"Hehe makasihh abang-abang."
Gue mulai ngambil sendok dan mulai menyantap mie dengan khusuk. Masih posisi yang sama bang Harry sebelah kanan, bang Zayn sebelah kiri dan bang Niall di depan gue.
Kenikmatan mana lagi makan mie ditemenin sama cogan cogan, iye kaga?
Ini mie buatan mereka bertiga, karena tadi gue nyuruh mereka buat gantiin mie gue, terlebih bang Zayn sih. Tapi gapapa diganti sama mie yang lebih enak ketimbang tadi, mie dua, telor dua, mantap memang.
"Gue mau dong dikitt aja." Bisik bang Harry sambil gerakin telunjuk sama jempolnya.
"Engga."
"Gue mau kuahnya kek." Kata Niall dengan melas.
"Engga."
"Dikit aja Ra, please." Lirih bang Harry.
"Dikit ya, gue suapin aja nih." Akhirnya gue suapin bang Harry yang masang muka girangnya.
"Anjirr enak bangettt kek mau meninggal." Kata Harry antusias.
"Coba gue coba!" Bang Zayn udah mangap. Langsung aja gue suapin bang Zayn.
"Eh mau lah gue."
Gue juga suapin Niall, kuahnya doang tapi.
"Pake mienya elah."
"Tadi bilang kuahnya doang."
"Tega bener lu ama cogan kek gue."
"Dih uwek."
Jadi gue malah nyuapin mereka bertiga, dan gak jadi makan mie lagi, jadi sih tapi dikit doang.
"Heh!"
Deg!
Semuanya diem waktu sadar ada bang Liam.
"Yuk siapin kuburan yuk." Kata Niall pelan.
"Ini gimana sih?! kalian makan mie?"
Gue langsung ngangguk.
"Aurora, dibilang gak boleh makan mie kok ngeyel si, mau di operasi lagi?" Tanya bang Liam. Gue geleng cepet sambil nunduk.
"Bukan salah Aurora ini salah gue, gue yang masak." Kata bang Zayn.
"Iya gue yang nyuruh Zayn masakin buat gue." Sahut bang Harry.
"Lu bedua taukan kalo Aurora tuh gak boleh makan mie."
"Dikit doang kok." Sahut gue.
"Diem ra."
Gue langsung nunduk.
"Kalo ada apa-apa sama Aurora kalian mau tanggung jawab?"
Tangan gue langsung megang tangan bang Harry sama bang Zayn.
"Ya pokoknya gue gak mau liat lagi kalian seenaknya sama Aurora."
"Bang bukan salah bang Harry sama bang Zayn kok."
"Terserah, kalo ada apa-apa jangan minta tolong gue, termasuk lu Zayn." abis itu bang Liam langsung pergi.
"Santai Liam, gue bisa ngurus diri gue sendiri." Sahut bang Zayn.
Gue langsung meluk bang Zayn.
"Udah gapapa elah, lagi PMS dia marah-marah mulu dari kemaren." Kata bang Zayn.
"Maafin gue." Gue nunduk dan makin nangis kejer.
"Udah santai aja, ya."
Gue tau itu tangan bang Harry yang ngusap kepala gue. Gue ngelepas pelukan dari bang Zayn dan meluk bang Harry.
KAMU SEDANG MEMBACA
Abang-Abang // 1D
Fanfiction"Punya abang gesrek semua." petikan quotes kilat dari Aurora Stylikhoran Payne Linson. *** Di khususkan buat orang yang halunya tingkat internasional seperti author pastinya xixi. Yang mengidap halu tidak m...
