Setelah kita mesen, iya gue, bang Harry dan bang Lou mesen bakso pak Yanto yang lewat di depan rumah dan yang bayar bang Harry tentunya.
"Coba sini gue cobain itu pedes gak?" Kata bang Harry udah siap sendoknya masuk ke dalem mangkok gue, tapi dengan kecepatan yang mengalahkan larinya Cheetah mangkok gue berhasil gue jauhin dari bang Harry.
"Pelit banget lu." Sewot dia sambil turun dari satu tangga teras kita. Iya kita makan di tangga teras.
Gue liat-liat fokus banget bang Lou makannya, laper kali ya mungkin.
"Kurang lengkap ya makan kalo gak ada Niall." Kata gue ngebayangin muka melasnya Niall.
"Foto Ra kasih ke Niall." Barulah bang Louis ngeluarin suaranya.
"Dia lagi ulangan ege, jangan kasian." Sahut bang Harry.
"Sejak kapan lu punya rasa kasian?" Celetuk bang Louis.
"Kalo bukan abang, udah gue siram." Sahut bang Harry.
"Stop!"
Gue langsung lari masuk ke dalem buat ngambil hape gue, jelas gue mau pamer ke Niall. Biar dia gak fokus hahaha. Btw ini udah jam setengah 1 yah Niall udah pulang kali.
Belom sempet duduk lagi dan foto baksonya, motor Niall udah nubruk ke dalem garasi.
"Shit! Gue mau makan bakso!" Bentak Niall naro helmnya, dan lempar tasnya lalu dia lari keluar rumah nyamperin abang tukang bakso.
Kita bertiga cuma geleng, udah biasa liat Niall yang nghype abis sama makanan.
"Itu tetelannya kalo gak dimakan kasih gue lah." Kata bang Harry.
"Dih favorite gue ini mah." Sahut gue.
"Lou lu kan gak doyan tetelan, sini lempar gue."
"Anjim!" Teriak bang Harry waktu bang Louis ngelempar tetelan bakso dari mangkoknya dan hampir kena mukanya.
BHAK!
"Yang bener si anjim! Untung gak tumpah!"
"Lu bilang lempar kan?" Jawab bang Lou dengan santainya.
"Ga gitu juga bego."
Bang Harry ngambil tetelan yang nempel di kaosnya dan langsung dimakan.
"Ewh jorok banget demi."
"Lah lumayan, gak boleh mubazir kata Zayn."
"Whatever."
"Ra! Btw lu ulangan susulannya abis kelar semuanya." Kata Niall yang baru gabung sama kita.
"Maksud?"
"Hari jum'at."
"Oh."
Kita semua larut dalam keheningan siang, dan cuma ada suara pak Yanto yang bunyiin mangkok baksonya. Kode biar kita makannya gak lama kayanya mah.
"Bang si Josh mandiin kali ya." Kata Niall ke bang Lou.
"Lu yang make ya terserah."
"Josh siapa si?" Tanya bang Har.
"Motor gue loh." Niall sambil senyum senyum.
"Najis banget pake dinamain, ewh." Cibir gue.
"Eh eling mba! Lu juga pernah namain sepeda lipet lu pake nama Emily."
Ya bener juga. Emily gue udah rongsok btw.
"Btw ziarah yuk ke makam ayah bunda." Kata bang Louis.
KAMU SEDANG MEMBACA
Abang-Abang // 1D
Fanfiction"Punya abang gesrek semua." petikan quotes kilat dari Aurora Stylikhoran Payne Linson. *** Di khususkan buat orang yang halunya tingkat internasional seperti author pastinya xixi. Yang mengidap halu tidak m...
