Bintang sudah pulang dari rumah sakit. Kondisinya pun sudah sangat membaik. Begitupun Freya, ia sudah kembali ke ruang isolasinya. Tidak lagi di ruangan khusus itu.
"Ck, udah sebulan gue disini, ampe kapan coba ih" Freya melihat kalender yang ia sengaja Bawa dari rumah
"Gue perasaan udah makan yang bener, minum obatnya juga teratur. Ck nih virus demen banget apa si tubuh gue" monolog Freya di pagi itu.
"Tau ah, males mandi, dingin. Mau main game aja" ya, sejak mereka-Bintang dan Freya mabar waktu itu. Freya jadi ketagihan dan ingin bermainlagi.
Ditengah keseriusan Freya bermain game, muncul notif panggilan Video dari Bintang. Cepat cepat ia menjawab panggilan tersebut di laptop. Iya, laptop dan hp Freya satu merek, dan juga saling nyambung menyambung.
"Kenapa?" Freya masih Fokus bermain gamenya
"Pagi pagi udah main aja"
"Bodo amat, suka suka gue"
"Gue kirimin ayam bakar mau gak?"
"Mauuu, mauu ih Bintaang"
"Hahaha, iyaa iyaa mau berapa?"
"Apanyaa?"
"Mau berapa bungkus?"
"Ck, dikira gue gentong?" Freya menatap sinis Bintang
"Ya kan bisa jadi lo lagi laper banget, sebungkus ga cukup kan"
"Satu aja ih, gue nanti gendut. Disini banyak makan banget gue"
"Gpp biar makin gemoy" bintang sambil meragakan gaya ala ala gemoy gitu
"Gausah gitu, jijik liatnya"
"Ahahaha yaudah gue beliin dulu, dimatiin gak nih?"
"Gausaahh, biarin aja" lebih ke nada manja gitu
"Iyaa iyaa"
Tak lama kemudian, tok tok..
"Ihh udah nyampee coba" Freya bergegas mengambil ayam bakar nya yang berada di luat kamarnya.
"Aahhhh thank youuu Bintang, sama minumnya lagii"
"Iyaaa sama sama, cepet sembuh Freyakuu"
"Minumnya hot chocolate ya ini?"
"Iyaa, yakali yang dingin"
"Oh tentu dingin, tinggal ditambahin es batu" Freya sambil memeragakan mencemplungkan es batu yang ia punya ke dalam minumannya. Fyi, di dalam kamarnya juga ada kulkas mini gitu, jadi bisa untuk nyimpen makanan dan minuman minuman.
"Hehe, sluurrpp.. segaar"
"Iyaa deh gpp, asal lo seneng"
"Aahhh lucuu deh, Btw udah makan belum?"
"Udah kok, tadi sekalian beli punya lo gue juga makan"
"Masaa?"
"Iyaa Freyaa"
"Iya deh percayaa, awas aja boong gue marah bodo amat"
"Iyaaa Freyaa, enggak bohong"
"Emang makan make apa? Ayam bakar juga?"
"Enggak, tahu tempe doang ama nasi"
"Uhuk.. haahh seriuss?"
"Pelan pelan minumnya Freyaa"
"Lo mah kebiasaan ih gak sayang diri sendiri"
"Kan gue sayangnya Freyaa"
"Ga lucu, ga berhasil gombalnya"
"Yaiilah, salting gituu kek. Biar berhasil gitu setidaknya"
"Bodoo amat gagal wlee"
"Iihhh gemees banget sih lo, awas aja pas lo udah sembuh gue cubitin tuh pipi, hiih"
"Ah ga mau aahh, gue mau kabur ke Dimas aja". Sengaja tuh Freya, mancing mancing
"Frey ga lucu ya, awas aja sampe beneran". Berhasil. Wajah Bintang berubah 180° yang asalnya gembira jadi serius.
"Ahahahha mukanyaa langsung gelap gituu, Ahahaha sumpaah lucu banget"
"Frey beneran ya, gue jagain lo ga boleh kemana mana kalo udah sembuh"
"Yuhuu gue ada yang jagaiin, ahahah. Sekalian jadi bodyguard depan pintu kamar yaa Hahahaha" Freya tertawa lepas sekali
Di sebrang sana Bintang ikut senang melihat Freya yang ceria seperti ini.
"Cepet sembuh ya Freyaa, gue kangen lo"
"Gue juga kangen sam lo"
Hening..
"Eh iyaaa, gue habis ini ada jadwal buat swab test"
"Jam berapa?"
"Jam 10, bentar lagi"
"Mandi dulu sono"
"Dih mana ada mandi dulu, yang ada abis kesono baru mandii"
"Ooh emang gitu ya?"
"Iyaa lah, lo juga kalo habis pergi pergi langsung mandi, biar bersih"
"Iyaaa Freya siap"
"Enak gak ayam bakarnya?"
"Enaak ih beli dimana dah?"
"Buatan gue"
"Uhuuk.. hah demi apa? Tadi kata lo beli, gimana sih?"
"Enggak, gue bikin itu. Mana ada yang buka jualan ayam goreng pas corona gini"
"Iya jugaa ya. IHHH ENAK BANGETT, besok besok guee minta bikiinin lagi titik"
"Aahaha masa sih enak banget? Iyaa gue bikinin tenang, mau berapa sok boleh"
"Iyaaaa enak banget, lo nyuri resep dimana?"
"Enak aja nyuri resep, resep gue sendiri itu"
"Masaa?? Setau gue lo cuman bisa masak makaroni itu deh"
"Heh ngaco, yang buat fish n chips pas MCB siapa?"
"Gue"
"Diih ngacoo, gue juga. Gue yang goreng lo kan tangannya kena minyak"
"Yailah goreng doang, semua orang juga bisa kali"
"Enggak lah, goreng juga butuh keahlian, gimana caranya biar matengnya pas, gak overcook"
"Iyaa deh seraahh yang jago mah. Udah ah bentar lagi jam 10, mau swab dulu. Doain negatif yaa"
"Iyaa gue selalu doain, good luck"
"Dih good luck, dikira mau ngapain aja"
"Hahaha gak papa, udah sana sok bisi telat"
"Bye"
Lalu Freya mematikan telponnya langsung. Ia bergegas untuk menuju ruang untuk swab test nya. Ia mendapat nomer urut ke 5. Untung masih awal awal jadi tidak terlalu lama menunggu.
"Silahkan ananda Freya". Akhirnya ia di panggil juga. Karena sudah sering melakukan test ini jadi ia sudah terbiasa. Tidak merasakan sakit lagi.
"Sudah selesai, silahkan ditunggu haslinya sekitar 3 harian lagi"
"Makasih sus"
Setelah selesai melakukan test tersebut Freya kembali ke kamar.
•
•
•
TBC
Sumpah maaf banget part ini dikit banget yaa..
Jangan lupa tetep vote dan comment
KAMU SEDANG MEMBACA
J a r a k (END)
Teen FictionLebih baik follow dulu sebelum membaca okeey! [SEDANG REVISI BERJALAN] Yang aku kasih emot ☁️ berarti udah revisi okey. Bakal unpublish dalam waktu dekat, tapi bakal di publis lagi tenang aja. Tentang dua insan yang semula tidak saling mengenal, dan...
