"Jaemin, gue ga habis pikir." Ucap Suho yang diangguki Kai. Kini mereka sedang mengunjungi Jaemin di penjara. Kai menghembuskan asap rokok sebelum akhirnya ikut angkat suara. "Sejak kapan kamu rencanain ini?"
"Dari awal kita ketemu."
Jawaban yang hanya bisa membuat Suho dan Kai menggelengkan kepalanya. Karena kelalaian mereka dalam berteman, nyawa keponakan mereka terancam serta adik ipar mereka di perkosa. Terlebih lagi ternyata perkenalan mereka sudah direncanakan oleh sosok dihadapan mereka. Kurang biadab apa 'teman dekat' mereka ini?
"Tapi," Ucap Jaemin menggantung tiba-tiba membuat Suho dan Kai menatapnya sinis. Dari tatapan itu membuat Jaemin merasa harus segera mengatakan kelanjutan perkataannya. "Keponakan kalian itu aneh."
"Kalo memang Eunwoo mentalnya jadi rusak karena kalian, wajar kalau dia aneh." Balas Suho menatapnya sinis membuat Jaemin tersenyum kecut. "Bahkan sebelum kami apa-apain juga mentalnya udah rusak."
"Apa maksudmu?" Tanya Kai membuat Jaemin kini menghela nafas. "Aku memang tak menghadapinya langsung. Tapi menurut leader kami, sikap bocah itu berubah drastis hanya dalam sekejap."
"Dan kau berharap kami percaya?" Tanya Kai lagi membuat Jaemin lagi-lagi menghela nafas. "Kau tahu? Untuk mengelabui leader, dibutuhkan iq tinggi. Untuk membuatnya lengah, dibutuhkan tenaga yang kuat. Dan bocah empat tahun itu membuat leader kami tak sadarkan diri. Kurang hebat apa bocah itu?"
"Ka--"
"Bawa dia kesini. Kau kembalilah ke tempatmu." Ucap Kai memotong perkataan Suho. Polisi yang ikut mengawal Jaemin pun menuruti perintah itu dan tak lama kemudian, polisi tersebut membawa orang yang disebut-sebut sebagai leader oleh Jaemin.
Tampaknya berusia dua puluhan. Wajahnya lumayan menawan, Suho dam Kai tak heran orang dihadapannya ini bisa menjadi seorang ulzzang. Yap. Dan tak disangka pula pujaan kaum hawa ini justru seorang leader geng kriminal.
"Ada perlu apa?" Tanya orang itu pada keduanya. Suho memandangnya dari atas kebawah sebelum berkata. "Berapa banyak uang yang harus ku beri untuk membeli harga dirimu?"
Sebuah jitakan mendarat di kepala Suho. Tentu itu tindakan Kai. "Aku tahu kau sultan. Tapi ayo kita serius." Ucap Kai lalu kembali beralih pada pemuda dihadapannya. "Katanya, keponakan kami aneh. Apa keanehannya?"
"Hah... sulit bagiku mengakui ini tapi dalam sekejap, kepribadiannya berubah. Kepribadian ganda, mungkin?" Ungkap Dei membuat Kai berdecak. "Memangnya ia bertingkah seperti apa?"
"Awalnya, ia hanyalah anak kecil polos. Ia tak mengenaliku. Tapi, setelah ia tak sadarkan diri entah karena apa, ia jadi berubah. Sifatnya beda drastis, anak polos yang tadinya ku lihat berganti jadi bocah tengil yang tampaknya tahu segalanya. Dia bahkan menyebut nama Eunwoo dan Patrick padahal dia menyebut dirinya sendiri 'aku'. Sampai sekarang, aku heran kenapa anak itu bisa rusak di usia semuda itu." Jelas Dei membuat Kai dan Suho kembali mengingat sosok Eunwoo. Yah. Kalau sosok anak yang polos, Kai dan Suho jelas setuju. Karena memang seperti itulah Eunwoo yang mereka kenal. Belum lagi sifat luar biasa penurut bocah itu. Tapi, kalau menjadi bocah tengil? Tampaknya Eunwoo tak pernah berubah sedrastis itu.
"Bohong pun ada batasnya." Ucap Suho pada pemuda itu. Dei terkekeh, "Aku sudah jadi tahanan. Untuk apa lagi aku berbohong?"
"Kau tak akan berbohong? Tak akan menutupi apapun?" Tanya Kai yang diangguki Dei. "Jawablah. Siapa dalang dibalik semua ini."
"Ayahku."
Belum lagi bertanya, Dei sudah kembali angkat bicara.
"Dia masih memiliki hubungan darah dengan keluarga Paman Sehun. Carilah. Barangkali kalian akan menemukan alasan atas semua tindakan bodohnya."
"Kenapa kami harus percaya?" Tanya Suho membuat Dei lagi-lagi terkekeh. "Karena jujur saja, aku sudah muak menuruti perintahnya."
Suho dan Kai terdiam, sebelum akhirnya berterimakasih pada polisi yang menjaga tahanan tersebut selagi mereka bicara dan meminta agar informasi yang sudah disampaikan Dei segera diproses walau sebenarnya mereka tak sepenuhnya percaya.
Eunwoo? Tengil?
Tampaknya dua kata tersebut adalah hal yang tak akan dapat disatukan untuk menggambarkan itu.
-Mama, Don't Cry-
Double up yeeeeey♡
Sesuai janji aku double up kalo lagi ga nugas.
Gimana part ini?
Jangan lupa tinggalkan jejak berupa vote dan komen, ya♡♡♡
See you♡
KAMU SEDANG MEMBACA
Mama, Don't Cry (Completed)
Fanfiction[ C o m p l e t e d ] Sequel of Roleplay : Take Me To Your Real Life Jeon Jungkook Fanfiction | Lizkook -Mama, Don't Cry- Start : 23 Januari 2020 Finish : 20 April 2020 - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - Jungkook dan As...
