Hari ini, Jungkook dan Asyiela membawa Eunwoo ke sekolah tempat Judy dan Daniel belajar sesuai keinginan Eunwoo untuk melihat-lihat. Eunwoo benar-benar terlihat senang, sehingga dalam hati Asyiela keraguannya menghilang. Melihat Eunwoo yang senang seperti ini, membuat Asyiela sedikit banyak mengerti bahwa apa yang diungkapkan Jungkook dan Eunwoo ada benarnya. Tak selamanya Eunwoo dapat hidup sendiri.
"Mama," panggil Eunwoo membuat Asyiela menoleh. "Hm?"
"Eunwoo memang bakalan sekolah disini, kan?"
Asyiela mengangguk. Respon yang berhasil membuat Eunwoo semakin kegirangan dan bersorak. Jungkook yang melihatnya ikut tersenyum, mengusap puncak kepala Asyiela. "Kenapa?" Tanya Asyiela bingung karena perlakuan Jungkook. "Kamu lihat, kan? Dia seneng banget. Masih tega kamu ga kasih dia sekolah formal?"
Wanita itu mengerucutkan bibir, merasa tersindir. "Iya deh, Pak. Saya salah. Ampuni hamba."
"Eh? Bukan aku yang ngomong gitu loh, ya."
"Ih, nyebelin!"
Asyiela meninju lengan Jungkook kesal. Jungkook hanya terkekeh, jadi merasa seperti masih pacaran dulu. Asyiela tetaplah Asyiela. Masih kekanakan, cemburuan, dan masih menjadi sosok wanita yang paling ia cintai selain ibunya.
"Mama! Papa! Eunwoo dimarahin ibu-ibu!" Rengek Eunwoo tiba-tiba menghampiri mereka. Dibelakang bocah itu, berdiri seorang guru yang tampak panik. "A-anu. Saya---"
"Santai saja, Bu. Ada apa?" Tanya Jungkook membuat si ibu guru menunduk malu-malu. "Begini, anak mas ganteng masuk ke kelas waktu saya lagi ngajar. Dia manggilin Daniel dari pintu. Jadi saya nasehatin."
"Bohong, Pa! Eunwoo dimarahin huaaaaa!" Rengek Eunwoo tak terima. Guru itu tadi memang menasehatinya. Tapi wajah tegas guru tersebut membuatnya ketakutan. Ia merasa dimarahi oleh guru tersebut.
Guru tersebut panik. Padahal ia tak melakukan apapun pada bocah ganteng itu. Jujur. Hanya menasehati, kok.
"Aduh, Eunwoo. Kamu ga boleh begitu. Minta maaf sama ibu guru."
Eunwoo cemberut, namun menurut. Ia menyalim guru tersebut dan meminta maaf. Tak lupa berjanji tidak akan mengulangi lagi. Guru tersebut menghela nafas lega, namun kembali menatap pasangan suami-istri itu bergantian. "Kalau boleh tau, Bapak dan Ibu ada perlu apa kesini?"
"Ah, dia mau sekolah. Jadi dia mau lihat-lihat dulu. Sekalian kalau dia memang mau disini bakalan di daftar." Jelas Asyiela membuat guru tersebut mengangguk paham. "Tapi, dia kayaknya masih umur empat tahunan, ya?"
Bertukar pandangan, keduanya mengangguk. "Jadi kenapa langsung masuk ke sekolah dasar? Nanti dia kesulitan, loh."
"Eunwoo pinter, tauk!" Protes bocah itu sambil berkacak pinggang. Guru tersebut tersenyum, "Udah bisa baca?"
"Udah."
"Nulis?"
"Udah."
"Berhitung?"
"Eunwoo udah bisa perkalian!"
Guru tersebut mengusap kepalanya, "Iya. Pintar, ya. Seperti kakaknya."
"Kakak?" Tanya Eunwoo memiringkan kepalanya. "Loh? Kamu gak tahu? Dulu kakak kamu juga sekolah disini. Dia murid paling pintar. Dia dapet juara satu umum terus, loh."
Eunwoo yang tertarik ingin guru tersebut bercerita lebih banyak lagi. Namun, sayang. Guru tersebut pamit undur diri karena harus lanjut mengajar. Mengerucutkan bibirnya, Eunwoo menatap Mama dan Papanya bergantian. "Mama Papa nanti ceritain tentang kakak, ya."
Asyiela termenung, sedangkan Jungkook hanya bisa tersenyum. "Memang apa yang mau Eunwoo tahu dari kakaknya Eunwoo?"
"Semuanya. Eunwoo pengen tahu semuanya. Selama ini, Eunwoo cuma tahu kalo kakak udah meninggal. Eunwoo mau tahu lebih." Pinta bocah itu panjang lebar. Asyiela sudah terdiam sepenuhnya, tak berniat membahas topik tersebut. Baginya, itu hanya akan membuat luka lamanya kembali menganga.
"Ayo kita daftar dulu ke ruang pendaftarannya." Ajak Asyiela dengan nada yang dingin. Eunwoo mengerjapkan mata, sedangkan Jungkook hanya berbisik. "Nanti Papa ceritain. Kita daftarin kamu sekolah dulu, ya."
"Mama ga papa, kan?" Tanya bocah itu khawatir. Asyiela tak menjawab. Lagi-lagi, Jungkook yang menjadi penyambung lidah. "Dia baik-baik aja. Udah, ayo cepet. Sini Papa gendong."
-Mama, Don't Cry-
Hai, hai!
Thanks for 3k reads, readers!♡ I love you all♡♡♡
Btw, keep safety ya
Hati-hati dan kalo bisa ga usah keluar rumah dulu okay.
Mari kita rebahan saja di pulau kapuk tercinta sambil ngehalu untuk menghindari penyebaran corona. Yap, tidak lupa dengan mengerjakan pr yang segunung tentunya. Wkwkwk.
Oh, ya.
Gimana part ini?
Suka?
Jangan lupa tinggalkan jejak berupa vote dan komennya, cinta-cintaku♡
See you♡
KAMU SEDANG MEMBACA
Mama, Don't Cry (Completed)
Fanfiction[ C o m p l e t e d ] Sequel of Roleplay : Take Me To Your Real Life Jeon Jungkook Fanfiction | Lizkook -Mama, Don't Cry- Start : 23 Januari 2020 Finish : 20 April 2020 - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - Jungkook dan As...
