Happy Reading!
"Te-terakhir?"
Sita mengangguk meyakinkan, lalu kedua tangannya direntangkan, siap untuk menyambut pelukan Alif.
Dan tentu saja Alif hanya diam, dia benar-benar tak faham. Mengapa Sita berbicara seperti itu? Kenapa Sita meminta hal yang membuat Alif bingung? Dan memangnya Sita akan pergi kemana? Begitulah sedikitnya pertanyaan yang memenuhi kepala Alif.
"Liiif," panggil Sita.
Alif dibuat tersadar dari lamunannya. Masih dengan ribuan pertanyaan di kepalanya, Alif menatap Sita meminta penjelasan.
"Kenapa untuk terakhir kali?" tanya Alif.
Sita tidak langsung menjawab, gadis itu nampak sedang berfikir. Lalu selanjutnya yang terjadi ialah gelengan kepala yang Sita berikan. "Pokoknya peluk gue sekarang."
Alif yang bingung tambah bingung. Alif hanya takut jika memenuhi permintaan Sita, ia akan kehilangan gadis itu. Sungguh, Alif tidak bisa.
"Lo mau pergi?"
Cebikkan akhirnya Sita keluarkan. "Lima," ucap gadis itu mengacungkan kelima jemarinya.
"Jangan-jangan lo mau balik ke medan, iya?" Alif tak mau menyerah untuk bertanya.
"Empat," Sita kembali menghitung.
"Atau lo mau tinggal sama bang Bagas?" Alif tak pernah bosan bertanya.
"Tiga," dan Sita tak pernah bosan untuk menghitung.
Alif memetik jari seolah sudah tau alasannya. "Lo mau nyusul Andini ke Singapur kan?"
"Duaaa," Sita mulai geram karena Alif belum juga memenuhi keinginannya.
"Aish, lo mau kemana sebenernya?"
"Dua setengah."
"Ta, gue tanya serius. Lo mau kemana, hah?"
"Dua seperempat."
Alif memejamkan mata, kentara sekali sangat frustasi.
"Sat--"
"Shit!" umpat Alif memotong hitungan Sita.
Dengan cepat pemuda itu menarik tubuh Sita, memeluknya seerat mungkin karena Alif terlalu takut jika Sita akan pergi dan kemungkinan terburuknya Alif tidak akan pernah melihat Sita lagi.
"Gue minta lo jangan pernah pergi dari hidup gue. Apapun yang terjadi, gue gak mau jauh dari lo, gue sangat memohon itu," tutur Alif, kepalanya ditenggelamkan di ceruk leher Sita.
Sita sampai merasa kegelian, juga dengan bibirnya yang tersenyum geli mendengar ucapan Alif barusan.
"Lagian siapa yang mau pergi sih," sahut Sita.
"Hah?" Alif perlahan menjauhkan tubuh Sita dari tubuhnya. "Terus kenapa ngomong kayak gitu?"
"Ya karna..."
KAMU SEDANG MEMBACA
Singgah [TAMAT]
Novela Juvenil[Part lengkap dan belum revisi] Sita Larasati, gadis cantik yang mencintai apa adanya pemuda bernama Juan. Pria berkekurangan itu sanggup merubah prinsip hidup Sita yang monoton. Kisah sederhana dari pertemuan tak terduga menjadi kisah cinta pertama...
![Singgah [TAMAT]](https://img.wattpad.com/cover/216310551-64-k428957.jpg)