"Kak, gue keluar bareng Keysa dulu yaa," pamit Kayvi pada Albivaran yang tengah sibuk dengan laptop dan hanya memberikan anggukan.
Malam ini, Keysa dan Kayvi akan pergi keluar mencari angin. Tentu saja, untuk membawa tunangan orang lain kita harus mendapatkan izin terlebih dahulu dan Kayvi maupun Keysa sudah mendapatkannya.
Kayvi melangkah keluar dan pada saat itu pula, Kayvi melihat Keysa juga keluar dari kamar gadis itu yang dulunya adalah kamarnya. Ia tersenyum, dibalas senyuman oleh gadis itu. Mereka bertemu di tangga dan saling canggung untuk menuruni tangga.
Meraih kunci motornya, Kayvi membuka pintu untuk Keysa dan dirinya. Ia mengeluarkan motor dari garasi dan membantu Keysa untuk naik ke motor besarnya. "Udah, Key?"
Keysa hanya mengangguk dan memegang sisi jaket Kayvi. Mulai menggas motor dan keluar dari kompleks rumah, keduanya sama-sama terdiam membiarkan angin berisik melewati telinga mereka. Keysa melirik spion, menatap wajah Kayvi yang tertutupi helm full face dan hanya terlihat kedua mata laki-laki itu.
Kayvi yang sadar ikut melirik, menatap wajah sendu dari sahabatnya itu. "Key, Lo kenapa?"
"Kita mau kemana?"
"Ke taman?"
"Pantai aja, Kayvi ...."
Kayvi diam sebentar lalu mulai menganggukkan kepalanya. Ia membelokkan motor membawa mereka memasuki area pantai dan memarkirkan motor. Keysa turun terlebih dahulu dan memperbaiki rambutnya sembari menunggu Kayvi. Keduanya lalu melangkah memasuki area pantai itu, tanpa berpegangan tangan dan hanya berjalan beriringan.
"Key, mau es krim?"
Keysa menganggukkan kepalanya dengan senyum kecil. Kayvi ikut tersenyum, menarik tangan Keysa menuju food court. Merasakan hangatnya genggaman tangan itu, Keysa semakin melebarkan senyumnya dan balas menggenggam tangan itu. Ia menunjuk saat Kayvi menatapnya.
"Greentea?"
Keysa mengangguk semangat. Kayvi lalu memesan dan melepaskan genggaman tangannya untuk mengambil dompet. Keysa seketika cemberut dan menatap sinis. Ia langsung mengambil es krimnya saat diberikan oleh penjual dan melangkah lebih dulu membuat Kayvi heran. Segera saja Kayvi membayar dan berlari kecil menghampiri Keysa.
Keduanya akhirnya memilih duduk di pasir pantai dengan alas jaket Kayvi yang direntangkan. Keysa sibuk memakan es krimnya sementara Kayvi hanya memandang air pantai dengan tangan yang menopang tubuhnya. Sudah berlalu 15 menit sejak sampainya mereka dan es krim Keysa sudah habis, keduanya belum memiliki topik untuk berbincang.
"Kita pulang aja lah!" kesal Keysa berdiri dari duduknya.
Kayvi segera menahan dan menyuruh untuk duduk lagi. Ia membawa gadis itu ke dalam rangkulannya dan mengusap bahu Keysa. "Key ...."
Keysa hanya diam, melipat kakinya menatap ombak yang lebih berisik dari mereka.
"Besok lo udah nikah sama Galava," ucap Kayvi lagi.
Keysa mengangguk mengiyakan dengan helaan napas panjang.
"Setelah ini, gue bakal sejauh apa sama lo?"
Pertanyaan itu praktis membuat Keysa menoleh. Ia menatap wajah Kayvi yang juga menatapnya dengan sendu.
"Setelah ini, gue gak bisa jagain lo lagi. Lo udah punya seseorang yang bisa jagain lo lebih dari gue, Key."
"Lo udah punya pacar?"
Kayvi menggeleng. "Sampai saat ini gue belum ketemu orang yang bisa gantiin posisi lo dihati gue."
KAMU SEDANG MEMBACA
Fam(ily)
Teen FictionIni Kisah Keysa. Yang tidak pernah merasakan masa 'jomblo'. Karena setiap putus dari pacarnya, Keysa masih punya tiga cadangan. -Galava. -Kayvi. -Albivaran(?) *Ini bukan short story yang masalahnya selesai satu chapter aja. *Walau setiap chapter p...
