"Kook, kamu dimana sih?" Tanya Asyiela dengan nada kesal yang disambut dengan kekehan dari seberang telponnya. "Di depan pintu. Bukain, dong."
Masih dengan perasaan kesal, Asyiela menghentakkan kakinya sembari berjalan menuju pintu. Pintu yang terbuka menampilkan Jungkook yang tampak basah kuyup dengan separuh wajah yang tertutupi masker hitam yang memang biasanya Jungkook pakai ketika berpergian. Namun, dari mata pria itu Asyiela jelas tahu kalau suaminya itu tersenyum.
"Cepet masuk!" Seru Asyiela galak. Pria itu masuk ke dalam dengan langkah santai, mengganti pakaiannya yang basah di kamar mandi. Asyiela melihat plastik yang sedaritadi dibawa Jungkook kini tergeletak di meja. Rasa penasarannya mendorong untuk melihat isi dari plastik itu.
Kaset?
"Yah, gak dapet yang film, sih. Gapapa, ya?" Ujar Jungkook yang tiba-tiba saja memeluknya dari belakang. Asyiela tersentak, matanya mulai berair. Melihat Asyiela yang mulai menangis membuat Jungkook panik. "Kenapa sayang?"
Asyiela menggeleng, membalikkan tubuhnya dan memeluk Jungkook erat. "Hiks. Kirain oppa cari selingkuhan. Huaaaaaaa." Jungkook tertawa setelah mendengar itu. Ia mengusap puncak kepala istrinya lembut, "Enggak gitu lah, sayang. Kamu aja udah cukup, kok."
Asyiela mengeratkan pelukannya, mendongak menatap Jungkook lekat. "Maaf." Jungkook mengernyitkan keningnya seolah sedang bertanya kenapa, membuat Asyiela berkata lirih, "Aku kalo ngidam suka nyusahin." Mengecup kening istrinya lembut, Jungkook membalas, "Gapapa, sayang. Namanya juga kamu ngidam. Memang tugas aku dong nurutin apa yang kamu mau. Kamu gak nyusahin, kok."
Asyiela mengerucutkan bibirnya, sedangkan Jungkook sudah melepas pelukannya dan memasukan kaset ke alat pemutarnya. Setelah disetel, Jungkook meraih remot untuk memilih episode mana yang mau diputar. "Ayo sini duduk! Mau nonton yang mana?"
Menurut, Asyiela duduk disamping pria itu dan memilih episode mana yang ingin ia tonton. Jungkook merangkul istrinya itu, sedangkan Asyiela sendiri membuat posisinya senyaman mungkin.
Mereka tertawa sembari membicarakan apa yang mereka tonton. Namun, selang beberapa lama, sebuah pesan masuk dari kakak sulungnya membuat Jungkook mengernyit.
Rapmonster
Kook
Aku menemukan surat ini di lemari obatku
_Rapmonster sent a picture_
Dalam foto itu, terdapat sebuah amplop berwarna merah muda dengan hiasan bermotif bunga. Sederet tulisan yang tertulis disana membuat Jungkook bingung, belum lagi rasanya tulisan itu terasa tak asing baginya.
Teruntuk Om Rapmonster, semoga dapat memahami surat ini dengan baik
Sebuah pesan berupa gambar berikutnya, tampaknya adalah isi dari amplop itu yang merupakan sebuah surat. Jungkook memperbesar gambar itu untuk membacanya.
Teruntuk Om Rapmonster,
Aku ingin bercerita tentang kepergianku.
Hari itu adalah hari yang indah.
Aku pergi bersama kakek, nenek, serta paman Suga.
Tapi, ada sebuah mobil yang mengikuti kami dari belakang.
Mobil itu berwarna merah.
Aku tidak tau apa merek ataupun jenisnya.
Tapi aku ingin mama papa waspada.
Ketika kecelakaan itu berlangsung dan mobil kami sudah menabrak pembatas jalan, aku masih sadar.
Seorang perempuan memasuki mobil kami dengan paksa.
Baik paman yang menyetir maupun kakek dan nenek sudah tak sadarkan diri, darah mereka ada dimana-mana.
Aku takut, jadi aku menutup mataku.
Perempuan itu tertawa, lalu berkata bahwa ia senang telah berhasil menjalankan rencananya.
Aku tidak terlalu ingat, tapi aku mendengar nama mama disebut.
Perasaanku tidak enak sampai saat ini, tapi setelah memberikan surat ini ke Om, Genie yakin.
Genie yakin dengan surat ini Om akan paham apa mau Genie.
Tolong jaga mama papa.
Aku berada di sekeliling mereka setiap harinya dan aku bisa melihat mereka sedih.
Hal pertama yang ku minta adalah katakan pada mama papa aku baik-baik saja.
Hal kedua yang ku minta adalah tolong sampaikan pada papa untuk berhati-hati pada mobil berwarna merah.
Maaf karena Genie tidak terlalu mengerti tentang jenis mobil.
Tapi yang jelas mobil itu berwarna merah.
Tolong berhati-hati.
Genie memang senang jika kami berkumpul kembali.
Tapi Genie tidak mau seperti itu.
Genie mau mama papa serta adik Genie bahagia.
Jika mereka meninggal, Genie mau mereka meninggal dengan damai.
Jiwa Genie yang tidak tenang adalah alasan kenapa Genie bisa menjumpai Judy. Maaf jika itu membuat Om serta Tante merasa takut dan mungkin membuat Judy sakit. Itu adalah pertama dan terakhir kalinya Genie menampakkan diri pada kalian. Maaf membuat kalian takut.
Om, tolong sampaikan ini pada papa dan mama.
Genie percaya pada om.
Salam dari putri kecil
kesayangan Mama Asyiela dan Papa Jungkook
Jeon Ha Ram
-Mama, Don't Cry-
Heyho
Kira-kira siapa ya?
Ayo ditebak, kali aja bener
Jangan lupa buat vote dan komen, ya. Karena itu moodbooster aku♡
See you♡
KAMU SEDANG MEMBACA
Mama, Don't Cry (Completed)
Fanfiction[ C o m p l e t e d ] Sequel of Roleplay : Take Me To Your Real Life Jeon Jungkook Fanfiction | Lizkook -Mama, Don't Cry- Start : 23 Januari 2020 Finish : 20 April 2020 - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - Jungkook dan As...
