Jantungnya berdebar dengan sangat cepat, terlalu cepat hingga Jisoo merasa bahwa jantungnya akan meloncat keluar dari dadanya. Dia baru saja mengaku pada seluruh orang yang ada bahwa dia adalah Sherlock. Keheningan yang berlangsung setelahnya terlalu mencekam. Semua tatapan tak percaya dan tak ingin percaya seakan menghujam punggungnya.
Bahkan Moriarty – Lisa dan Bobby juga sama. Tidak menyangka bahwa gadis itu tidak menyangkal sedikitpun dan langsung mengakui identitasnya secara gamblang.
"Semua yang sudah dikatakan oleh Moriarty di depan kalian semua memang benar. Aku adalah Detektif Sherlock atau Lady Sherlock. Bertujuan untuk melindungi SHS dari segala macam gangguan seperti rumor yang selalu kalian dengar. Itu memang benar. Menutupi identitasku dengan segala macam samaran, membohongi dan menipu."
Jisoo merasa suaranya sedikit tercekat oleh karenanya dia berhenti sebelum kembali melanjutkan apa yang harus dikatakannya. "Aku tidak tahu apakah semua usahaku ini benar untuk melindungi SHS. Namun... kalau kalian semua merasa ditipu dan dibohongi karena sikapku, maka semua itu sudah menjadi sia-sia."
"Lalu... selanjutnya apa?" tanya Hayi. Perempuan itu berdiri di barisan terdepan dan menatap Jisoo dengan pandangan yang sulit dterka. "Kau akan tetap menjadi Sherlock tanpa menyamar ataupun menutupi identitasmu lagi?"
Jisoo balas memberikan sebuah senyum pada sahabatnya itu. "Meskipun ada sedikit kemungkinanpun, aku sangat ingin mengambilnya. Sayangnya, aku sudah melanggar peraturan Sherlock," jawab Jisoo.
Suasana menjadi sedikit gaduh dengan banyaknya orang penasaran dengan maksud gadis itu. "Apa maksudnya, Jis?" tanya Jennie. "Peraturan apa yang kau langgar? Jadi bagaimana selanjutnya?"
"Selanjutnya..." Alih-alih Jisoo, malah Lisa yang membuka mulutnya. "Tentu saja akan dihilangkan, bukan begitu?" Jisoo bisa membayangkan seringai lebar gadis dengan poni rata di depannya.
"Sejujurnya aku tidak tahu apa yang harus kulakukan. Memang mengakui hal ini juga tidaklah mudah bagiku... tapi aku tidak bisa..." Jisoo menatap satu-satu orang-orang yang pernah ditanganinya itu. Tatapannya sedikit melembut saat menatap ketiga sahabatnya. "Aku... tidak bisa berbohong pada mereka yang selalu percaya padaku."
Hayi tidak tahu apa yang terjadi sebenarnya, namun perasaannya menghangat mendengar ucapan sahabatnya itu. Gadis itu memang penuh dengan rahasia dan itulah yang membuatnya tertarik pertama berteman dengannya. Namun, sebenarnya gadis itu hanyalah ibarat buku yang menunggu untuk dibuka dan dicari tahu.
Dan sepertinya tidak hanya dia yang berpikir seperti itu.
"Astaga...., aku tidak tahu kau bisa puitis seperti itu, Kim Jisoo. Sungguh bukan gayamu sekali, kan?" balas Lisa. "Mungkin beberapa orang termasuk sahabatmu akan sangat tersentuh dengan kalimatmu itu... tapi..." Kepalanya mengarah ke Junwoo yang sedari tadi diam. "Tentunya mereka yang sudah kau hilangkan tidak akan seperti sahabatmu, bukan begitu? Atau mungkin mereka yang pernah kau hina sedemikian rupa juga tidak terima kalau kau berbuat seperti itu."
"Aku tetap tidak menyesal sudah menghilangkan mereka semua. Bahkan bila itu termasuk untukmu, Yang Junwoo. Itu adalah keputusan yang kubuat sendiri dan aku rasa tidak ada yang salah dari tindakanku," ucap Jisoo yakin.
"Lihatlah betapa tidak adanya penyesalan sama sekali di mata gadis ini. Apakah mengusir mereka dari sekolah adalah salah satu tindakan yang patut dilakukan? Sekalipun itu karena kau memiliki orang tua yang berkuasa di sekolah bukan berarti kau bisa berbuat semaumu," serang Lisa.
"Bahkan tanpa orang tuaku sekalipun, aku masih bisa berbuat hal yang sama pada mereka semua," balas Jisoo tak kalah tegas.
"Hentikan!" Suara laki-laki membuat pertengkaran yang terjadi antara Jisoo dan juga Moriarty (Lisa) terhenti begitu saja. Atensi semua orang berpindah ke laki-laki itu. Yang Junwoo.
KAMU SEDANG MEMBACA
Guard (Bobsoo)✓
FanfictionSeoul High School (SHS) adalah sekolah tua terkenal dengan rumor mistis. Keberadaan Detektif Sherlock yang sudah ada sejak setengah umur SHS dan berfungsi sebagai penjaga sekolah itu membuat banyak orang penasaran dan berusaha mengungkap identitasny...
