Sosok gadis mungil itu berjalan ke arah asrama dengan wajah murung. Tidak ada yang ingin mendekatinya. Gadis itu terlihat rapuh dan menyedihkan karenanya. Dia kemudian membuka kamarnya dan menutupnya. Inginnya langsung berbaring namun sebuah kertas yang terpajang di pintu kamar sisi dalamnya mengurungkan niatnya.
Dibukanya kertas itu dan nampak sederet kalimat.
I'm watching you~~~
Spontan dilempar kertas itu dan wajahnya menjadi panik. Dia mengacak rambutnya dan menutup mata serta kedua telinganya dengan tangan. Namun, suara itu tidak pernah keluar. Suara itu terus terdengar. Seakan mengikuti kemanapun dia pergi.
'Seseorang, tolong aku!'
***
Jisoo's POV
Pagi yang cerah, matahari bersinar, dan suasana damai menemani kesendirianku. Jangan heran kenapa aku jadi puitis begini. Kemarin ada pelajaran sastra dan mau tidak mau aku harus mengubah diriku menjadi lebay-mode-on.
Singkatnya aku lagi tidur di atap sekolah, tempat yang tidak bisa dijangkau oleh sebagian besar penghuni SHS. Sudah sebulan sejak kasus Ibu Heejung dan Ibu Taeyeon selesai. Peranku bersama dua papan teflon juga sudah selesai. Kami kembali ke rutinitas kami yang biasanya saja. Berusaha untuk tidak saling menyapa. Bukan berarti mereka sombong, justru sebaliknya. Mereka bersikap begitu karena aku yang memintanya garis miring memaksa.
Meskipun aku lumayan terhibur dengan mereka, namun aku tidak ingin merelakan kehidupan tenangku. Seperti sejak awal aku masuk SHS. Identitasku sebagai gadis cupu legenda bolos tidak boleh pudar begitu saja. Bila mereka berada di dekatku, maka hal yang tidak kuinginkan akan terjadi lagi. Lagipula, aku sudah cukup puas berteman dengan Rose dan Hayi yang menerimaku apa adanya juga.
Aku baru saja ingin memejamkan mataku saat kurasa handphoneku bergetar. Ada pesan masuk dari... Rose. Tumben dia menggangguku saat bolos. Biasanya, baik Hayi maupun Rose sudah maklum akan kebiasaanku satu itu dan kalau bukan aku yang mendatangi mereka, mereka tak akan menggangguku. Tandanya, ada sesuatu yang urgen.
Ke kelas sekarang! Inspeksi dadakan dari OSIS dan Panda Tua Gila!
Aku membelalakkan mataku melihat pesan itu. Segera saja aku meloncat ke dahan pohon terdekat dari atap dan merayap hingga mencapai koridor kelasku –Lantai 3-. Aku kemudian memperbaiki dandananku hingga mirip anak cupu dan masuk ke kelas yang untungnya tidak ada guru. Dari jauh kulihat banyak anak-anak yang tidak taat peraturan keluar dari kelasnya dan berbaris di lapangan yang dijaga oleh beberapa anggota OSIS.
"Kau dari mana saja, Jis?" tanya Rose cemas. "Untung saja PTG belum datang kemari dan menginspeksi kelas kita. Kalau detensimu bertambah lagi, yang ada orang tuamu dipanggil," omelnya panjang lebar.
"Tenang, oke. Aku sudah ada di sini. Bahkan hari ini aku berpakaian lengkap dan tidak melupakan aksesoris apapun," balasku menenangkan Rose. Dia memang mudah panik namun aku merasakan kepeduliannya padaku.
Ya...., sebenarnya wajar saja dia panik kali ini karena aku juga sama paniknya. Tahu-tahu saja detensiku terlalu banyak sebulan ini membuat Pak Jiwon (yang kami sebut Panda Tua Gila) meradang. Dia mengancam akan memanggil orang tuaku ke sekolah yang tentu saja kutolak mentah-mentah. Apa saja kecuali datangnya bapak super sibuk dan nenek sihir mengamuk. (Tolong, jangan tiru tindakanku yang memberikan julukan pada orang tua, tapi belum saatnya kalian tahu siapa mereka.)
Aku menoleh ke jendela untuk melihat lapangan yang dipadati oleh siswa-siswa tidak taat aturan. Biasanya aku ada di sana karena aku sudah familier dengan beberapa wajah namun kuputuskan untuk menjadi siswa baik-baik saat inspeksi berlangsung. Aku mengernyit mendapati wajah baru yang tak kukenal di sana. Aku menyenggol Rose.
KAMU SEDANG MEMBACA
Guard (Bobsoo)✓
FanfictionSeoul High School (SHS) adalah sekolah tua terkenal dengan rumor mistis. Keberadaan Detektif Sherlock yang sudah ada sejak setengah umur SHS dan berfungsi sebagai penjaga sekolah itu membuat banyak orang penasaran dan berusaha mengungkap identitasny...
