73. Keluarga (End)

2.1K 65 2
                                        

"Eunwoo? Kamu udah bangun?"

Pertanyaan dari Asyiela itu adalah hal yang pertama kali menyapanya ketika ia terbangun. Tersenyum, Eunwoo mengangguk. "Maaf bikin Mama Papa khawatir."

Baik Asyiela maupun Jungkook menghela nafas lega. Jungkook mengacak rambut putranya itu. "Syukur kamu sudah kembali." Asyiela mengangguk setuju. "Iya. Mama Papa udah khawatir kamu kenapa-napa. Kami langsung bilang dokter dan dokternya bilang ga apa-apa."

"Semuanya berkat Mama Papa semangatin Eunwoo tadi." Balas Eunwoo dengan senyuman riang membuat Asyiela bertanya, "Oh, ya? Kok bisa?"

Dengan semangat, Eunwoo menceritakannya dari awal hingga akhir. Mulai dari Jeon yang berniat mengambil alih kesadaran hingga pesan Genie kepadanya ia sampaikan. Sedikit banyak, Jungkook dan Asyiela bersyukur karena usaha mereka tadi tak sia-sia. Walau hanya seruan penyemangat, nyatanya itu bisa membantu putra mereka mengatasi kepribadian gandanya, bahkan menghapusnya.

Kabar itu sudah lebih dari cukup untuk membahagiakan Asyiela dan Jungkook. Putra mereka tak lagi tertekan dan itu artinya, sebagai orangtua mereka tidaklah gagal.

"Makasih banyak, Ma, Pa. Berkat kalian Eunwoo bisa sembuh." Ucap Eunwoo tulus membuat Asyiela tak tahan untuk tak menitikkan air mata.

"Duh, jangan di baperin. Jadi mewek kan Mamamu." Ledek Jungkook membuat Asyiela mengerucutkan bibirnya kesal. "Jungkook nyebelin, ih!"

"Nyebelin tapi kamu sayang."

"Kook! Kamu tuh---"

Omelan Asyiela terhenti ketika jemari putranya menyentuh wajahnya, menghapus air matanya. "Mama, don't cry. Bukannya dari dulu Eunwoo sama Genie nuna udah ingatin?"

Asyiela hanya terkekeh dan memeluk putranya, "Sayang anak Mama." Jungkook ikut memeluk Eunwoo, membuat Eunwoo terkekeh geli dan berkomentar. "Udah kayak teletubbies aja."

Asyiela dan Jungkook ikut tertawa, sebelum akhirnya teringat apa yang harus mereka katakan mengenai keputusan mereka terhadap putranya. "Eunwoo, kami udah ambil keputusan." Ucap Jungkook tiba-tiba diangguki Asyiela. Eunwoo hanya tersenyum, menunggu kelanjutan dari perkataan kedua orangtuanya. "Kamu tetap boleh sekolah di sekolah umum dan berkegiatan seperti biasanya."

"Mama Papa yakin?" Tanya Eunwoo membuat keduanya mengangguk serentak. "Eunwoo ga masalah kok kalau Mama Papa masih takut."

Asyiela menggeleng. "Sesuai saran kamu, kami udah bicarain baik-baik dan ambil keputusan ini." Jungkook ikut menimpali. "Membiarkan kamu kembali terkurung di rumah itu gak baik. Bisa-bisa kamu jadi nolep dan ga nikah-nikah."

Mendengar penjelasan Jungkook jelas membuat Eunwoo terbahak. "Mama Papa pengen cucu? Biar Eunwoo bikin mulai dari sekarang." Segera tangan Asyiela melayang untuk menjitak Eunwoo. "Mulutnya kalo ngomong! Mama masukin ke perut lagi nih, ya!"

"Ampun, Ma!"

Ketiganya terkekeh, larut dalam canda tawa keluarga mereka. Setelah beberapa hari di rawat, Eunwoo bisa kembali beraktivitas walau tak sebebas biasanya. Syukurnya, ia tetap dapat mengikuti olimpiade yang sudah lama dinantinya dan meraih peringkat pertama.

Hubungan keluarga mereka tak lagi setertutup dulu. Masing-masing dari mereka terbuka satu sama lain dan selalu memiliki family time di setiap harinya dan bersantai bersama di akhir pekan. Masing-masing menceritakan keluh kesah serta bagaimana hari mereka berlangsung di setiap harinya, mengenai siapa saja yang mereka temui dan apa saja peristiwa yang mereka lalui. Tak ada unsur paksaan namun tiada hal yang mereka tutupi lagi. Mereka terus belajar agar hubungan mereka semakin baik kedepannya.

Bagaimana dengan anggota keluarga besar lainnya?

Tenang. Mereka baik-baik saja. Hari-hari mereka berjalan lancar tanpa adanya hambatan yang berarti. Kehidupan mereka memang awalnya dipenuhi halang rintangan. Namun percayalah, Tuhan selalu memberikan skenario terbaik dalam hidup setiap umatnya.

Mama, Don't Cry (Completed)Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang