12. Waktu Telah Berlalu

1K 84 0
                                        

"Mama, Eunwoo mau main bola sama Daniel dan Leo, ya?" Pinta bocah empat tahun itu pada sang mama. Asyiela menggeleng, "Mereka main di lapangan, kan? Enggak boleh, sayang. Bahaya!"

Mendengar itu Eunwoo cemberut, "Mama, kali ini saja. Daniel hyung dan Leo hyung pasti akan menjaga Eunwoo." Asyiela berjongkok, mengusap kepala putranya. "Mereka udah besar, sayang. Kamu kan masih kecil."

Eunwoo terlihat cemberut, ia mengangguk. Bocah laki-laki itu melangkah ke jendela di dekat pintu. "Maaf, hyung. Mama gak bolehin main bola." Ucap Eunwoo pada kedua sepupunya itu. Leo berdecak, "Ayolah. Aku akan menjagamu." Daniel ikut berkomentar, "Kata Papa, anak laki-laki itu boleh nakal sekali-sekali. Ayo ikut bermain!"

Eunwoo ragu, namun ia justru mengikuti saran dari kedua sepupunya itu. Ia meraih kunci yang ada di gantungan dengan cara menaiki kursi. Ia sempat mengintip ke arah dapur, dimana sang mama tampak sedang sibuk mengiris bawang. Memastikan keadaan aman, ia membuka pintu dengan kunci itu kemudian keluar.

Walau takut, tapi Eunwoo justru akhirnya merasa senang karena akhirnya dapat merasakan rasanya keluar rumah dengan anak-anak lain.

-Mama, Don't Cry-

Empat tahun sudah berlalu sejak lahirnya Eunwoo. Asyiela senang, karena setidaknya putranya itu tumbuh sebagaimana anak seumurannya. Tidak ada gejala penyakit seperti yang dikatakan dokter, baik fisik maupun psikologis.

Hal yang tak berubah walau waktu telah berlalu empat tahun lamanya adalah rasa takut itu. Ya, rasa takutnya akan kehilangan Eunwoo sebagaimana ia kehilangan Genie. Itulah hal yang mendasari dirinya untuk melarang Eunwoo keluar rumah tanpa dirinya atau Jungkook.

Kepergian Genie benar-benar masih membekas di hatinya. Bukan hanya satu atau dua kali ia terbangun setelah bermimpi mengenai kecelakaan yang menimpa putrinya. Hampir di setiap minggunya ia memimpikan hal itu dan yang terjadi selanjutnya selalu sama. Jungkook akan ikut terbangun, memeluknya dan menenangkannya.

"Eunwoo, ayo makan!" Teriak Asyiela yang sudah selesai menata hasil masakannya memanggil putranya untuk makan. Tak ada jawaban. Apa mungkin putranya itu sedang tertidur?

"Eunwoo?" Panggil Asyiela sembari berjalan menuju kamar Eunwoo yang berada di lantai dua. Asyiela membuka pintu kamar putranya itu perlahan dan terkejut ketika menyadari bahwa Eunwoo tak ada di kamarnya.

Eunwoo hilang? Batinnya bertanya sembari ia menggigit kukunya sendiri. Ah, mungkin tidak. Mungkin anak itu pergi bermain ke taman dekat rumah bersama Leo dan Daniel. Ya, tadi kedua putra Taehyung itu mengajaknya bermain, bukan?

Dengan langkah yang agak tergesa-gesa, Asyiela pergi menuju taman itu. Namun, sialnya ia justru tak mendapati putranya ataupun kedua putra Taehyung disana. Asyiela mulai merasa pusing, hal yang biasa terjadi jika ia sedang dalam kondisi bingung dan takut seperti sekarang.

Eunwoo. Dimana Eunwoo ku? Batinnya mulai cemas. Tidak ada tanda kecelakaan di sekitar sini. Oh, atau mungkin putranya itu diculik? Mengingat Jungkook yang memang seorang public figure serta dirinya yang berprofesi sebagai desainer yang cukup terkenal walau sudah mengurangi tawaran pekerjaan jelas membuat satu atau dua orang tergiur untuk menculik anaknya dan meminta tebusan.

Berbagai jenis pemikiran serta dugaan menghampiri dirinya. Asyiela memegangi kepalanya yang semakin pusing, sedikit meringis. Seorang petugas kebersihan di taman yang melihatnya terlihat kesakitan menghampiri dirinya. "Non kenapa?"

Belum lagi sempat menjawab pertanyaan petugas kebersihan itu, kesadaran Asyiela telah hilang sepenuhnya.


-Mama, Don't Cry-

Hey, yo!

Apa kabar nih?
Masih baca cerita ini, kan?

Semoga kalian selalu setia sama cerita ini, ya.
Jangan kayak doi yang ninggalin pas lagi sayang-sayangnya.

'Yeuu si author mala curhat!'

//dibakar
//dibom
//dilemparin sama mantan

Menurut kalian, gimana part ini?

Suka, gak?

Jangan lupa tekan tombol ☆ di sudut kiri, ya.
Gak bakalan bikin kalian melarat, kok. Nge-vote dan komen itu gratis jadi silahkan dipencet ☆ dan berikan komentar kalian.

Udah ah ngebacotnya nanti kalian bosen baca author notes
Wkwkwk

See you!

Mama, Don't Cry (Completed)Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang