda pulang sama lo ya tadi?"
"Jadi Dinda gak sama lo?"
"Ya enggak lah. Gue aja lagi di rumah tante gue, emang kenapa?"
"Gak papa kok, thanks ya."
Syila menutup telfon kemudian menatap Kelvin sendu, cewek itu menggeleng lemah tidak berhasil menghubungi Dinda. Entah kenapa Kelvin ikut cemas, cowok itu merogoh saku celananya kemudian mencoba menghubungi sang kembaran.
Satu kali
Tiga kali
Nomor Dinda tidak aktif, hal itu semakin membuat Kelvin bingung. Dinda itu masih bersikap layaknya anak kecil, tidak dijaga sehari aja sudah hilang. Hah, merepotkan.
"Gimana dong?" tanya Syila panik.
"Tenang, kita cari Dinda di tempat tadi."
Syila mengangguk kemudian bergegas menuju mobil. Kelvin mengambil jaket dan kunci motornya di dalam rumah untuk kemudian mengikuti mobil Syila.
***
"Tadi gue parkir di sini, terus gue tinggal ambil barang. Pas gue balik Dinda nya sudah gak ada."
KAMU SEDANG MEMBACA
𝐀𝐃𝐈𝐑𝐄𝐍
Ficção Adolescente[FOLLOW DULU SEBELUM MEMBACA] "Ada yang lebih simpel. Gue minyak, lo kecap Indomie, gak akan pernah nyatu."-Bukan Mariposa Rendy Arselio. Cowok pendiam penuh misteri. Memiliki aura lain membuat orang-orang takut untuk mendekati. Selain sifat diam-di...
