Happy Reading!
Sita semakin dalam menenggelamkan kepalanya di balik bantal, gadis itu menggeram pada posisi tengkurap. Kakinya sesekali bergerak naik turun menendang udara.
Sella yang duduk bersila disampingnya pun terusik, gadis yang sedari tadi berkutat dengan benda pipih di genggaman pun menurunkan ponselnya. "Emang tadi lo abis ketemu siapa?" tanyanya.
Namun tak ada jawaban dari Sita, cewek itu masih sibuk dengan acara misuh-misuh di atas ranjang.
"Lo lagi ngegalauin siapa sih, Ta?" Sella masih setia dengan nada santainya.
Kembali pertanyaan Sella tidak digubris, Sita masih saja menggeram tak jelas. Hingga suara decakan tersengar nyaring, kesabaran Sella benar-benar sudah diujung tanduk.
Dengan tidak berperikemanusiaannya Sella menarik bantal di bawah kungkungan Sita secara kasar lalu ditimpukkan dengan keras terkena belakang kepala Sita hingga membuat si empunya meringis.
"Agresif banget sih," omel Sita beringsut duduk.
"Suruh siapa ngacangin gue," ujarnya membela, bersedekap di bawah dada tak lupa menatap sebal Sita.
"Gue mana denger. Lagian suara lo juga kecil banget," Sita masih tak mau disalahkan.
"Alibi lo," cebik Sella, ia menurunkan lipatan tangannya. "Emang lo abis ketemu siapa? Sampe mendadak suruh gue nginep."
Sita meluruhkan garis wajahnya. "Ketemu Juan," ujarnya lirih, menunduk dalam dengan bibir menekuk ke bawah.
Sontak Sella melebarkan matanya, memperlihatkan wajah khas orang terkejut. "Serius lo?"
Terlihat Sita yang mengangguk membuat Sella menatapnya penasaran, gadis itu memajukan badannya agar semakin dekat dengan Sita. "Dia ngapain ketemu lo? Pasti minta maaf 'kan? Atau dia nyesel udah boongin lo?" tanyanya beruntun.
Sita menggeleng lemah. "Bukan semuanya."
"Terus dia ngomong apa?"
"Ngomong yang seharusnya gak diomongin."
Sella dibuat bingung mendengar jawaban sahabatnya, menautkan alis sampai hampir akan menyatu.
"Gue nggak ngerti sumpah."
Sita kembali mendongak. "Ya pokoknya dia ngomong yang bikin gue kepikiran."
Sella yang geram akhirnya dengan suka rela melayangkan bantal tepat mengenai wajah melas Sita.
Suara ringisan terdengar, Sita menatap Sella penuh protes. "Kasar banget sih."
"Ngaca embaknya," celetuknya tajam. "Lagian loo kalo ngomong jangan setengah-setengah, udah tau gue spesies manusia yang terlahir dengan tingkat kekepoan yang tinggi. "
"Sabar mangkanya," ujar Sita sinis. "Tapi lo nggak boleh kebawa emosi," pesannya.
Karena sudah kelewat penasaran, mau tidak mau Sella pun mengangguk mengiyakan.
Flashback on
"Gue baik sebelum lo pergi."
KAMU SEDANG MEMBACA
Singgah [TAMAT]
Подростковая литература[Part lengkap dan belum revisi] Sita Larasati, gadis cantik yang mencintai apa adanya pemuda bernama Juan. Pria berkekurangan itu sanggup merubah prinsip hidup Sita yang monoton. Kisah sederhana dari pertemuan tak terduga menjadi kisah cinta pertama...
![Singgah [TAMAT]](https://img.wattpad.com/cover/216310551-64-k428957.jpg)