16. Keinginan

889 69 0
                                        

Eunwoo menatap ke arah cermin. Bocah kecil itu langsung bangun tepat di saat Jungkook menutup kamarnya. Dengan rasa takut, ia menghidupkan lampu dan disinilah ia sekarang. Berada di depan cermin sembari menatap pantulan dirinya sendiri di cermin itu.

"Halo." Ucap pantulan dari cermin itu padanya. Sedikit terkejut, Eunwoo melangkah perlahan ke belakang untuk menjauh dari cermin itu. Pantulan dirinya di cermin itu justru tertawa, "Ah, apa kau takut padaku? Aku adalah dirimu." Eunwoo memiringkan kepalanya, tak mengerti. Sosok dirinya dalam cermin itu kembali menjelaskan. "Aku adalah dirimu. Bagian dari dirimu, lebih tepatnya. Dirimu yang kesal karena tidak diperbolehkan keluar rumah. Dirimu yang ingin bermain dengan anak lainnya. Dirimu yang ingin diperlakukan sama seperti anak lainnya. Serta aku adalah salah satu bagian dari dirimu yang merasa sakit dengan perkataan Mama tadi."

Mata Eunwoo melebar, "Kamu juga merasakannya?" Sosok itu tersenyum. "Tentu. Karena aku adalah kamu."

Perlahan setetes air matanya turun. Entah kenapa, ada bagian kecil dari Eunwoo yang senang mengetahui itu. Ia tak sendiri. Sakit yang ia rasakan tadi tak hanya ia yang merasakan, namun juga 'dirinya' yang lain. Rasanya senang mengetahui ada orang yang sama yang merasakan hal itu.

"Kamu mau memberiku nama?" Tanya sosok itu pada Eunwoo. "Karena aku adalah kamu, bukankah nama kita sama?" Sosok itu tersenyum kecil, "Jadi, kamu akan memanggilku apa?" Ah, benar juga. Eunwoo sedikit tidak nyaman memanggil namanya sendiri. "Baiklah, aku akan memberimu nama Jeon Eunwoo. Aku akan memanggilmu Jeon."

Baik Eunwoo dan sosok dalam cermin, mereka sama-sama tersenyum dan merasa saling terkoneksi untuk beberapa saat.

-Mama, Don't Cry-

Pagi telah menyapa. Asyiela menatap suaminya yang tertidur sambil memeluk dirinya. Ah, Asyiela jadi teringat tentang perdebatan kecilnya semalam. Sepertinya ia memang keterlaluan pada Eunwoo dan Jungkook.

Ia bangkit kemudian menuju dapur. Baru saja ia akan memotong sayur, terdengar suara dari bel rumahnya. Asyiela pun melangkah menuju pintu. Ada rasa ragu dalam langkahnya, namun ia tetap melanjutkan langkahnya ke pintu.

Pintu terbuka, menampilkan seorang gadis yang sepertinya diceritakan oleh Jungkook semalam. "Ah, maaf? Kamu siapa?" Tanya gadis itu sopan. "Saya Asyiela. Istri Jungkook. Ada apa?"

"Salam kenal! Saya Kieu Trang. Saya membawakan ini untuk semua tetangga." Ucap gadis itu sembari menyodorkan sebuah tempat bekal. "Maaf, tapi saya pikir kalian sudah bercerai." Asyiela mengernyit, meminta penjelasan. "A-ah. Maksud saya, jarang sekali ada pemberitaan tentang kalian. Jadi saya pikir begitu."

"Apapun yang terjadi pada keluarga kami tak perlu diumbar ke media." Tegas Asyiela yang merasa kesal. Gadis bernama Kieu ini tampaknya kurang sopan dan terlalu mengurusi urusan orang. Kieu hanya terkekeh, "Oh, baiklah. Maaf karena sudah mengatakan hal yang kurang sopan. Saya pamit."

Asyiela menutup pintu, melihat tempat bekal yang baru saja ia terima dari gadis itu. Ia membuka kotak bekal itu dan terkejut melihat isinya.

Isinya terlihat seperti bento biasa. Yang membedakan adalah tulisan yang dibuat gadis itu di bento tersebut.

'Jungkookie-oppa, aku ingin menjadi istrimu'

"Sayang, kok melamun?" Suara khas orang yang baru bangun tidur itu membuat Asyiela menoleh pada suaminya itu. Jungkook mendekatinya, melihat apa yang sedang istrinya pegang. Setelah melihat itu, Jungkook sedikit terkejut. "Kamu yang bikin ini?" Tanya Jungkook yang direspon Asyiela dengan gelengan. "Jadi siapa?"

"Kamu ga punya hubungan apapun sama Kieu, kan?" Tanya Asyiela dengan nada bergetar. Jungkook segera memeluk istrinya itu, "Enggak ada, sayang." Tubuh wanita itu sudah bergetar, kotak bekal itu terhempas begitu saja. Jungkook yang paham istrinya masih dalam keadaan depresi mengecup kening istrinya itu. Sejak kepergian Genie, depresi yang dialami Asyiela berkelanjutan. Bahkan setelah Eunwoo lahir sekalipun, depresi yang dialami wanitanya itu tak berkurang. Eunwoo bahkan tak diperbolehkan keluar rumah sehingga sedikit banyak Jungkook mengerti jika anaknya itu bersikap seperti semalam, pergi main bersama sepupunya diam-diam. Setiap tengah malam pasti Asyiela akan terbangun dan menangis. Hal itu sudah menjadi rutinitas bagi keduanya. Asyiela akan menangis dan Jungkook akan menenangkannya. Eunwoo sendiri hanya akan bermain di kamar dan tak jarang melihat anak-anak lainnya bermain dari jendela.

Sebenarnya, Jungkook selalu bertanya-tanya.

Kapan semua ini akan berakhir?

-Mama, Don't Cry-

Maaf karena tanggal 7 kemaren gak update. Soalnya aku lagi sibuk banget sama organisasi di sekolah.

I'm so sorry

Masih ada yang baca cerita ini, kah?

Coba komen, 'saya, kak!'

Semoga feelnya kerasa ke kalian, ya.

Terus, di part yang lalu kan ada Kieu dan Dei, ini aku kasih fotonya yaaaa. Semalem aku lupa soalnya semalem tuh aku pulang lama dari sekolah terus ya gitu sampe rumah bawaannya mau cepet cepet tidur wkwk

Ini dia Kieu Trang

Unyu unyu gimana gituuu

Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.

Unyu unyu gimana gituuu

Ini dia Dei (ku gak tau namanya tapi nama ig nya tuh dei jadi ya gitu wkwk)

Jangan lupa ya kasih ☆ nya dan kalo mau kasih pendapat kalian tentang cerita ini

Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.

Jangan lupa ya kasih ☆ nya dan kalo mau kasih pendapat kalian tentang cerita ini.

See you!

Mama, Don't Cry (Completed)Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang