"Mama,"
Asyiela menatap ke arah Eunwoo yang tampaknya sudah berhenti menangis. Ia mengusap puncak kepala anaknya lembut, "Iya, Sayang?" Eunwoo tampak menghirup udara kuat-kuat sambil memejamkan mata, hal yang tak pernah dilakukan Eunwoo biasanya. Asyiela mengerjapkan mata bingung, menunggu apa yang hendak diucapkan putranya.
"Eunwoo mau sekolah." Ucap putranya tegas dengan sorot mata yang tak pernah Asyiela lihat sebelumnya. Menghela nafas, Asyiela membalas, "Iya nanti Mama pikirin ya, Sayang." Respon itu tak membuat bocah mungil itu puas. "Eunwoo mau sekolah, Ma."
"Sayang---"
"Eunwoo setuju sama Papa." Ucap bocah kecil itu lagi tak memberi Asyiela celah untuk bicara. Eunwoo mengepalkan tangannya kuat, menatap Asyiela dengan penuh tekad. "Eunwoo pengen punya temen, Ma. Eunwoo ga mau sendiri selamanya. Kalau kata Leo hyung, manusia itu makhluk sosial. Katanya manusia ga bisa hidup sendirian, Ma. Dan Eunwoo juga ga mau sendirian!" Ucap bocah itu lagi dengan nada yang sedikit kuat. Baik Asyiela maupun Jungkook bingung dengan perubahan drastis sikap putranya. Dalam hati, mereka bertanya-tanya, bagaimana bisa dalam sekejap putra mereka yang berhati lembut dan pengalah justru tidak mau kalah saat ini?
"Besok kita lihat-lihat sekolah mana yang mau kamu pilih, ya." Ucap Jungkook tersenyum, mencoba menjadi penengah agar ibu dan anak itu tak adu mulut. Senyuman bocah itu mengembang, serta kembali merespon. "Eunwoo mau sekolah di tempat Daniel sama Judy!"
Jungkook mengangguk-angguk mengiyakan, sedangkan Asyiela hanya diam membisu. Tanpa sepatah kata, wanita itu memeluk tubuh putranya yang sedang bersorak riang di pangkuannya erat. Hal itu jelas membuat bocah itu sedikit terkejut. Ia menatap Asyiela bingung, "Mama kenapa?"
Asyiela menggeleng, tersenyum kecil sambil mengusap puncak kepala putranya lembut. "Mama masih ga setuju?" Tanya bocah itu lagi yang dijawab Asyiela dengan gelengan. Manik mata wanita itu menatapnya lembut, lalu dengan lirih Asyiela berbisik. "Entah kenapa... Mama rasa ini bukan kamu."
Hal itu membuat bocah itu mengerjapkan matanya beberapa kali. Sedangkan Jungkook sendiri tetap hanya menyimak walau dalam hati ia juga merasakan hal yang sama atas perubahan sikap tiba-tiba yang baru kali ini ditunjukkan oleh putra mereka.
Setelahnya, sisa perjalanan hanya diiringi dengan keheningan.
-Mama, Don't Cry-
"Yewon, kamu udah siap?" Tanya Aleyna dari luar ruangan. Yewon menggigit bibirnya, mematut dirinya di cermin. Apa berpenampilan seperti ini sudah cukup untuk menghadapi guru privat homeschooling-nya?
"Iih Yewon gurunya udah nyampe! Ayo cepetan!" Desak Aleyna menggedor pintu kamar Yewon. Yewon akhirnya membuka pintu dengan kondisi Aleyna berusaha mendorong pintu kamar tersebut.
Bruk!
Yak. Aleyna mendarat mulus ke lantai kamar Yewon. Hal itu jelas membuat Aleyna dan Yewon meringis. Aleyna meringis karena sakit dan Yewon meringis karena melihat wajah temannya mendarat mulus ke lantai kamar yang dengan membayangkannya saja, Yewon dapat mengerti seberapa sakitnya itu.
"Aduh," Aleyna mengaduh, bangkit dan melihat penampilan Yewon setelahnya. "Pfft!"
Yewon memiringkan kepala bingung, tak mengerti kenapa sahabatnya itu menahan tawanya. "Woi Yewonyet, lo mau homeschooling atau mau ngedate sama cowok?!"
"Gausah sok pake gue-lo lah, Na. Lebay amat." Protes Yewon lalu memerhatikan kembali penampilannya. "Emangnya harusnya gimana?" Tanya Yewon membuat Aleyna berkacak pinggang. "Kamu lihat aku tuh gimana?"
Penampilan Yewon dan Aleyna benar-benar berbeda. Yewon memakai dress selutut berwarna biru dan aksesori senada. Sedangkan Aleyna hanya memakai kaos lengan pendek dan celana selutut. Pakaian yang memang dipakai Aleyna ketika di rumah.
Yewon menggaruk kepalanya yang tidak gatal, merasa malu. "Y-yah. Yaudah aku ganti baju dulu." Aleyna menggeleng. "Gak. Gurunya udah nunggu lama. Ayo!"
Yap. Yewon hanya bisa pasrah ketika ditarik oleh Aleyna.
-Mama, Don't Cry-
Hai, hai!
Setelah part ini, akan lebih banyak momen Kook's Family
Mianhae karena aku kurang kasih momen kook's family di part-part sebelumnya
Yuk tinggalkan jejak berupa vote dan komen untuk berinteraksi denganku
See you♡
KAMU SEDANG MEMBACA
Mama, Don't Cry (Completed)
Fiksyen Peminat[ C o m p l e t e d ] Sequel of Roleplay : Take Me To Your Real Life Jeon Jungkook Fanfiction | Lizkook -Mama, Don't Cry- Start : 23 Januari 2020 Finish : 20 April 2020 - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - Jungkook dan As...
