Seminggu dilalui siswa SHS dengan berkencan bersama buku dan soal-soal demi menghadapi UTS. Nilai keluar dengan cepat membuat minggu berikutnya dihadapi oleh siswa-siswa kurang beruntung yang mendapatkan nilai jelek. Mereka harus memperbaiki nilai mereka agar tidak menimbulkan masalah di kemudian hari. Yang nilainya bagus merasa senang, dapat waktu luang karena KBM yang tidak seketat hari lainnya.
Di antara semua orang yang berbahagia, Hayi menghela napas lelah. Tinggal dua minggu lagi sebelum festival seni dan olahraga dimulai tapi pekerjaannya sebagai sekretaris OSIS tidak selesai-selesai juga. Jangankan selesai, berkurang saja tidak. Untung saja dia tidak termasuk siswa yang harus perbaikan berkat belajar kelompok bersama Jennie, Jisoo, dan Rose.
Untung lainnya, dia bisa menyeret Jennie dan Rose untuk membantu pekerjaannya sedikit. Sementara Jisoo menolak mentah-mentah hal itu karena harus latihan klub drama.
"Hm... memangnya nanti klub drama pakai tema apa?" tanya Rose. Saat ini keempatnya berada di ruang serba guna. Tempat paling nyaman untuk kumpul apalagi saat dekat waktu makan siang.
"Rahasia," jawab Jisoo sekenanya. Dia tidak berbohong. Mereka memang diwajibkan untuk merahasiakan penampilan mereka nanti.
"Jangan-jangan kau jadi cameo saja," tuduh Hayi yang dibalas delikan tak terima Jisoo. "Enak saja. Aku jadi pendukung pemeran utama, tahu."
"Antagonis?" sahut Rose penasaran yang dibalas gelengan. "Wajahku nggak cocok jadi pemeran antagonis."
"Siapa bilang?" sembur Hayi. "Cocok, kok. Apalagi kalau lagi marah-marah. Bahkan Pak Jiwon saja kicep kalau kau lagi marah-marah."
"Tapi ya....," celetuk Jennie. "Aku dengar banyak pemeran cowoknya kali ini. Macam Lee Taeyong, Park Jinyoung, Yook Sungjae, Do Kyungsoo-sunbae, terus ada-"
"Itu drama atau pelelangan cogan?" sela Hayi bersemangat. "Jis, kalau aku ikut klub drama, kira-kira bisa collab sama mereka tidak?" tanyanya penuh harap yang dibalas Jisoo dengan tatapan aneh.
"Palingan kau cuman jadi adeknya mereka. Itupun syukur kalau memang jadi," ejek Rose membuat Hayi memukul tangannya.
"Tapi memang klub drama tidak pernah mengecewakan sih. Apalagi dengan ketua klub yang sekarang," ucap Jennie.
"Aku sarankan jangan deh," jawab Jisoo sambil tersenyum misterius. 'Kalian nggak tahu betapa merepotkannya klub drama.'
***
Di sisi lain, ada Hanbin yang melihat keempat gadis yang sering dilihatnya bersama-sama akhir-akhir ini. Kedatangan Hanbin ke ruang serba guna adalah mencari Hayi, tapi melihat pekerjaannya yang banyak membuat dia mengurungkan niatnya. Dia memilih memutar jalan menghampiri Sungjae, Yunhyeong, dan Bobby yang tumben-tumbennya menginjakkan kaki di ruang serba guna.
Aura-aura suram menguar dari mereka. Hanbin sebenarnya tidak akan heran apabila aura seperti itu keluar dari Bobby, tapi kali ini sang pelaku tidak lain dan tidak bukan adalah Sungjae yang biasanya hiperaktif bersama Yunhyeong.
Hanbin duduk di samping Bobby dan berhadapan langsung dengan keduanya. Dia membuat kontak dengan Yunhyeong dan berbicara tanpa suara. "Kenapa itu?" tanyanya yang dibalas gelengan tak tahu oleh Yunhyeong.
'Mereka tidak tukar tubuh, kan?' batin Hanbin ngawur. Soalnya Bobby hari ini dalam kondisi yang bisa dibilang sangat cerah bagi kamus Hanbin tentang 1001 macam mood seorang Bobby.
"Kau kenapa?" tanya Hanbin. Mumpung Bobby dan Yunhyeong tidak menjawab, Sungjae merasa pertanyaan itu ditujukan padanya. Dia mengangkat kepalanya sekilas dan menatap Hanbin sebelum kembali menelungkupkan wajahnya di atas meja. Memilih tidak menjawab pertanyaan itu.
KAMU SEDANG MEMBACA
Guard (Bobsoo)✓
FanfictionSeoul High School (SHS) adalah sekolah tua terkenal dengan rumor mistis. Keberadaan Detektif Sherlock yang sudah ada sejak setengah umur SHS dan berfungsi sebagai penjaga sekolah itu membuat banyak orang penasaran dan berusaha mengungkap identitasny...
