Hening.
Jungkook tak menjawab, membuat Asyiela tersenyum kecut. "Kamu sebenarnya anggap aku serapuh apa sampai harus segitunya?"
Wanita itu tak menunggu jawaban dari Jungkook. Ia hanya memeluk lututnya dan kembali mencoba tidur dalam pelukan Jungkook. Sebelum kesadarannya ditelan mimpi, ia mampu merasakan pelukan Jungkook semakin erat serta perkataan maaf yang dibisikkan lirih.
Jungkook masih mengusap surai istrinya yang terlelap. Ia merasa bersalah atas hal yang sebelumnya ia anggap benar. Mendengar Asyiela mengatakan seperti itu tepat dihadapannya membuat hatinya sakit. Dadanya terasa sesak, mungkin sama sesaknya dengan wanita itu ketika mengutarakan keluh kesahnya yang sudah disimpan entah berapa lama.
Ah, tidak juga.
Wanita itu selalu mengungkapkannya, selalu memintanya untuk bercerita padanha. Jungkook saja yang tak terlalu memerdulikan keluh kesah itu dan tetap memikirkan semua jalan keluar sendirian. Ia tak mau menceritakan apapun yang membuat dirinya terganggu walau istrinya itu sudah mendesak. Kalau dipikir-pikir lagi, kata-kata andalan perempuan itu justru selalu keluar dari mulutnya. Gapapa. Itu yang selalu ia ucapkan untuk menenangkan istrinya itu.
Kita ini suami-istri, Kook.
Mengingatnya saja membuat rasa sesak di dadanya berlipat ganda. Bagaimana dengan Asyiela yang selalu menggaungkannya? Sudah sesesak apakah ia?
Jungkook jadi tersenyum kecil. Wanita memang sekuat itu.
Suami-istri.
Apa ia memang sudah menjadi suami yang baik? Menurutnya selama ini, menyembunyikan keluh kesahnya adalah yang terbaik. Namun, menurut Asyiela justru hal itulah yang membuat wanita itu merasa sakit hingga selalu mendesaknya agar menceritakan semuanya terhadapnya.
Mama sama Papa pasti bisa bicarakan itu baik-baik, kan?
Setelah teringat kata-kata Eunwoo itu, Jungkook jadi berpikir. Anak itu... mungkinkah?
Yang Eunwoo mau, Mama Papa gak berantem.
Eunwoo ga mau Mama Papa debat terus-terusan. Dulu waktu mau sekolahin Eunwoo pun Mama sama Papa debat dulu, kan?
Mama sama Papa pasti bisa bicarakan itu baik-baik, kan?
Memikirkannya membuat Jungkook jadi terkekeh sendiri. Ia merasa malu setelah baru menyadari apa yang ingin disampaikan putranya. Hong Eunwoo. Putranya itu, ternyata sudah sepintar ini, ya?
Yang ingin disampaikan oleh putranya itu hanya Asyiela dan dirinya membicarakan keputusan terlebih dahulu baik-baik. Seperti perkataannya, dari dulu Asyiela dan dirinya selalu saja berdebat tanpa mau membicarakannya bersama dengan baik-baik dan menemukan jawaban terbaiknya bersama. Sejak dulu, hanya ada dua pilihan. Perkataan Asyiela atau perkataan Jungkook. Tak ada pilihan yang memuat opsi terbaik, yaitu pilihan dari keduanya.
Kalian orangtua Eunwoo. Apapun yang kalian pilih, Eunwoo percaya itu yang terbaik buat Eunwoo
Tersenyum kecil, Jungkook kembali mengerti apa maksud tersirat perkataan putranya. Pilihan kami, ya? Batinnya berucap. Ia menatap putranya yang berada di tempat tidur rumah sakit dari sofa yang ia dan Asyiela tempati.
Putranya benar-benar pintar, ya? Jungkook tak pernah mengira bahwa bayi kecilnya itu kini sudah bisa memberi kode tersirat padanya tanpa ia sadari sebelumnya. Jangan-jangan, selama ini pun ada pesan tersirat yang tak Jungkook sadari sebelumnya?
Memecahkan kalimat tersirat Eunwoo membuat Jungkook paham. Putranya itu pasti sedikit banyak juga mengerti bahwa Asyiela ingin mendengarkan keluh kesahnya hingga akhirnya memutuskan untuk seperti itu. Pasti ada hal yang membuat Eunwoo juga sadar bahwa Mamanya itu tak ingin terus-menerus dianggap lemah.
Padahal, kalau dipikir lagi pun Jungkook tak mau bercerita karena tak mau dianggap lemah. Tapi, sosok yang paling ia dan Asyiela lindungi justru menjadi orang yang paling kuat dan mengerti situasi mereka.
Eunwoo, sebagai anak ia sudah berhasil membuka jalan baginya dan Asyiela menjadi suami-istri yang sesungguhnya.
-Mama, Don't Cry-
Semoga kalian mengerti apa yang aku maksud 'sesungguhnya' itu
Duh sok banget deh aku wkwkwk
Oke, sejauh ini bagaimana guys? Apa pendapat kalian?
Jangan lupa tinggalkan jejak, ya. Vote dan komen kalian itu moodbooster aku♡
See you!
KAMU SEDANG MEMBACA
Mama, Don't Cry (Completed)
Fiksi Penggemar[ C o m p l e t e d ] Sequel of Roleplay : Take Me To Your Real Life Jeon Jungkook Fanfiction | Lizkook -Mama, Don't Cry- Start : 23 Januari 2020 Finish : 20 April 2020 - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - Jungkook dan As...
