"Gimana hasilnya?" Tanya Kai pada psikolog kenalan salah satu temannya. Psikolog bernama Penny itu tersenyum lembut sambil menatap Eunwoo yang menggenggam tangannya. "Yap. Dia memang mengidapnya. Sebelum saya menjelaskan, alangkah baiknya jika kita duduk dulu di sofa sebelah sana."
Eunwoo melepaskan tangan wanita itu dan menuju Jungkook. Jungkook langsung memangkunya. "Eunwoo tadi takut gak di dalam sana?" Tanya Jungkook yang dibalas Eunwoo dengan gelengan. "Tante itu baik. Lagian, Eunwoo cuma disuruh cerita aja."
"Cerita tentang apa?" Tanya Jungkook penasaran. Bocah kecil itu tersenyum riang, "Tentang Jeon dan Patrick!"
Baik Asyiela, Jungkook, maupun Kai dan Suho mengernyit. Penny menghela nafas, "Yah. Berdasarkan apa yang diceritakan oleh Eunwoo, nama dari masing-masing kepribadian itu adalah Jeon Eunwoo dan Patrick. Jadi, dalam pikiran Eunwoo, ada tiga 'dirinya' dalam satu tubuh. Menurut gambaran Eunwoo, Jeon Eunwoo atau yang disebut sebagai Jeon adalah 'kembarannya' dan Patrick sendiri adalah bayangan dari gambaran dirinya di masa depan. Mungkin karena alam bawah sadarnya yang paham kalau ia memiliki wajah mirip dengan ayahnya, membuatnya menggambarkan diri sebagai gambaran Jungkook di waktu remaja. Menurut Eunwoo sendiri, Jeon adalah dirinya yang lain yang mampu memahami dirinya dan mengajarkannya tentang keberanian. Sedangkan Patrick menurutnya adalah sosok penengah yang akan memutuskan tindakan yang ingin Eunwoo ataupun Jeon lakukan itu bisa dilakukan atau tidak ketika mereka sedang ragu. Bagi Eunwoo, Jeon dan Patrick mengetahui segalanya. Dan dari yang diceritakan Eunwoo pula, jika Jeon ataupun Patrick ingin mengambil alih tubuhnya, ia akan memejamkan mata terlebih dahulu. Menurut Eunwoo, ketika ia bangun, berarti kesadarannya sudah kembali padanya."
Suho dan Kai meneguk ludah kasar, teringat pada ucapan sang leader dari orang yang menculik Eunwoo.
Awalnya, ia hanyalah anak kecil polos. Ia tak mengenaliku. Tapi, setelah ia tak sadarkan diri entah karena apa, ia jadi berubah.
"Apa kalian tahu sesuatu?" Tanya Jungkook membuat keduanya mengangguk. "Kata Dei, setelah pingsan beberapa menit, Eunwoo berubah dari anak kecil yang polos menjadi bocah tengil." Ucap Kai menjelaskan. Penny tersenyum, "Yah. Seperti itu."
Asyiela sendiri berpikir keras, saat kapan anaknya itu terlihat berubah. "Waktu di mobil... ia tertidur di pangkuanku lalu tiba-tiba ngotot ingin sekolah. Padahal sebelumnya ia berkata bahwa tidak apa jika ia tak bisa bersekolah." Ucap Asyiela membuat Jungkook ikut tersadar akan kejadian itu.
"Ah. Waktu di dapur pun, ia tiba-tiba membicarakan hal aneh. Dan itu terjadi setelah ia bangun tidur." Tambah Asyiela lagi membuat psikolog itu mengangguk mengerti. "Apa tidak ada obat untuk mengobati Eunwoo?" Tanya Jungkook membuat psikolog itu menggeleng. "Sayangnya tidak. Kalaupun ada, aku tak boleh memberikannya karena itu tugas psikiater."
Suho memiringkan kepala. "Apakah psikolog dan psikiater berbeda?" Penny mengangguk. "Psikiater berhak meracik obat serta melakukan berbagai tes dan bekerja sama dengan dokter spesialis lainnya karena psikiater adalah dokter. Tapi sayangnya pula, rumah sakit jiwa ataupun tempat praktek psikiater pun jarang ada di negara ini." Jungkook mengernyit, "Apa tidak ada cara untuk menyembuhkannya?"
Penny tersenyum, "Yang biaa saya lakukan adalah melakukan konseling berupa konsultasi dan psikoterapi psikologis. Tapi saya yakin, Eunwoo perlahan-lahan mampu melepas kecemasannya hingga ia bisa kembali menjadi pribadinya sendiri tanpa adanya pribadi lainnya, asalkan orang disekelilingnya memberi dukungan yang tepat dan tidak menekannya."
"Jadi, awal dari semua kecemasan Eunwoo hingga akhirnya membuat kepribadian baru adalah rasa tertekan?" Tanya Suho yang direspon Penny dengan anggukan. "Kalau dari cerita Eunwoo, ia merasa tertekan oleh satu hal."
"Apakah itu?"
"Ibunya."
-Mama, Don't Cry-
Hai!
Siapa yang baru bangun hayo? Wkwkwk
Semangat! Semangat! Jan halu aja yang semangat, ngerjain tugasnya juga harus semangat dong! Semangat juga hadapin corona! Semoga ini cepat berlalu, amin.
*kok banyak bacot? Ga ngerjain tugas, thor?
Wkwkwk alhamdulillah....
Belom
//dikeroyok
//dibully
Oke jan lupa tinggalkan jejak berupa vote dan komentar, ya♡
Sip! See you!
KAMU SEDANG MEMBACA
Mama, Don't Cry (Completed)
Fanfiction[ C o m p l e t e d ] Sequel of Roleplay : Take Me To Your Real Life Jeon Jungkook Fanfiction | Lizkook -Mama, Don't Cry- Start : 23 Januari 2020 Finish : 20 April 2020 - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - Jungkook dan As...
