35. Lengah

464 42 0
                                        

"Apakah kamu bekerja sama dengan saudarimu?" Tanya bocah itu membuat jantung Dei seakan berhenti berdetak. Tetapi, ia tetap menampilkan senyumnya walau senyuman itu tampak canggung, "Apa maksudmu?"

Bocah kecil itu puas melihat reaksi Dei. Ia tampak seolah sedang berpikir sebelum kembali bicara. "Yah, untuk membiayai hidup, mungkin?"

"Katamu tadi, kau tidak mengenalku, kan?" Dei balas bertanya. Sosok itu tersenyum begitu manis namun tampak begitu misterius pula. "Ah, Eunwoo? Ya. Eunwoo tidak mengenalimu. Tapi aku dan Patrick tidak seceroboh Eunwoo hingga tidak bisa menyadari ada tetangga baru di sebelah rumah."

Mendengar jawaban dari bibir mungil bocah itu membuat Dei semakin bingung. Ia belum pernah mendapat hal semengejutkan ini dalam hidupnya. Bahkan ketika sasaran yang diberikan ayahnya adalah seorang psikopat sekalipun, ia tak pernah merasa seterjebak ini. Dan lagi, ia bilang apa? Eunwoo? Patrick? 'Aku'?

"Cara menjawabnya masih sama, hyung tinggal menjawab 'ya' atau 'tidak'." Ucap bocah itu riang sambil berdiri. "Apakah kamu yang merencanakan ini? Atau justru orang lain?"

Lidah Dei kelu. Ia hanya menatap wajah bocah dihadapannya ini dengan gamang. "Lalu, apakah Jaemin hyung adalah temanmu?"

"Apakah dia sengaja mendekati kakak Mamaku untuk mempermudah rencana kalian?"

"Apakah kamu yang melecehkan tanteku dan temannya?"

"Apakah kamu dan teman-temanmu sudah sering melakukan aksi semacam ini?"

Rentetan pertanyaan itu meluncur dari bibir mungil seorang bocah yang bahkan tidak bisa Dei sangka dapat memperkirakan sesuatu hingga sejauh itu. Dei benar-benar membatu. Ia tak lagi menatap bocah itu, menunduk dan menatap lantai yang tampak kotor karena sudah lama tidak dibersihkan.

"Hyung, ini pertanyaan terakhirku." Ucap bocah itu sambil menangkup wajah Dei dengan tangan mungilnya. "Apakah kamu sebenarnya ingin melakukan semua ini?"

-Mama, Don't Cry-


"Jungkook!"

Suara teriakan Rapmonster itu membuat Jungkook berdecak. Ia menatap wajah Asyiela yang sedang damai dalam tidurnya, kemudian mengecup keningnya. "Sebentar, ya. Aku hadapin manusia bobrok dulu." Bisik Jungkook sambil menarik tangannya perlahan dari kepala Asyiela. Setelah memposisikan Asyiela sebaik mungkin, Jungkook keluar dari kamar dan menemui Rapmonster yang berada di ruang depan.

"Kenapa sih?" Balas Jungkook begitu melihat Rapmonster yang membelakanginya di depan pintu. Pintu tampak terbuka dan tampaklah dua polisi disana. Jungkook melangkahkan kakinya cepat setelah menyadari siapa bocah yang berada dalam gendongan salah satu polisi itu.

"Eunwoo," Gumamnya sambil meraih tubuh putranya itu. Ia menggendong bocah itu dengan sangat berhati-hati seakan-akan tubuh tersebut benar-benar rapuh. Matanya berkaca-kaca namun senyumnya muncul ketika menyadari putranya selamat dan tak terluka.

"Anak ini menuju pos satpam di Perumahan Y. Ia meminta diantarkan ke kantor polisi kemudian meminta diantarkan ke rumahnya. Setelah kami menyadari dia adalah anak yang diculik di apartemen Z, kami menghubungi Bapak Taehyung dan Bapak Taehyung memberikan alamat ini." Jelas polisi itu panjang lebar. Jungkook menciumi wajah putranya itu kemudian berterimakasih pada para polisi.

"Kemungkinan anak bapak akan kami tanyakan beberapa hal nanti. Mohon kerjasamanya ya, Pak." Ucap polisi itu yang diangguki Jungkook. "Iya, Pak. Sekali lagi, terimakasih banyak."

"Kalau begitu, kami permisi." Pamit polisi itu diikuti rekannya.

Rapmonster segera mengabarkan ini ke anggota keluarga lainnya yang ada di ruang televisi, sedangkan Jungkook masih berdiri di tempat tadi sembari mengucap syukur.

Tuhan telah memberi keajaiban untuk putranya.


-Mama, Don't Cry-

Heyho!

Ada yang baru bangun?

Buat kalian yang anak sma kelas satu sama kelas dua, selamat memulai libur panjang seperti saya:D

Buat kakak kakak kelas dua belas, semangat!

Gimana part ini?

Suka?

Tinggalkan jejak berupa vote dan komen yaaaa

Lopyu♡

Mama, Don't Cry (Completed)Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang