Part 40

138 31 4
                                        

Jisoo melihat keduanya dengan tatapan cemas bercampur harapan. 'Jangan katakan, Yunhyeong bodoh! Jangan katakan apapun yang berhubungan dengan-'

"Karena kau jelek dan tidak menarik!" kata Yunhyeong akhirnya. Sontak membuat Daisy menatap tak percaya apa yang baru saja keluar dari mulut sunbae-nya itu. Dia bahkan tidak bisa mengeluarkan kata-kata apapun untuk membalas ucapannya.

Daisy akhirnya memutuskan untuk pergi tanpa mengucapkan sepatah kata lagi. Namun tatapannya sebelum pergi membuat Yunhyeong sedikit merasa bersalah. Tetapi bagaimanapun, kata-kata tak bisa ditarik kembali, apalagi perasaan yang sudah terluka tak bisa diperbaiki begitu saja.

Jisoo melihat tatapan itu dan dia terperangah. 'Mengapa kau mengatakannya? Dasar Yunhyeong bodoh!'

End of Flashback

"Lalu, sisanya bisa kau lihat sendiri tadi," ujar Hayi menyelesaikan ceritanya. Bobby mengangguk mengerti. Dia menatap Jisoo lamat-lamat, namun fokusnya bukan pada Jisoo. Melainkan sesuatu yang tiba-tiba saja terlintas di benaknya. Sebuah kepingan masa lalu yang menyeruak keluar. Dan rasanya itulah yang Jisoo pikirkan saat ini.

'KRIIIIIIINGGG!'

"Sudah bel masuk," ujar Jennie. "Lebih baik kita kembali ke kelas sekarang."

Jisoo berbalik dan berjalan lebih dulu diikuti oleh Rose dan Jennie. Sementara Hayi menatap lurus Hanbin yang sedari tadi terlihat menghindar. "Sepertinya banyak yang harus kau ceritakan padaku, bukan begitu Kim Hanbin?"

Hanbin menghela napas. Cepat atau lambat, Hayi dan teman-temannya akan mengetahui hal ini. "Sepulang sekolah," kata Hanbin. "Kita berkumpul di ruang OSIS. Akan kuceritakan apa yang bisa dan pantas untuk kuceritakan padamu dan teman-temanmu," lanjutnya menjanjikan.

Hayi mengangguk lalu pergi menyusul ketiga temannya. Sementara Hanbin dan Bobby memilih mendekati Yunhyeong dan turut mengajaknya untuk masuk kelas.

***

Hari itu berlalu dengan cepat. Setidaknya bagi Hanbin. Saat ini dia, Hayi, Rose, dan Jennie berkumpul di ruang OSIS. Hanbin juga mneyeret Bobby karena Hayi yang meminta.

Hayi, Rose, dan Jennie menatap Hanbin dengan pandangan menuntut sementara Bobby yang harusnya bercerita malah memalingkan wajah seakan jiwanya tak berada di sana. Hanbin menghela napas. 'Kenapa selalu aku yang harus mendongeng? Kenapa?' batinnya berteriak.

"Yang aku tahu," kata Hanbin mengawali pembicaraan. "Jisoo bersahabat dekat dengan Bobby sejak umur 5 tahu-"

"4 tahun," ralat Bobby singkat membuat Hanbin menahan kekesalannya. 'Kalau begitu harusnya kau yang bercerita,' pikirnya. Tapi tidak disuarakan demi ketenangan raganya.

"Jisoo bersahabat dekat dengan Bobby sejak umur 4 tahun. Mereka bertemu karena saat itu Jisoo pindah dan menjadi tetangga Bobby. Mereka berdua selalu masuk sekolah yang sama dan menghabiskan waktu bersama."

"Singkat cerita," sambung Hanbin. "Sejak mereka masuk ke SHS, Jisoo memutuskan untuk pura-pura tidak mengenal Bobby karena para gadis yang 'kau tahulah'. Kebanyakan dari mereka hanya ingin berteman dengan Jisoo sebagai batu loncatan demi dekat dengan Bobby."

Rose terlihat ingin menyela namun Hanbin memberikan tatapan jangan-sela-waktu-mendongengku-yang-hebat-ini. "Aku baru tahu saat awal semester ini. Itupun karena aku, Bobby, dan Jisoo pernah bekerja sama mengerjakan tugas dari kepala sekolah."

"Tugas?" beo Hayi. Dia mengernyit dan terkesiap ketika mengingat sesuatu. "Maksudmu, saat kalian terlambat masuk di hari kedua sekolah?" terkanya yang dibalas anggukan oleh Hanbin.

Guard (Bobsoo)✓Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang